Surat Untuk Emak

Surat Untuk Emak Cerpen: oleh IsmiliantoKereta itu berhenti dengan jeritan besi yang panjang. Aku berdiri kaku di peron, menggenggam tas usang. Di saku bajuku, ada surat yang belum pernah kukirim: “Emak, anakmu rindu…” Di kota ini, aku hanya seorang buruh. Siang mengangkat...

Iman Naik, Akhlak Membumi

Iman Naik, Akhlak Membumi Cerpen: oleh IsmiliantoMalam itu, hujan turun perlahan di serambi masjid tua. Lampu temaram memantulkan bayang seorang lelaki paruh baya bernama Salman. Ia dikenal rajin beribadah. Saf terdepan hampir selalu miliknya. Dzikirnya panjang, doanya fasih. Banyak orang mengira,...

Saat Mulut Tak Lagi Bisa Berdalih

Saat Mulut Tak Lagi Bisa Berdalih Cerpen: oleh Ismilianto Tanah itu menutup perlahan. Suara langkah manusia menjauh. Sunyi… yang tak pernah kutahu bentuknya.Aku, Fauzan. Di dunia, aku dikenal sebagai orang sibuk. Rajin ke masjid jika sempat. Sedekah jika ada lebih. Salat...

Terlambat Untuk Lancar

Terlambat Untuk Lancar Cerpen: oleh Ismilianto Aku baru benar-benar menyesal di usia ketika rambut mulai memutih dan suara azan terdengar lebih dekat daripada masa depan. Dulu aku selalu punya alasan. Sekolah, kerja, lelah, malu. Ngaji kutunda, seolah Al-Qur’an bisa menunggu kapan pun aku...

Mengapa Dulu Aku Tak Mengirim Al-Fatihah

Mengapa Dulu Aku Tak Mengirim Al-FatihahCerpen: oleh IsmiliantoAku baru bertanya pada diriku sendiri, saat suara mereka mulai jarang terdengar di rumah. Bukan karena jauh, tetapi karena waktu telah mengubah segalanya. Dulu aku sibuk menjadi orang tua yang kuat. Mengatur, menasihati, menuntut...

Gaji Yang Tak Pernah Tertulis

Gaji Yang Tak Pernah Tertulis Cerpen: oleh IsmiliantoSetiap pagi, Pak Rasyid selalu datang lebih awal. Bukan karena rumahnya paling dekat, melainkan karena ia ingin memastikan kelas sudah rapi sebelum anak-anak masuk membawa riuh dan mimpi. Sepatunya sudah menipis di tumit. Tas cokelat...

Negeri Hemat Pada Guru

Negeri Hemat Pada Guru Cerpen: oleh IsmiliantoPak Sastro menghapus papan tulis perlahan. Debu kapur menempel di jemarinya, seperti sisa-sisa mimpi yang belum sempat diwujudkan.Di dinding kelas terpajang ayat yang sudah pudar warnanya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang...

Jika Kalian Masih Ingat Jalan Pulang

Jika Kalian Masih Ingat Jalan Pulang Cerpen: oleh IsmiliantoPada suatu sore yang hampir habis, di beranda sebuah rumah tua yang catnya mulai memudar, duduklah seorang lelaki sepuh dengan segelas kopi yang sudah dingin.Angin menggeser daun-daun kering di halaman, seperti mengulang...

Aku Kalah di Pagi Hari

Aku Kalah di Pagi Hari Cerpen: oleh IsmiliantoAzan Subuh baru saja padam ketika aku menutup pintu masjid. Langkahku berat, bukan karena dingin, tetapi karena aku merasa telah menang— dan itulah kekalahanku.Aku menang debat semalam. Menang argumen, menang logika, menang sorak...

Petang Yang  Meminta Jawaban

Petang Yang  Meminta Jawaban Cerpen: oleh IsmiliantoPetang itu turun tanpa suara. Langit menguning seperti halaman tua yang hendak ditutup. Ia duduk di beranda, memandangi jalan yang sepi. Seharian ia berlari— mengejar angka, nama, dan pengakuan sejagat. Semuanya telah tercapai, tapi dadanya tetap...

Latest News

Terkait Dugaan Penggelapan BPJS, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar

REDAKSI SATU - Seorang pelapor, Asdi mempertanyakan penangan proses hukum dugaan tindak pidana penggelapan BPJS Ketenagakerjaan yang ditangani oleh...