Redaksi Satu – Pagi yang cerah rombongan Sutomo melakukan bakti sosial” di alam pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.
Kehadiran mereka mewujudkan kepedulian sosial berupa, pembersihan ranting pohon (kayu) dan batu yang menghalang di perairan pegunungan Sanggabuana, Curug kecil Tirta Buana Kabupaten Bogor.
Dilansir dari Sutomo merupakan salah satu penggerak Rumah Sedekah, yang terletak di Cijantung Jakarta Timur, kepada redaksisatu.id.
Rombongan Sutomo, tiba pada pagi hari, pada Minggu 30 Nopember 2025. Menurut Sutomo kegiatan ini merupakan rutin dilakukan seminggu sekali.
Kami melakukan kegiatan ini, setiap seminggu sekali dengan secara bergantian dilain tempat berbeda-beda.
Secara kebetulan kegiatan ini bertepatan dengan lokasi yang telah ditentukan, kebetulan berada di Gunung Sanggabuana, Kabupaten Bogor.
Kami murni melakukan kegiatan sosial ini, menjadi landasan perwujudan kepedulian kami terhadap lingkungan alam, kata Sutomo.
Kegiatan itu direspon oleh masyarakat setempat, dan mereka dengan senang hati kehadiran kami diterima dan mendukung kehadirannya.
Kami melakukan gotong royong serta, membersihkan lingkungan Curug kecil “TIRTA BUANA” lalu dilanjutkan dengan menyingkirkan batang – batang pohon (kayu).
Agar tidak menghambat saluran aliran air, pegunungan Sanggabuana, hal ini penduduk setempat di sana ketergantungan dari sumber aliran air pegunungan.
Sehingga dari segala kebutuhan warga seperti; untuk air minum dan mencuci pakaian, utamanya untuk keperluan pengairan di perkebunan dan persawahan sangat dirasa manfaatnya, tutur Sutomo pria asal Solo.
Kemudian tim ini dilanjutkan dengan melakukan pendakian Gunung Sanggabuana, yang menjadi cita-cita harapan kami sebagai pecinta alam kehidupan.
Kami menganggumi keindahan alam disini, dan kami juga berpesan agar alam ini tetap terjaga dengan baik dan dilestarikan, pungkasnya.
Catatan Redaksi
Pecinta alam yang digambarkan oleh Sutomo dan sahabatnya, menjadi contoh kepada masyarakat hingga pemerintah daerah setempat.
Wujud kepedulian mereka tanpa pamrih, tanpa ada unsur kepentingan apapun hanya semata terbangun dari naluri mereka patut menjadi Sauri Tauladan.
Cinta alam dan kepedulian mereka akan berdampak menjadi pesan positif, agar pemerintah daerah khususnya Kabupaten Bogor mewujudkan seperti yang tersampaikan oleh rombongan “Rumah Sedekah”.
Darimana mereka mendapatkan sumber dana, mereka melakukan patungan pribadi yang terhimpun di “Rumah Sedekah”.
Perlu diketahui rombongan mereka telah mengakar hingga Pulau Jawa dan Bali, berbagai profesi pekerjaan mereka sangat menarik disini kegiatan ini hampir dilakukan selama 10 tahun lamanya.
Dari berbagai profesi seperti, tukang ojek, buruh pabrik, tukang service tv, hingga buruh bangunan mereka bahu-membahu menjadi satu suara menjadi “Rumah Sedekah”.
Mereka juga telah melakukan kebaikan, dan telah terukir karya kepeduliannya yakni; membangun Musholla, bedah rumah tidak layak, memberikan sedekah baik para jompo dan yatim piatu.
Adapun berupa santunan ini mereka memberikan berupa beras, minyak goreng, dan lain sebagainya sesuai kemampuan nya mereka yang ada.
Terhimpunnya kegiatan dana tersebut, mereka berdikari sendiri tanpa pamrih dan juga tidak meminta dukungan kepada siapapun.
Sehingga wujud kebaikan kepedulian mereka telah dirasa oleh warga, yang telah mengukir pribadinya dengan tulus tanpa rekayasa, Sumber Sutomo kepada redaksisatu.id.




Alhamdulillah..
Semoga RUMAH SEDEKAH KITA Semakin BESAR,,Semakin BANYAK dan ADA DI SETIAP TEMPAT..
Allah selalu melimpahkan KEBERKAHAN kepada Pak Sutomo dan para sahabatnya. Serta BERMANFAAT untuk semuanya dan tercapai segala hajat dan cita-cita nya
Allahumma aamiin🤲