Menyongsong 10 Tahun, GEMA FLOBAMORA: Merawat Ingatan, Menggerakkan Masa Depan

REDAKSI SATU – Martinus Laba Uung, Aktivis Sosial, Salah Satu Anggota Pendiri GEMA FLOBAMORA, menyampaikan bahwa Sejarah tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari kegelisahan, harapan, dan tekad kolektif yang dirajut oleh orang-orang yang percaya bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Demikian pula dengan lahirnya GEMA FLOBAMORA: Gerakan Moral Masyarakat Flores Sumba Timor Rote Alor Lembata sebuah organisasi yang tidak sekadar berdiri sebagai entitas formal, tetapi sebagai representasi dari denyut batin masyarakat Flobamora di perantauan.

Menjelang satu dekade perjalanannya pada 17 Agustus 2026, GEMA FLOBAMORA tidak hanya sedang merayakan usia, tetapi juga sedang merayakan ingatan, tentang bagaimana sebuah gagasan sederhana menjelma menjadi gerakan kolektif yang bermakna. Ia adalah refleksi dari semangat para pendiri yang berangkat dari kesadaran historis sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sekaligus sebagai anak-anak Flobamora yang tersebar di berbagai ruang kehidupan.

Awal mula gerakan ini tidak dapat dilepaskan dari konteks social dan keterpanggilan masing-masing hati warga diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di perkotaan, khususnya di Jabodetabek. Di tengah dinamika urbanisasi, fragmentasi sosial, dan tantangan identitas, lahir kebutuhan akan sebuah wadah yang mampu menyatukan, bukan hanya dalam arti geografis, tetapi juga dalam nilai, semangat, dan cita-cita. Maka pada tanggal 25 Mei 2016, benih organisasi ini mulai ditanam, dan dipertegas melalui momentum historis Rapat Pendirian pada 17 Agustus 2016, sebuah simbol yang sangat kuat karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA  NCW Minta Masyarakat Kalbar Tidak Terprovokasi Terkait Isu Negatif Gubernur Kalbar
Gema Flobamora
Benner Gema Flobamora

Pilihan tanggal tersebut bukanlah kebetulan, melainkan sebuah pernyataan sikap: bahwa GEMA FLOBAMORA hadir sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan, memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Dari titik itulah, langkah-langkah institusional mulai dibangun. Akta Pendirian Nomor 03 tertanggal 24 Oktober 2016 menjadi dasar hukum awal, yang kemudian diperkuat dengan pengesahan negara melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0008356.AH.01.07.TAHUN 2017 pada 22 Mei 2017. Dengan demikian, GEMA FLOBAMORA adalah sebuah entitas sosial yang memiliki legalitas resmi dan terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Di balik legalitas formal tersebut, terdapat fondasi yang jauh lebih penting: komitmen moral para pendiri.

Martinus Laba Uung menekankan bahwa 18 (delapan belas) tokoh yang tercatat dalam akta pendirian bukan hanya sekadar nama, melainkan representasi dari keberagaman Flobamora itu sendiri Flores, Sumba, Timor, Rote, Alor, dan Lembata yang melebur dalam satu semangat persaudaraan. Mereka adalah: 1). Abraham Soei Ndoen, yang tercatat sebagai Ketua Umum pertama. 2). Vernita Antoinette Mooy, 3). Yakobus Bouk, 4). Daniel Constantyn Adam, 5). Lydia Carina Dotulong, 6). Elsje Paulina, 7). Guntur Subagyo, 8). Ingrid Lydia Lopung, 9). Daniel Ignathius Talan, 10). Yupiter Marenos, 11). Selvy Gusye Febriana T, 12). Martinus Laba Uung, 13). Jonathan Tamonob, 14). Andrias Kapitan, 15). Ely Zadrak Kapitan, 16). Jimmy Jeftha Lesnussa, 17). Semuel Ayub Mathias Littik, 18). Zevrijn Boy Hendra Kanu.

Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi: membangun masyarakat Flobamora yang bermartabat, mandiri, dan berdaya saing global. Selanjutnya, pada tanggal 1 April 2017, kepengurusan DPP GEMA FLOBAMORA pertama dilantik. Momentum ini menandai dimulainya kerja-kerja organisasi secara lebih terstruktur, terarah, dan berkesinambungan dalam mengemban amanah para pendiri. Banyak yang telah mereka lakukan untuk bersama-sama mendukung pembangunan Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA  Rachel Vennya Kabur dari Karantina Diduga Dibantu Oknum Anggota TNI

Mari Doa Bersama Untuk Yang Berpulang

Di antara para pendiri yang tersebut diatas, ada beberapa tokoh yang kini telah berpulang. Kepergian mereka meninggalkan duka, tetapi juga meninggalkan warisan nilai, keteladanan, dan jejak pengabdian yang tidak boleh dilupakan. Justru karena itulah, momentum 10 tahun GEMA FLOBAMORA harus menjadi ruang untuk berhimpun kembali, mendoakan para sesama keluarga besar Flobamora yang telah berpulang, secara khusus para pendiri yang telah mendahului kita.

“Doa bersama bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga ikhtiar batin untuk menata kembali persaudaraan Flobamora agar semakin baik, semakin kuat, dan semakin bermakna bagi generasi yang akan datang. Semangat gotong royong menjadi simbol bahwa organisasi ini dibangun bukan oleh kekuatan kapital, tetapi oleh kekuatan semangat. Dari sinilah GEMA FLOBAMORA tumbuh sebagai wadah pemersatu, sarana pembinaan, sekaligus jembatan aspirasi bagi masyarakat NTT di perantauan,” ungkapnya.

GEMA FLOBAMORA dapat dipahami sebagai aktor masyarakat sipil (civil society) yang memainkan peran strategis dalam memperkuat jejaring sosial, meningkatkan partisipasi publik, serta menjembatani hubungan antara masyarakat dan negara. Fungsi-fungsi yang dijalankan—mulai dari kemitraan, pembinaan, pelayanan sosial, hingga pembangunan jaringan—menunjukkan bahwa organisasi ini tidak hanya berorientasi internal, tetapi juga eksternal, berkontribusi dalam pembangunan yang lebih luas.

BACA JUGA  PMII Soroti Penanganan Kasus Korupsi di Kalbar

Selama hampir satu dekade, berbagai aktivitas telah menjadi bagian dari perjalanan GEMA FLOBAMORA: pengembangan sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, promosi budaya dan pariwisata, hingga advokasi sosial. Semua itu berpijak pada nilai-nilai dasar yang diwariskan oleh para pendiri: kesetiakawanan, gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air.

Kini, memasuki momentum 10 tahun, pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan hanya “apa yang telah dilakukan?”, tetapi juga “ke mana arah kita selanjutnya?”. Dalam konteks global yang semakin kompleks, ditandai oleh perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan, peran organisasi diaspora seperti GEMA FLOBAMORA menjadi semakin penting. Ia tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi harus menjadi ruang transformasi.

Oleh karena itu, lanjut Martinus Laba Uung menyampaikan, perayaan satu dekade ini menjadi penting, semoga ini menjadi titik konsolidasi. Ini adalah saat yang tepat untuk memanggil kembali para pendiri, mengajak generasi muda, dan merangkul seluruh pencinta masyarakat Flobamora di mana pun berada untuk kembali bergandengan tangan. Semangat yang telah dirintis sepuluh tahun lalu harus diperbarui dengan energi baru, inovasi baru, dan komitmen yang lebih kuat.

BACA JUGA  LaNyalla Bantu Realisasikan Hasil Musrenbang Mororejo

“Mari kita agendakan bersama untuk berkumpul, berdoa, dan mendoakan para pendiri serta seluruh keluarga besar Flobamora yang telah berpulang. Dari doa itu, kita meneguhkan kembali ikatan batin dan memperbarui komitmen untuk menata persaudaraan Flobamora yang lebih baik, lebih solid, dan lebih berdaya guna,” harapnya.

Momentum 10 tahun ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan koordinasi bersama, bertemu kembali, dan menyusun langkah-langkah strategis agar GEMA FLOBAMORA tetap relevan, hidup, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“GEMA FLOBAMORA adalah milik bersama. Ia adalah rumah bagi identitas, ruang bagi solidaritas, dan jembatan menuju masa depan. Menjaga keberlanjutannya berarti menjaga warisan nilai yang telah dibangun dengan penuh perjuangan. Akhirnya, menyongsong 10 tahun berdirinya GEMA FLOBAMORA adalah tentang merawat ingatan dan menggerakkan masa depan. Kepada para pendiri, ini adalah penghormatan,” tuturnya.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Penghentian Perang Gaza

Kepada mereka yang telah berpulang, ini adalah doa dan bakti. Kepada generasi penerus, ini adalah panggilan.

“Kepada seluruh masyarakat GEMA FLOBAMORA yang pernah bersama Bahtera ini mari kembali, mari bergabung, mari berkoordinasi, mari bertemu dalam momentum 10 tahun GEMA FLOBAMORA, dan mari melanjutkan perjuangan ini demi Flobamora yang lebih bermartabat, dan Indonesia yang lebih kuat,” ujarnya.

BACA JUGA  Kajati Kalbar Instruksikan, Profesional dan Selesaikan Penangan Perkara Tanpa Pandang Bulu
BACA JUGA  Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar Kembali Geledah Rumah Kediaman Hidayat
BACA JUGA  Terkait PETI, NCW Nilai Atensi Kapolda Kalbar dan Jajarannya Tidak Sinkron

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img