Sajadah Yang Tak Pernah Mengenalnya

Sajadah Yang Tak Pernah Mengenalnya Cerpen: oleh Ismilianto Ia tak pernah meninggalkan salat. Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya—lengkap.Di masjid. Di rumah. Di perjalanan. Semua tahu, ia “orang salat”. Namun tak ada yang tahu, bahwa sajadah di sudut kamarnya tak pernah mengenalnya. Setiap takbir,...

Kalimat Terakhir

Kalimat Terakhir Cerpen: oleh IsmiliantoTak ada yang istimewa dari lelaki itu. Namanya tak pernah masuk berita. Ia bukan tokoh. Bukan ustaz. Bukan pula orang jahat yang dibicarakan orang. Ia hanya lelaki biasa— rajin bekerja, jarang ribut, dan dikenal “tidak macam-macam”. Suatu malam, di ruang...

Suara Dari Balai Desa

Suara Dari Balai Desa Cerpen: oleh Ismilianto Malam itu balai desa tidak biasanya penuh. Lampu neon menggantung pucat, kursi-kursi plastik berderet tak beraturan. Petani, guru, pemuda, ibu-ibu PKK, semua duduk menunggu seseorang yang ingin berbicara. Namanya Rahman. Bukan pejabat. Bukan anggota dewan. Hanya...

Anak Desa Bermimpi Besar

Anak Desa Bermimpi Besar Cerpen: oleh Ismilianto Namanya Arga. Anak petani desa yang tanahnya subur, tetapi hasilnya tak pernah benar-benar melimpah. Setiap hari setelah pulang sekolah, Arga membantu ayahnya di sawah. Ia melihat tangan ayahnya yang kasar, punggung yang mulai membungkuk, dan cara...

Malam Terakhir Tak Dijadwalkan

Malam Terakhir Tak Dijadwalkan Cerpen: IsmiliantoMalam itu hujan turun pelan, seperti sengaja tidak ingin mengganggu siapa pun. Aku duduk di teras, memandangi lampu jalan yang berkedip lelah. Tanganku menggenggam secangkir kopi yang sudah dingin, tapi pikiranku jauh lebih dingin dari itu. Entah kenapa,...

Kapur Yang Tak Lagi Putih

Kapur Yang Tak Lagi Putih Cerpen: oleh Ismilianto (mungkin mereka menyiapkan krisis peradaban) Pak Arman menghapus papan tulis pelan. Bukan karena tulisannya sulit dihapus, tapi karena tangannya gemetar. Di sudut papan, masih tertulis satu kalimat: Kejujuran adalah keberanian untuk berkata benar, meski sendirian. Ia...

Amanah Hidup

Amanah Hidup Cerpen: oleh Ismilianto Gelap. Sunyi. Bukan seperti malam di dunia. Ia terbaring sendiri. Tak ada tubuh yang bisa digerakkan. Tak ada suara yang bisa dipanggil. Hanya kesadaran— dan penyesalan yang datang terlambat. Dua sosok mendekat. Wajahnya tak menyeramkan, namun suaranya tegas,...

Tanah Yang Bersaksi

Tanah Yang Bersaksi Cerpen: oleh IsmiliantoNamanya Rania. Ia tidak pernah bercita-cita menjadi petani. Namun suatu hari, hidup membawanya pulang— ke tanah yang sunyi, ke kerja yang sepi pujian.Ketika Rania dan suaminya, Ilham, memilih berkebun, rumah orang tuanya tidak gaduh. Yang...

Yang Paling Berisik di Barisan Depan

Yang Paling Berisik di Barisan Depan Cerpen: oleh Ismilianto Tambut Sudar bertanya bukan dengan emosi, tapi dengan luka. “Kenapa sekarang orang lebih takut pada celana orang lain daripada takut pada hatinya sendiri?” Pertanyaan itu meledak di kepalaku ketika suatu malam masjid kami hampir...

Retak di Balik Kesembuhan

Retak di Balik Kesembuhan Cerpen: oleh IsmiliantoRina dan Arif tidak pernah berniat mencari jalan pintas. Mereka hanya ingin orang tua mereka kembali sehat. Namun keputusasaan sering membuat manusia berani melangkah ke tempat yang seharusnya tidak dimasuki. Rumah itu sunyi. Aroma asing mengambang di udara. Setelah...

Latest News

Terkait Dugaan Penggelapan BPJS, Pelapor Pertanyakan Keseriusan Penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar

REDAKSI SATU - Seorang pelapor, Asdi mempertanyakan penangan proses hukum dugaan tindak pidana penggelapan BPJS Ketenagakerjaan yang ditangani oleh...