REDAKSI SATU – Permasalahan sengketa lahan yang berada di area PT Mitra Andalan Sejahtera (PT MAS) di bawah naungan Parna Raya Group hingga kini belum mendapat titik tengah walaupun pihak perusahaan membuka posko pengaduan yang beralamat di Villa Ceria Lestari, Jalan Ahmad Yani II Nomor 26, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Pihak pemilik lahan yang bersertifikat Hak Milik menolak undangan untuk menyelesaikan permasalahan dengan alasan tidak sesuai dengan tuntutan yang seharusnya dilakukan oleh pihak perusahaan.
“Kami disini bukan mengemis untuk diselesaikan, malah kami akan mengambil kembali lahan kami. Kenapa kami yang harus ke sana (Posko Pengaduan),” ungkap Leonardus Ade Irawan selaku koordinator aksi mewakili keluarga alm Husinsius melalui Press Release yang diterima media online Redaksi Satu, Kepala Koordinator Perwakilan Kalimantan Barat, Selasa 31 Maret 2026, pukul 18.34 WIB.

Menurut Leo, pihak keluarga besar sudah memberikan toleransi selama kurang lebih 12 tahun lamanya. Pihak perusahaan dianggap menggunakan lahan keluarga besar mereka tanpa kompensasi apapun.
“Yang punya lahan siapa, yang menerima bayaran siapa. Tidak jelas. Selama 12 tahun kami bersabar. Banyak lika liku yang kami hadapi dan lakukan. Kami berupaya agar perusahaan beretika baik. Ini malah kami dilempar sana sini makanya kami akan mengerahkan massa sebanyak-banyaknya untuk mengambil hak kami kembali,” tegas Leo
Perusahaan menurut Leo, dianggap membuat keadaan semakin runyam bukannya memberikan jaminan penyelesaian tapi malah membuat kegaduhan sehingga kondisi semakin memanas dengan mengadu ke beberapa kelompok salah satu etnis.
“Kami minta perusahaan segera menyelesaikan permasalahan ini. Bukan malah mengadu domba sesama kami. Kalau kami mau diadu domba, kami malah lebih suka belawan ke etnis lain seperti B*tak karna perusahaan ini kan punya orang B*tak marga Simbolon. Jangan sampai kami usir mereka dari tanah kami orang Dayak,” tutup Leo.
Oleh karena itu, karena permasalahan sengketa lahan belum selesai. Keluarga Besar Almarhum Husinsius Pemilik SHM akan lakukan aksi Besar-besaran besok, Rabu 1 April 2026.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online Redaksi Satu, Kepala Koordinator Perwakilan Kalimantan Barat, hingga saat ini ribuan massa sudah berkumpul di suatu tempat untuk persiapan menggelar Aksi tersebut.



