Iklan
Iklan
BerandaHUKUMINFO POLISIKasus Penggerudukan Kantor Redaksi Teropongnews.com di Kota Sorong ke Tahap Penyidikan

Kasus Penggerudukan Kantor Redaksi Teropongnews.com di Kota Sorong ke Tahap Penyidikan

Papua Barat | Redaksisatu.id – Kasus penggerudukan kantor Redaksi Teropongnews. com di kota Sorong naik ke tahap penyidikan, dimana sebelumnya seperti diketahui sekelompok massa mengancam akan nembunuh karyawan dan wartawan serta membakar kantor Teropongnews, apabila tidak menghentikan pemberitaan dan take down berita dugaan Illegal Logging di Sorong.

Demikian disampaikan Pemred Teropongnews.com Imam Mucholik atas perkembangan proses hukum yang sedang ditangani Polres Sorong Kota.

Menurut Imam, saat ini kasus sekelompok massa yang mengancam bunuh Wartawan & Bakar kantor Teropong News di Sorong naik ke Tahap Penyidikan.

Dikatakan Imam, penyidik Polresta Sorong Kota telah menaikkan status kasus pengancaman terhadap karyawan Teropong News dari penyelidikan ke tahap penyidikan per Jumat (17/03/2023).

Pemimpin Redaksi TeropongNews Imam Mucholik mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang memproses laporan yang dilayangkan oleh pihaknya.

“Apresiasi kepada pihak kepolisan yang dengan gerak cepat merespons laporan kami,” kata Imam dalam keterangannya, Senin (20/03/2023).

Sementara, Tim Divisi Hukum (Divkum) Teropong News, Jefry Lambiobir yang mendampingi pemeriksaan tersebut berharap setelah diterbitkannya SPDP, sudah ada pelaku yang dijadikan tersangka oleh polisi.Kasus Penggerudukan

“Informasinya hari ini pelaku akan dipanggil untuk diperiksa,” ujar Jefry.

Senada dengan hal tersebut, anggota Divkum Teropong News, Agustinus Jehamin juga berharap pelaku dikenai pasal berlapis tentang pengancaman juga pasal penghasutan dan menyertakan pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

“Penghasutan perlu dimasukkan karena info yang beredar massa yang datang itu karena dihasut atau diprovokasi, penyidik perlu menelusuri ini,” ujar Jehamin.

Adapun sebelumnya, Tim Divisi Hukum TeropongNews yang diwakili Moh iqbal Muhidin telah melapor ke Polres Sorong Kota terkait kasus sekelompok massa yang mengancam akan membakar kantor serta membunuh wartawan TeropongNews sejak Selasa (14/03/2023) kemarin.

BACA JUGA  Masyarakat Minta Manajemen SPBU 65.787.002 PT UKM milik BUMD Kapuas Hulu Diaudit

Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor LP/B/227/III/2023//SPKT/Polres Sorong Kota/Polda Papua Barat.

Sejumlah massa merasa keberatan dengan pemberitaan menyoal maraknya dugaan ilegal logging di Sorong.

Mereka memaksa pihak TeropongNews menghapus sampel pemberitaan tersebut. Namun, hingga berita ini terpublikasi permintaan itu tidak diindahkan.Kasus Penggerudukan

Tertulis dalam SPDP tersebut rujukan berupa:
a. Pasal 109 Ayat (1) KUHAP.
b. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.
c. Laporan polisi nomor: LP/B/227/III/2023//SPKT/Polres Sorong Kota/Polda Papua Barat tanggal 14 Maret 2023.
d. Surat perintah penyidikan nomor: SP-Dik/326 III/2022/Reskrim tanggal 17 Maret 2023.

“Sehubungan dengan rujukan di atas diberitahukan bahwa mulai Jumat, 17 Maret 2023, penyidik Polres Sorong Kota telah melakukan penyidikan tentang perkara tindak pidana pengancaman sebagaimana diatur dalam pasal 335 KUHP yang terjadi di Kantor TeropongNews, Kota Sorong,” dikutip dari surat perintah penyidikan tersebut Senin (20/03/2023).

Adapun tertulis dalam surat itu ditembuskan kepada Kapolda Papua Barat, Dirkrimum Polda Papua Barat, dan Ketua Pengadilan Negeri Sorong.

“Dan pelapor saudara Moh Iqbal Muhiddin,” demikian keterangan dalam SPDP tersebut.

Sebelumnya, Imam Mucholik mencatat, ihwal pelaku dan aktor kasus kekerasan terhadap wartawan sejauh ini belum ada yang sampai diseret ke meja hijau atau pengadilan

Ia mengharapkan anggota Polresta Sorong Kota dan Polda Papua Barat bisa menangkap para pelaku dan aktor yang mengancam akan menghabisi nyawa wartawan TeropongNews di Sorong.

“Insiden di TeropongNews ini semoga bisa sampai ada yang dipenjarakan agar bisa jadi efek jera bagi yang mau coba-coba melakukan kekerasan terhadap insan pers,” kata Imam.

Imam memastikan tidak sudi bermediasi dengan pihak-pihak yang sudah jelas meneror para karyawannya di Sorong.

“Minta tolong teman-teman bantu mengawal proses hukum kasus ini. Saya sebagai Penanggung Jawab Teropong News berkomitmen untuk menolak segala bentuk kompromi dan mediasi,” harap Imam.

BACA JUGA  Silaturahmi Polda Kalbar dengan Awak Media, Kapolda Mengajak Bersinergi

(Zoelnasti)

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.