Kejaksaan Tingkatkan IPM Kalbar dengan Tindakan Nyata

REDAKSI SATU – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) melakukan tindakan nyata untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat agar makin meroket dan berdaya saing tinggi.

Tindakan nyata Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk peningkatan IPM tersebut ditandai dengan pelepasan keberangkatan sebanyak 20 (dua puluh) orang peserta magang dari Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kalimantan Barat ke PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pengelolaan Perkebunan Kepala Sawit di wilayah Kabupaten Bengkayang dan Sambas.

Pelepasan keberangkatan 20 orang peserta magang PKBM Kalbar ke PT Agrinas Palma Nusantara tersebut dipimpin langsung oleh orang tua Asuh PKBM Kalbar, Wakajati Laksmi Indriyah Rohmulyati, S.H., LL.M., di Kantor Kejati Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak, Selasa 4 Agustus 2026.

BACA JUGA  Puluhan Massa Kecam Pelaku Ujaran Kebencian ke Gubernur NTB
Kejaksaan
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kalbar, Laksmi Indriyah Rohmulyati, S.H., LL.M., selaku orang tua Asuh PKBM Kalbar, pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara, Budi Susilo, Ketua FK PKBM Kalimantan Barat, Mahatir Muhammad foto bersama peserta magang di Kantor Kejati Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak, Selasa 4 Agustus 2026, yang diberangkatkan ke PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Badan Usaha Milik Negara BUMN, di wilayah Kabupaten Bengkayang dan Sambas.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Wakajati Kalbar), menegaskan Kejaksaan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masa depan generasi penerus daerah ini berjalan di jalur yang benar.

“Komitmen kami, Kejati Kalbar akan selalu mengawal, mendampingi, dan memberikan dukungan penuh kepada PKBM Kalbar,” ungkap Laksmi Indriyah Rohmulyati dihadapan peserta magang yang diberangkatkan ke PT Agrinas Palma Nusantara.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menilai, isu Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah tantangan nyata. Setiap warga Kalbar yang kembali mengejar pendidikannya di PKBM adalah kemenangan kecil bagi masa depan daerah kita.

BACA JUGA  Diduga Kongkalikong dengan Perusahaan Sawit, Masyarakat Minta Polisi Segera Proses Hukum Kades Nanga Suruk
Kejaksaan
Wakajati Kalbar Laksmi Indriyah Rohmulyati, S.H., LL.M., selaku orang tua Asuh PKBM Kalbar saat memberikan motivasi dan memberangkatkan secara resmi peserta magang, Kantor Kejati Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak, pada Selasa 4 Agustus 2026.

“Dengan mengawal penuntasan ATS ini, kita sedang bersama-sama mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat agar makin meroket dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Dukungan dan pengawalan dari Kejati Kalbar tidak berhenti pada pemenuhan ijazah atau keikutsertaan dalam kelas saja. Fokus utama adalah kualitas, bagaimana lulusan dan warga belajar PKBM benar-benar memiliki nilai tawar serta daya saing di dunia kerja.

“Kami di Kejaksaan Tinggi terus mendorong dan mengawal terciptanya kolaborasi strategis antara PKBM dengan dunia industri dan dunia usaha. Kita ingin memastikan bahwa Kurikulum dan Pelatihan di PKBM betul-betul sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” sindirnya.

BACA JUGA  12 Objek Wisata di DIY Manfaatkan Transaksi Non Tunai

Tidak hanya itu, Kejati Kalbar juga mendorong pembukaan peluang pelatihan dan penempatan kerja untuk usia produktif 18 hingga 45 tahun. Dan yang sangat menarik dari program ini adalah sifatnya yang inklusif.

“Peluang pelatihan dan penempatan kerja ini tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah lulus, tetapi juga terbuka lebar bagi warga belajar yang masih aktif dalam proses pembelajaran,” ujar Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Ia juga meminta kepada seluruh pengelola dan tutor PKBM Kalbar, teruslah bergerak dengan semangat.

BACA JUGA  Kapolres Bayu Suseno Turun Langsung, Ruas Jalan Singkawang-Bengkayang Kembali Normal

“Kejati Kalbar ada di belakang Anda untuk siap mengawal, mengasuh, dan memastikan program-program kebaikan ini berjalan dengan lancar, aman, dan tepat sasaran,” katanya.

Dan kepada peserta magang, Wakajati Kalbar juga berpesan agar para peserta magang jangan pernah berkecil hati. Masa depan yang cerah bukan hanya milik mereka yang belajar di sekolah formal, tapi milik siapa saja yang mau berjuang, belajar, dan mengasah keterampilan.

“Gunakan kesempatan pelatihan dan penempatan kerja ini sebaik-baiknya,” pesan Wakajati Kalbar kepada para peserta magang.

BACA JUGA  Penyimpangan Solar Subsidi di Sintang, Polda Kalbar Diminta Bertindak

Sementara itu, pihak PT Agrinas Palma Nusantara pun menyambut baik kerjasama dan kolaborasi yang dilakukan ini. Menurut pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara, pihaknya saat ini membutuhkan kurang lebih 3.000 (tiga ribu) tenaga kerja.

“Tahun ini butuh 3.000 tenaga kerja. Nanti ditempatkan pada perkebunan PT Agrinas,” kata Budi Susilo.

Ia berharap, peserta magang yang diberangkatkan memiliki etos kerja tinggi dan mampu mengikuti pelatihan yang diberikan perusahaan.

BACA JUGA  Sultan Minta BUMN Inovatif Kelola Bisnis dan Keuangan

Menurut Ketua FK PKBM Kalimantan Barat, Mahatir Muhammad bahwa pelepasan ini merupakan bagian dari program pelatihan dan penempatan kerja FK PKBM Kalbar. Tujuannya untuk menjembatani lulusan PKBM agar langsung masuk ke dunia kerja, khususnya di sektor perkebunan sawit milik BUMN Agrinas.

“Ini baru pertama kalinya, peserta ada 20 orang,” katanya.

Dengan skema ini, diharapkan angka putus sekolah bisa ditekan dan lulusan PKBM memiliki masa depan kerja yang jelas di Kalimantan Barat.

BACA JUGA  Indonesia Bukan Chernobyl, WALHI Kalbar Tolak Pendirian PLTN
BACA JUGA  Hancurkan Produk Lokal, TikTok Shop Resmi Dilarang di Indonesia
BACA JUGA  Unhan Peduli Pengabdian Pada Masyarakat Desa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img