BMKG: Sepekan Curah Hujan Tinggi, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

Jakarta, Redaksi Satu | Potensi curah hujan meningkat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, masyarakat agar tetap waspada.

Terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan, mulai Kamis (19/2/2026).

Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas atmosfer, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam rilis resmi, BMKG menyebutkan, “Sepekan ke depan beberapa wilayah akan mengalami curah hujan tinggi, disertai angin kencang dan kilat.

Kami mendorong masyarakat untuk menyiapkan langkah mitigasi dini, serta memantau informasi cuaca secara berkala,” ujar Kepala BMKG, Dr. Andi Kusuma.

Menurut data BMKG, wilayah yang diprediksi terdampak curah hujan tinggi meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Intensitas hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan air.

Beberapa daerah dengan topografi perbukitan dan drainase kurang optimal, dianggap sebagai zona rawan.

BMKG juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi pengguna jalan, khususnya di kawasan rawan longsor dan daerah dengan kondisi jalan licin.

BACA JUGA  Di White House, Senator NTT Kenalkan Lagu ‘Gemu Famire’ ke Pelajar Amerika

“Jarak pandang bisa sangat terbatas saat hujan deras, sehingga risiko kecelakaan meningkat.

Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan hindari perjalanan saat hujan ekstrem,” tambah Dr. Andi.

Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan curah hujan ekstrem selama sepekan telah menimbulkan berbagai dampak serius di sejumlah wilayah.

Data BMKG mencatat, pada Februari 2024, hujan deras yang berlangsung selama tujuh hari di wilayah Jawa Barat.

Memicu banjir di lebih dari 10 kabupaten/kota dan menyebabkan, kerugian materiil mencapai miliaran rupiah.

Menyikapi potensi bencana ini, BMKG mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan koordinasi lintas sektor.

Langkah mitigasi, seperti pengecekan sistem drainase, pembersihan selokan, dan penyiapan posko darurat, dianggap krusial.

BACA JUGA  LaNyalla Ajak Tingkatkan Kewaspadaan Karena Ada Potensi Bencana

Agar respons cepat dapat dilakukan bila terjadi kondisi darurat. Selain itu, BMKG menekankan pentingnya peran masyarakat.

Warga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, media sosial, dan aplikasi prakiraan cuaca.

Informasi seperti peringatan dini banjir, peta rawan longsor, dan tips keselamatan dapat membantu masyarakat mengambil langkah preventif.

Ahli klimatologi dari Universitas Indonesia, Prof. Siti Rahmawati, menambahkan bahwa fenomena curah hujan tinggi.

Ini merupakan bagian dari dinamika iklim musiman yang dipengaruhi oleh pergerakan, massa udara basah dari Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan.

“Fenomena ini tidak hanya memengaruhi curah hujan, tapi juga berpotensi memicu bencana sekunder.

Seperti, banjir dan tanah longsor. Kesiapsiagaan harus ditingkatkan,” jelasnya.

BACA JUGA  Presiden Jokowi: Indonesia Harus Memiliki Strategi Besar dan Strategi Teknis untuk Mencapai Visi

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan risiko.

Persiapan darurat, pemantauan informasi, serta koordinasi dengan tetangga dan instansi lokal menjadi kunci untuk meminimalkan dampak dari hujan lebat.

Dengan peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan risiko bencana yang mungkin timbul.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan memprioritaskan keselamatan diri serta keluarga selama sepekan curah hujan tinggi ini. (***Sumber BMKG***).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img