Media Jaringan | Redaksi Satu | Indeks News | Indeks News Sumut | Indeks News Kalteng | Independen Ekspos | Indo Seru | List Berita | Suara Indonesia | Aura Indonesia | Pilar Merdeka | Harian Masyarakat | Gerbong Informasi | Redaksi Satu Sumbar | Redaksi Satu Batubara | Redaksi Satu Tabagsel
Satu Rakaat yang Ditunda
Satu Rakaat yang Ditunda
Cerpen: oleh IsmiliantoIa wafat pada usia yang dianggap sempurna. Semasa hidup, ia dikenal baik.
Aktif di masyarakat, mudah tersenyum, dan sering berbicara tentang agama.
Saat jenazahnya dishalatkan, banyak yang berbisik, “Beliau orang baik.”
Namun tidak semua ikut mengantar...
Jangan Ulangi Kesalahanku
Jangan Ulangi Kesalahanku
Cerpen: oleh IsmiliantoAku Ridwan. Dulu aku berjalan di antara kalian. Kini aku terbaring di bawah tanah yang sunyi.Jika kalian bisa mendengar suaraku, bukan teriakan yang ingin kusampaikan, melainkan pesan yang datang terlambat.Di dunia, aku salat. Aku sedekah....
Saat Mulut Tak Lagi Bisa Berdalih
Saat Mulut Tak Lagi Bisa Berdalih
Cerpen: oleh IsmiliantoTanah itu menutup perlahan.Suara langkah manusia menjauh.Sunyi… yang tak pernah kutahu bentuknya.Aku, Fauzan. Di dunia, aku dikenal sebagai orang sibuk.Rajin ke masjid jika sempat.Sedekah jika ada lebih.Salat tetap dijaga—kataku.Tiba-tiba, bumi bergetar halus....
Doa Yang Terhenti di Langit
Doa Yang Terhenti di Langit
Cerpen: Ismilianto MilitAku masih ingat wajahnya di saf depan masjid. Pak Rahman namanya. Suaranya lirih, tetapi istiqamah. Shalat Subuh hampir tak pernah tertinggal. Kotak infak selalu disentuh tangannya.“Orang baik,” kata orang-orang. Dan aku pun percaya.Suatu...
Ketika Gunung Itu Tak Lagi Berat
Ketika Gunung Itu Tak Lagi Berat
Cerpen: oleh IsmiliantoAku terbangun… bukan oleh suara adzan, bukan pula oleh cahaya pagi.Yang membangunkanku adalah penyesalan yang menyesak dada. Di hadapanku terbentang padang luas tak bertepi. Langitnya kelabu. Udara sunyi, seolah menahan napas.Lalu aku...
Penyesalan Tak Bertepi di Bawah Tanah
Penyesalan Tak Bertepi di Bawah Tanah
Cerpen: oleh IsmiliantoTanah itu akhirnya menutup rapat. Langkah manusia menjauh satu per satu.Doa terakhir menggantung di udara, lalu sunyi mengambil alih segalanya.Di sanalah mereka kini—para penyogok, para pembeli keputusan, para penukar kebenaran dengan angka.Tak...
Bayangan di Liang Lahat
Bayangan di Liang Lahat
Cerpen: oleh IsmiliantoIa meninggal dalam keramaian. Pesan berantai menyebar cepat. Karangan bunga berjejer. Nama almarhum disebut-sebut dengan suara lantang.Namanya Rasyid. Orang kampung mengenalnya sebagai lelaki berhasil. Rumahnya besar. Mobilnya dua. Ia pandai bicara. Pandai tampil. Pandai...
Sajadah Tak Ikut ke Ruang Keputusan
Sajadah Tak Ikut ke Ruang Keputusan
Cerpen: Ismilianto
Ia hidup di negeri yang tampak saleh dari kejauhan. Menara masjid menjulang, azan bersahut-sahutan, saf dirapatkan, doa dipanjangkan, air mata mudah jatuh di sajadah.
Ia pun larut di dalamnya. Salatnya terjaga. Umrah telah ditunaikan....
Dzikir di Waktu Magrib
Dzikir di Waktu Magrib
Magrib selalu datang dengan sunyi. Seolah Allah ingin memberi jeda, antara terang yang melelahkan dan gelap yang menguji keikhlasan.“Dan bertasbihlah kepada Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS. Thaha: 130)Sore itu, masjid kampung hampir kosong....
Lampu di Liang Lahat
Lampu di Liang Lahat
Ia meninggal dalam sunyi. Tidak ada sirene. Tidak ada tangisan histeris. Hanya azan Subuh yang baru selesai ketika tanah mulai menutup wajahnya.Namanya Harun. Orang kampung mengenalnya sebagai lelaki biasa. Bukan ustaz. Bukan tokoh. Bukan orang kaya.Ia...
Latest News
Terkait Dugaan Penggelapan BPJS, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar
REDAKSI SATU - Seorang pelapor, Asdi mempertanyakan penangan proses hukum dugaan tindak pidana penggelapan BPJS Ketenagakerjaan yang ditangani oleh...

