Iklan
Iklan
BerandaNASIONALEstimasi Biaya Pemilu 2024 Cenderung Tidak Rasional

Estimasi Biaya Pemilu 2024 Cenderung Tidak Rasional

Estimasi Biaya untuk Pemilihan Umum tahun 2024 dinilai oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin, cenderung Tidak Rasional

Estimasi kebutuhan anggaran Pemilu 2024 yang mencapai Rp110,4triliun Rupiah sangat berlebihan dan cenderung tidak rasional jika dibandingkan biaya Pemilu 2019.

“Kami sangat memahami bahwa demokrasi elektoral memiliki konsekuensi biaya yang tidak sedikit. Apalagi di tengah situasi ekonomi yang serba tidak menentu dan angka inflasi yang terus meningkat seperti sekarang ini”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu 13/04/2022.

BACA JUGA  Pendaftaran Pelatihan Video Jurnalistik & Multimedia Segera Ditutup

Melihat angka estimasi kebutuhan anggaran Pemilu, yang diajukan KPU dan Bawaslu, rasanya sangat mengejutkan, jika dibandingkan dengan Anggaran pemilu terdahulu yang hanya Rp25triliun .

“Maka penting bagi pelaksana Pemilu untuk menghitung kembali estimasi biaya pemilu dengan mendorong manajemen pemilu yang efektif dan efisien”, tegas Sultan Najamudin.

Meski demikian, Sultan mengaku sangat mendukung setiap upaya pelaksana Pemilu dalam menekan potensi kecurangan dan gangguan sistem saat pemilu.

estimasi
Estimasi Biaya Pemilu 2024 cenderung Tidak Rasional

Pemilu yang bersih, jujur dan adil harus menjadi prinsip utama dalam kontestasi demokrasi Indonesia ke depannya.

BACA JUGA  Menteri ESDM: Himbau Masyarakat Kurangi Penggunaan BBM

“Pelaksanaan Demokrasi prosedural Indonesia yang berbiaya mahal harus diimbangi dengan sistem ketatanegaraan yang memungkinkan Demokrasi bisa diterjemahkan secara substansial, inklusif dan proporsional oleh semua lembaga politik yang ada. Demokrasi tidak bisa diguide oleh hanya sedikit elit politik dari satu lembaga politik”, tutupnya.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan bahwa perkiraan anggaran pemilihan umum atau pemilu 2024 dapat mencapai Rp110,4triliun.

Jumlah itu naik hingga 431 persen dari pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Dia menjabarkan bahwa kebutuhan biaya pemilu 2024 terdiri dari anggaran untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) senilai Rp76,6triliun dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) senilai Rp33,8triliun.

BACA JUGA  Kementerian ESDM Tegur 697 Perusahaan Terkait RKAB, Termasuk di Kalimantan

Siaran pers Wakil ketua DPD RI Sultan B Najamudin

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.