BerandaNASIONALJangan Tutup Mata, Tangkap Cukong Penambang Ilegal di TNBKDS

Jangan Tutup Mata, Tangkap Cukong Penambang Ilegal di TNBKDS

REDAKSI SATU – Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia DPP Legatisi Indonesia, Akhyani BA meminta Pemerintah bertindak secara tegas dan menangkap Cukong terkait aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang saat ini merambah zona Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TNBKDS) yang berada di wilayah Hulu Kapuas, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Pemerintah harus tindak dan tangkap para Cukong PETI, jangan terkesan pembiaran,” ujar Akhyani kepada Kepala Koordinat Kalimantan Barat media online Redaksi Satu, di Pontianak, Rabu 26 Februari 2025, siang.

Ketum DPP Legatisi Indonesia menyakini bahwa dibalik aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin dalam skala besar dengan jumlah pekerja ratusan bahkan ribuan orang di kawasan Taman Nasional tersebut diduga terindikasi kuat ada pemodal atau cukong. Di sisi lain, Ia menduga pihak TNBKDS terkesan tutup mata.

BACA JUGA  Surat Cinta Koalisi Masyarakat Sipil Kalbar kepada Menteri LHK terkait PT Mayawana Persada
Cukong
Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Hulu Kapuas, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Foto: Ist).

“Dana kompensasi kawasan TNBKDS dari luar negeri patut dilakukan audit, jangan sampai dana terus digelontorkan, tetapi dana tersebut tidak memberikan manfaat terutama terhadap masyarakat dan daerah setempat,” sindirnya.

Lebih lanjut, Ketum DPP Legatisi Indonesia ke depannya berharap jangan terjadi lagi aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin yang merusak lingkungan, apalagi merusak kawasan Hutan Lindung.

Dikutip dari salah satu media online lokal setempat, aktifitas penambangan emas ilegal kembali marak di Hulu Kapuas pasca perayaan Natal. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNBKDS, Gunawan Budi Hartono.

BACA JUGA  Rizky Irmansyah x Ifan Seventeen 2024 Tampilkan Presiden RI Terpilih di Video Clip ‘Pernah Di sana’.

“Penambangan emas ilegal ini dilakukan secara perorangan oleh masyarakat dan telah berlangsung sejak lama,” terang Gunawan.

Ia menyebut, bahwa pihaknya bersama TNI-Polri sebelumnya telah menertibkan dan berhasil menurunkan sekitar 1.200 pekerja dari kawasan tersebut pada bulan Oktober sehingga sempat mengosongkan lokasi.

“Namun, aktivitas tersebut kembali marak setelah Natal, dimanfaatkan oleh pihak luar yang kembali masuk ke lokasi,” tandasnya.

BACA JUGA  Video Kampanye Viral, Kepsek Akui Kegiatan PMI Kalbar di SMAN 1 Sungai Raya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.