REDAKSI SATU – Keluarga Besar Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali melanda Kabupaten Kubu Raya dalam beberapa pekan terakhir. Mereka mengecam keras pemerintah daerah yang dinilai lalai dan kurang sigap dalam melakukan pengawasan serta penanganan dini terhadap potensi Karhutla.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan pada Selasa, 29 Juli 2025, Aripin selaku Ketua Demisioner Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNU Kalbar menegaskan bahwa Kubu Raya merupakan wilayah strategis karena letaknya yang berada di pinggiran Kota Pontianak.
Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten karena berdampak langsung terhadap kualitas udara dan lingkungan hidup masyarakat, termasuk warga ibu kota provinsi.

“Kami menilai Pemkab Kubu Raya kurang melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas pembakaran lahan, terutama di kawasan-kawasan rawan seperti daerah gambut. Ini sangat memprihatinkan, mengingat kabut asap akibat Karhutla tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga kesehatan warga dan aktivitas ekonomi,” ungkap Aripin dalam Konferensi Pers yang digelar di Kampus UNU Kalbar.
Lebih lanjut, Aripin menegaskan bahwa pihaknya mendorong agar pemerintah segera memperkuat patroli lapangan, mengaktifkan kembali sistem peringatan dini, dan bekerja sama dengan masyarakat lokal serta dunia akademik untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Kita tidak bisa terus bersikap reaktif. Harus ada upaya preventif yang konkret, termasuk edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Perlu juga tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran,” tambahnya.
Mahasiswa Teknik Lingkungan UNU Kalbar juga berencana menggelar kampanye lingkungan serta diskusi publik dalam waktu dekat, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penanganan krisis ekologi yang makin mengkhawatirkan.
Dengan situasi kualitas udara yang menurun drastis di beberapa titik di Kalimantan Barat, mereka mendesak semua pihak untuk bersinergi dalam upaya menyelamatkan lingkungan demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.



