NCW Akan Laporkan Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Gunakan Excavator di Kalimantan Barat

REDAKSI SATU – Ketua Investigator NCW Kalimantan, Ibrahim MYH berencana akan melaporkan dugaan kuat pembiaran aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat-alat berat Excavator di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Investigator NCW Kalimantan, Ibrahim MYH kepada media online Redaksi Satu, Kepala Koordinator Perwakilan Kalimantan Barat pada Jumat 11 September 2026, sekitar pukul 08.10 WIB.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tambang-tambang ilegal. Ia mengatakan tidak mungkin tambang ilegal berjalan tanpa beking aparat.

BACA JUGA  Stempel Kerajaan Rambut Arung Palakka Hilang Dicuri Dalam Museum
NCW
Ketua Investigator NCW Kalimantan, Ibrahim MYH. (Foto: dok. Redaksi Satu).

Perintah ini disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat 14 Agustus 2026). Ia awalnya menyinggung pihaknya telah menutup ribuan tambang timah ilegal di Bangka Belitung.

Kendati perintah Presiden Prabowo Subianto tersebut diduga kuat tidak ditindaklanjuti oleh para pihak terkait di tingkat daerah, sehingga aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat-alat berat Excavator pun semakin marak.

Bahkan persoalan tersebut sudah dipublikasikan secara terbuka oleh beberapa media online, tetapi belum ada juga ditindaklanjuti oleh para pihak terkait. Oleh karena itu, Ketua Investigator NCW Kalimantan, Ibrahim MYH berencana akan melaporkan secara resmi persoalan tersebut kepada Kapolri, Kejaksaan Agung RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Panglima TNI, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA  Petani Sawit Siap Menyegel Pabrik PT. Sinar Mas di Badau

Publik berharap, persoalan munculnya Karhutla pasca perintah Presiden Prabowo pemberantasan dan pengusutan aktor-aktor atau pembackingan aktivitas Pertambangan Ilegal, jangan sampai menutupi isu-isu kasus-kasus Korupsi dan Pertambangan Ilegal yang menggunakan puluhan alat-alat berat Excavator.

Menurut NCW, pemberantasan Korupsi dan Pemberantasan Tambang Ilegal terutama yang menggunakan alat-alat berat Excavator harus menjadi atensi khusus.

“Instansi terkait harus menjalankan tugas dan fungsinya, apa sebab para pemodal besar semakin marak melakukan aktivitas Pertambangan Ilegal dengan menggunakan alat-alat berat Excavator,” tandasnya.

Sementara itu, beberapa pihak terkait memilih bungkam saat dikonfirmasi.

BACA JUGA  Sahrul Siap Maju dalam Kontestasi BEM Untan 2024
BACA JUGA  PMII Kritik Kenaikan Penghasilan DPR hingga Rp100 Juta per Bulan
BACA JUGA  Kejari Kapuas Hulu Kembali Tetapkan Tersangka Tipikor Terminal Bunut Hilir
spot_img