Beranda KALBAR Satu Unit Excavator Terbakar, Lokasi Pertambangan Ilegal Desa Beringin

Satu Unit Excavator Terbakar, Lokasi Pertambangan Ilegal Desa Beringin

KALBAR | redaksisatu.id – Satu unit Excavator Hitachi 5 G 2017 terbakar di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berada di kawasan Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 15 Februari 2022, sekitar Pukul 16.30 WIB.

Terbakarnya satu unit alat berat Excavator ini pun diakui oleh pihak Perusahaan jasa penyewaan alat berat Excavator itu.

“Iya saya dengar begitu Pak (alat berat Excavator terbakar_red), saya pun belum ngeceknya juga sih,” kata Jenal, Rabu 16 Februari 2022, Pukul 12.42 WIB.

BACA JUGA  Pengacara Korban: Pihak SPBU 6478321 Langgar UU Pers dan Migas

Satu

Hari itu, ungkap pihak Perusahaan, mau ditarik keluar, tapi penyewanya maksa-maksa minta tambah 100 jam.

“100 Jam belum habis, udah kebakar duluan,” ujarnya.

Menurutnya, terbakarnya alat berat Excavator itu pada saat membawa minyak solar dalam drum.

BACA JUGA  Orok Bayi Dalam Kardus, Ditemukan Warga di Kecamatan Ketapang

Satu

“Mungkin minyak itu ada guncang-guncang, tahulah namanya diatas mesin Pak, dibawanya mesin, kan api juga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia pun menyampaikan penyebab kebakaran tersebut karena konsleting kabel pada mesin Excavator tersebut.

“Katanya ada konslet kabel, katanya. Tapi diatasnya ada minyak, ya udah, kalau ada minyak diatas, diatas drum’kan, habis bang, macam memang betul-betul dibakar gitu,” ungkap Jenal dengan nada kesal.

BACA JUGA  PKLWN Terima BLT Rp300 Ribu dari Polres Kubu Raya, Terima Kasih Presiden

Satu

Ditambah salah satu sumber lainnya, bahwa saat peristiwa terbakarnya alat berat Excavator tersebut sedang membawa kurang lebih 10 drum minyak solar.

“Tidak ada korban jiwa, operatornya cepat lompat,” singkatnya.

Sebagai informasi, menurut beberapa warga setempat, beberapa hari lalu (9 Februari 2022) alat berat Excavator kembali masuk ke wilayah Pertambangan Ilegal di Desa Beringin Jaya.

Ia menyebutkan, saat ini sebanyak 27 unit alat berat Excavator kembali aktif digunakan dalam kegiatan Pertambangan Ilegal itu.

Namun, pengakuan diantara pemilik alat berat Excavator, pihaknya kembali menyembunyikan alat berat Excavator tersebut karena atas dasar intruksi Panitia PETI daerah setempat. Karena mengetahui bakal ada Tim yang akan datang ke wilayah Pertambangan Ilegal itu.

Bukan hanya itu, diduga kuat pihak-pihak terkait juga telah membentuk Panitia PETI yang baru.

Adrian318

BACA JUGA  KKP Bangun 2 Kapal Pengawas Perikanan Anti Illegal Fishing
Artikel sebelumyaPolsek Taman Sari Selidiki Kasus Perundungan Anak Bawah Umur
Artikel berikutnyaPengguna Narkoba di Mentawai Berhasil Dibekuk Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.