Iklan
Iklan
BerandaNASIONALMahasiswa Politeknik Bahas Isu Hoax dan Kampanye Hitam Pemilu 2024

Mahasiswa Politeknik Bahas Isu Hoax dan Kampanye Hitam Pemilu 2024

REDAKSISATU.ID – Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia (FKMPI) menggelar Focus Group Discussion menangkal isu Hoax dan Kampanye Hitam dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik Indonesia tersebut diikuti oleh beberapa pengurus BEM di Pontianak yang dihadiri langsung oleh Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza dan Kasat Intelkam Polresta Pontianak, Kompol Abdul Malik, S.IP.,M.Sos sebagai pemateri di Polnep Kota Pontianak, Minggu 12 November 2023.

Dalam kesempatan ini, Faisal Riza selaku Komisioner Bawaslu menyampaikan mengapresiasinya kepada FKMPI dalam rangka mempersiapkan mengawal penyelenggaraan Pemilu 2024.

BACA JUGA  Masyarakat Negara Bagian Malaysia Takjub dengan Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat Ke-37

Mahasiswa
FKMPI foto bersama dengan Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza dan Kasat Intelkam Polresta Pontianak, Kompol Abdul Malik, S.IP.,M.Sos pada acara Focus Group Discussion di Polnep Kota Pontianak, Minggu 12 November 2023.

Sebab jika berharap pada Bawaslu tentu tidakan mampu untuk mengawasi seluruh wilayah Kalbar, terkait pelanggaran Pemilu salah satunya Politik Uang.

Sehingga Dia berharap peran serta masyarakat, khususnya kaum Milenial dalam hal ini Mahasiswa mampu mendukung dan mengawasi jalannya Pemilu dengan jujur adil dan bersih.

“Kita sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Mahasiswa kali ini dalam mengawal Pemilu 2024 mendatang, agar bisa berjalan dengan jujur adil dan damai. Kita berharap, mahasiswa lain juga bisa melakukan hal serupa guna sama-sama mengawasi jalannya Pemilu 2024,” kata Faisal Riza.

BACA JUGA  Massa ABSB bersama LBH Kalbar dan Solmadapar Minta Kejari Pontianak Bebaskan Mulyanto

Sementara itu, Kompol Abdul Malik, S.IP.,M.Sos menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya  ujaran kebencian melalui internet, agar isu-isu yang dapat memecah belah bisa diatasi, sehingga sama-sama menjaga jalannya Pemilu yang bersih tanpa kampanye hitam melalui sosial media.

“Selain mengamankan jalannya Pemilu, pengawasan terhadap kampanye hitam dan ujaran kebencian terus dilakukan Kepolisian guna mengantisipasi propaganda dan pesan yang dapat memecah belah di tengah Pemilu melalui sosial media,” tandas Kasat Intelkam Polres Pontianak.

Selain itu, Agim Nastiar selaku Kepala Bidang Kajian Publik FKMPI sekaligus Ketua Pelaksana  mengatakan, sebagai Mahasiswa dan kaum Milenial tentu tidak lepas dari teknologi dan media sosial, sehingga melalui FGD ini peran Mahasiswa dan generasi Milenial bisa bersama-sama mengawasi jalannya Pemilu yang damai dan bersih serta jujur.

BACA JUGA  Pelaku Perampasan Hp Milik Pelajar SMKN 5 Surabaya Berhasil Diamankan

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi Mahasiswa seperti apa pengawasan yang harus dilakukan sebagai generasi Milenial.

“Kita berharap FGD ini bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi Mahasiswa terkait menangkal berita hoax dan kampanye hitam melalui media sosial, oleh sebab itu pemateri yang diundang dari Bawaslu dan Kepolisian,” jelas Agim Nastiar.

Ke depannya, lanjut Agim menyampaikan, akan terus memberikan informasi dan pemahaman kepada Mahasiswa lainnya khususnya yang ada di daerah untuk bisa bersama-sama mengawal Pemilu berjalan aman damai dan jujur.

“Kita optimis Pemilu 2024 ini bisa berjalan dengan aman, damai dan jujur. Jika kita sama-sama mengawasi dan berperan tidak hanya menyalurkan hak suara, tapi juga mencegah Kampanye yang dapat memecah belah bangsa dalam jalannya Pemilu mendatang,” ujarnya.

Editor: Adrianus Susanto318

BACA JUGA  Minyak Solar Langka di SPBU Kalbar, Supir Truk Kontainer Mogok Kerja

Trending

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.