Pembangunan Lift Gereja Sempat Terjadi Perbedaan Pandangan, Kini Berakhir Damai

JAKARTA, Redaksi Satu | Proses pembangunan fasilitas lift di Gereja HKBP yang berada di wilayah Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Kini telah berjalan dengan baik setelah, adanya penyelesaian melalui musyawarah antara para pihak yang berkepentingan.

Sebelumnya, sempat muncul perbedaan pandangan terkait pembangunan fasilitas tersebut.

Salah seorang warga di sekitar lokasi menyampaikan keberatan, karena merasa aktivitas pembangunan berdampak pada kenyamanan lingkungan.

Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kelurahan Gondangdia mengambil langkah dengan memfasilitasi dialog dan mediasi.

Protes Warga Terhadap Pembangunan Lift Dilakukan dengan Dialog

Antara warga yang menyampaikan keberatan dengan pihak gereja, sehingga persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Lurah Gondangdia, Gabriel Mahardika, mengatakan bahwa mediasi telah dilakukan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk perwakilan gereja dan warga yang menyampaikan keberatan.

BACA JUGA  Sistem Politik Multi Partai Jadi Beban Demokrasi

“Salah satu warga yang merasa kurang nyaman atas pembangunan tersebut kami undang untuk dipertemukan dengan pihak gereja.

Kami berupaya menjaga suasana yang kondusif dan tetap mengedepankan nilai-nilai toleransi,” ujar Gabriel Mahardika kepada awak media, Selasa (28/7/2026).

Menurut Gabriel, proses mediasi berlangsung dengan lancar dan menghasilkan kesepahaman bersama.

“Mediasi berjalan dengan baik dan telah mencapai penyelesaian dua hari yang lalu. Semua pihak, termasuk yang berkaitan dengan proses perizinan, kami hadirkan untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga seluruh aktivitas di lingkungan tersebut dapat berlangsung dengan harmonis tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Gabriel juga menegaskan bahwa Pemerintah Kelurahan Gondangdia berkomitmen menjaga kerukunan antarwarga serta memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

“Alhamdulillah pada akhirnya persoalan ini telah selesai. Semua pihak saling memahami, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga kenyamanan lingkungan. Semoga hubungan baik ini terus terpelihara,” pungkasnya. (**M. Fazar**).

BACA JUGA  Pembangunan Kantor Pemerintahan Baru Kota Bogor, Jadi Pertanyaan?

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img