Cornelis Berpesan, Generasi Dayak Harus Lebih Maju dan Berpikir Cerdas

0
76
Cornelis
Drs. Cornelis, M.H saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat Ke-37 di halaman Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Kota Pontianak, Sabtu 20 Mei 2023.
REDAKSISATU.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1, Drs. Cornelis, M.H, menekankan agar generasi orang Dayak harus berpikir cerdas, berwawasan luas, menguasai teknologi dan lebih maju dari generasi sebelumnya agar dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dunia saat ini.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Cornelis saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat Ke-37 Provinsi Kalimantan Barat, yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum di halaman Rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir, Kota Pontianak, Sabtu 20 Mei 2023.

Pembukaan Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat Ke-37 ini diantaranya dihadiri langsung oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Dr. Drs. Marthin Billa, Sekjen MADN Drs. Yakobus Kumis, M.H, Komisi II DPR RI Drs. Cornelis, M.H, Ketua Panitia Pelaksana PGD Yohanes Supriadi, S.E, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M, Sekda dr. Harisson Azroi, M. Kes, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Windy Prihastari, S.STP., M.Si, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat L. Kebing, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Syarif Amin Muhammad, Bupati dan Walikota, para tokoh serta seluruh elemen masyarakat dari berbagai Kabupaten dan Kota di Kalbar serta masyarakat Dayak dari Negara bagian Malaysia, Sarawak, Sabah, dan Kuching.

BACA JUGA  AMPI Sumut Serukan Pemilu Damai 2024

Cornelis
Keakraban Komisi II DPR RI Drs. Cornelis, M.H dengan Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum pada acara Pembukaan Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat Ke-37 di halaman Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Kota Pontianak, Sabtu 20 Mei 2023.

Dalam sambutanya, Cornelis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, bisa berkumpul di rumah Radakng bersama-sama dalam rangka melaksanakan Pekan Gawai Dayak Ke-37 tahun 2023, dimana selama Pandemi Covid-19 yang melanda Dunia termasuk Indonesia, tidak bisa berkumpul bersama-sama.

“Kita bersyukur karena pemerintah mampu mengatasi Pandemi COVID-19 sehingga kita bisa bebas kembali melakukan aktivitas seperti biasanya, namun pesan Presiden (Jokowi) sekali pun sudah dicabut Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kita tetap waspada terhadap Covid-19 dan jangan lupa harus divaksin, karena Covid-19 masih ada,” kata Cornelis.

Sebagai orang Dayak, lanjut Cornelis menyampaikan, kita harus berpikir cerdas, mulai sekarang generasi-generasi saat ini, harus lebih pintar dari generasi terdahulu dan jangan berpikir kembali di jaman dulu, karena saat ini kita sudah merdeka dan telah diberikan kesempatan untuk bersekolah agar dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dunia saat ini.

BACA JUGA  MTQ Ke-XXXI Tingkat Provinsi di Kabupaten Sanggau Menuai Pujian

“Tantangan kita sekarang ini selain permasalahan stunting dan kebutuhan pangan, perubahan iklim juga menjadi tantangan untuk kita, generasi saat ini harus lebih maju dari generasi terdahulu, dan jangan lagi kembali kejaman terdahulu jaman ngayau, jangan lagi kembali kejaman primitif, sekarang ini tidak ada lagi ngayau-ngayau,” ujar mantan Gubernur Kalimantan Barat.

Cornelis yang merupakan salah satu Tokoh Masyarakat Dayak menerangkan, bahwa dulunya gawai tersebut disponsori oleh pemerintah, tujuannya supaya berswasembada pangan. Dimana gawai tersebut telah ditetapkan tanggal dan bulannya di setiap tahun, agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan masyarakat tercukupi kebutuhan pangannya. Oleh karena itu, pemerintah memberikan peluang. Selain itu, menghargai bagaimana padi itu yang telah dicari dengan susah payah.

“Sekarang ini pemerintah bagaimana mengelola pertanian tanaman pangan untuk membentuk kelompok-kelompok tani, agar masyarakat Dayak yang dulunya berladang pindah-pindah, supaya menjadi membuat sawah dan menetap, bisa tiga kali dalam satu tahun untuk menanam padi, minimal dua kali dalam setahun, sehingga masyarakat kita cukup makan dan tidak perlu menjadi beban Negara,” terangnya.

BACA JUGA  Transaksi QRIS Ditolak Publik

Lebih lanjut disampaikan, generasi muda saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi, dan cara menghadapinya yaitu harus menguasai ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, semua bisnis, dan perdagangan harus diikuti.

Cornelis juga mengingatkan bahwa pada tahun 2024 mendatang, akan dilaksanakan pemilihan umum (Pemilu) dan tidak ada penundaan dalam Pemilu tersebut, sehingga ia meminta kepada anak-anak muda dan mahasiswa yang telah berhak untuk memberikan hak suaranya, untuk mengecek atau melihat data pemilih di tempat masing-masing, jangan sampai tidak terdaftar, karena kadang-kadang banyak yang tidak peduli dengan hal tersebut, sebab generasi muda harus peduli untuk melihat sudah terdaftar atau belum.

“Oleh karena itu, pesta demokrasi akan segera dan prosesnya telah berjalan, jadi Pemilu Tahun 2024 tetap dilaksanakan, mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Legislatif yang mulai dari DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/kota, sedangkan pemilihan Kepala Daerah hasil Pemilu itu yang akan menjadi patokan pada November 2024,” pungkasnya.

Editor: Adrianus Susanto318

BACA JUGA  Demo Mahasiswa Kalbar Tolak Kenaikan Harga BBM Sampaikan 11 Tuntutan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.