Pendidikan Menjadi Prioritas Tapi Catatan Untuk Disdik Kab.Bogor

Redaksi Satu – Terobosan menjadi langkah untuk pendidikan, dari SD, SMP hingga SMA melalui PPDB/SPMB untuk negeri menjadi sorotan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/SPMB) melalui, pendaftaran sekolah menjadi jenjang pendidikan berkelanjutan.

Menjadi spekulasi tingkat keterbatasan bagi siswa akan melanjutkannya. Seperti halnya pendaftaran mengacu melalui jalur zonasi, hingga prestasi menjadi isapan jempol belaka.

BACA JUGA  Miris!! Kisah Nenek Lingkungan dan Desa Parung Bonteng tidak Peduli

Pendaftaran melalui online jalur PPDB/SPMB belum menjadi landasan, dan mengalami kendala dilapangan.

Seperti halnya dari tingkat SD, SMP hingga SMA sulitnya orang tua memasuki anaknya melalui sistem online SPMB untuk memasuki sekolah negeri.

Sehingga orang tua tidak mengambil pusing, pada akhirnya mereka mendaftarkan anak nya ke sekolah pihak swasta.

BACA JUGA  Camat Tenny Ramdhani Usulkan Perubahan Lewat Digitalisasi Informasi

Operator SPMB tidak mencermati, mereka akan menjadi bulanan berdasarkan titipan yang mendasar dan sangat pelik yang berkembang belakangan ini terjadi.

Namun berkembangnya itu belum ada terobosan seperti halnya, dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten  Bogor.

Mereka (Disdik Kabupaten Bogor) terkesan belum maksimal, mereka dalam bekerja secara profesional.

BACA JUGA  SPMI Kritik Pedas, Jalan Baru Diperbaiki Rusak Parah Di Bogor

Oleh karena itu mencermati dengan seksama, langkah Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Dinas Pendidikan.

Mereka akan mencanangkan program strategis. Namun sebagai catatan agar kedepan lebih baik lagi.

Bergesernya itu Disdik Kabupaten Bogor, programkan upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

BACA JUGA  Pertumbuhan Ekonomi 2024, Kabupaten Bogor Mengalami Peningkatan

Serta peningkatan, capaian Angka Rata-Rata Lama Sekolah (RRLS) di Tahun 2025.

Pencanangan program strategis tersebut akan dilakukan pada, 5.907 lembaga pendidikan yang tersebar di 40 Kecamatan.

Dengan jumlah rincian, ketersediaan sekolah meliputi 3.030 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 1.899 Sekolah Dasar (SD), 767 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 211 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

BACA JUGA  Keluhan Warga Desa Singasari Jonggol, Seumur Hidup Tidak Menerima Bantuan BLT

Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto menyusun beberapa sistem pendidikan.

Salah satunya kejar paket yang terdapat di beberapa tempat, serta pemetaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan memprioritaskan wilayah.

BACA JUGA  Bojonggede Expo Kokohkan Makanan Tradisional Bertepatan HJB ke-543

Diantaranya wilayah yakni, barat, timur, utara, dan selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, tidak hanya di pusat kota,” kata Bupati Rudy.

Perlu diketahui dalam pencanangan Program strategis terdapat beberapa aspek.

BACA JUGA  Pj Bupati Bogor, Apresiasi Pemilu Damai Oleh SPMI Bogor Raya

Yakni, penambahan daya tampung pada satuan pendidikan, pengembangan sekolah satu atap dan terbuka.

Kemudian pemanfaatan pendidikan kesetaraan pada PKBM, pencanangan program beasiswa, hingga berkerjasama dengan sekolah swasta di daerah.

Perihal daya tampung pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru, Disdik Kabupaten Bogor juga meningkatkan volume daya tampung pada sekolah.

BACA JUGA  Kepala UPT Cigudeg, Terima Kritikan Dari SPMI Bogor Raya

Dimana pada pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2024/2025, pada jenjang SD Negeri sebanyak 79.698 siswa, dan 872 rombongan belajar pada jenjang SMP Negeri.

Pelaksanaan di SPMB Pelajaran 2025/2026 Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, memberikan batasan maksimal pada SD Negeri.

Batasan sebanyak 4 rombongan belajar, dengan total daya tampung sebanyak 107.424.

BACA JUGA  DPRD Kabupaten Bogor, Bahas Rancangan APBD Perubahan

Dan pada jenjang SMP Negeri maksimal 11 rombongan belajar, dengan 40 siswa dalam satu kelas.

Total daya tampung 811 rombongan belajar, dengan total serapan peserta didik sebanyak 32.440 anak.

Sementara perihal peningkatan Angka RRLS dengan adanya PKBM, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mulai mengarahkan kerjasama kepada pondok pesantren salafi.

BACA JUGA  Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Anak umur 6 sampai 11 tahun

Agar para santri mendapatkan kesempatan layanan pendidikan formal, serta penambahan unit SMP Negeri.

Serta layanan SMP terbuka dan satu atap sebagai peningkatan, jangkuan aksesibilitas kepada masyarakat.

Kemudian terkait dengan, agenda pekan pertama sekolah pada Tahun Pelajaran 2025/2026.

BACA JUGA  Pasang Tiang Pakai Sandal Jepit Kesetrum Kabel, Satu Orang Tewas

Seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bogor, akan mulai memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan Ramah bagi para peserta didik baru.

Itu mengacu pada Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025.

Terkait dengan jam masuk sekolah bagi peserta didik akan, dijadwalkan mulai pukul 07.00 Wib.

BACA JUGA  Tampil di PPF 2022, 6 Siswa MAN Limapuluh Kota Masuk 10 Besar

Mengingat letak geografis dan kondisi kepadatan penduduk, waktu tersebut akan lebih efektif.

Agar tidak berbenturan dengan lajur keberangkatan masyarakat, yang akan berkerja.

Terlebih di wilayah yang merupakan kawasan industri dan jalur menuju Depok, Jakarta, Bekasi, dan Kota Bogor.

BACA JUGA  Jokowi Diakhir Pekan, Ajak Tiga Cucunya Kunjungi Mall Bogor

 

iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img