Abang Long Sang Orator di Tragedi Rempang

0
89
abang long
Abang Long dikenal sebagai Datok Iswandi bin M Yakub atau biasa disapa Awie dan Abang Long, menjadi sorotan ketika aksi demo penggusuran Rempang di Batam Kepulauan Riau.

Abang Long dikenal oleh warga Rempang sebagai orator yang karismatik, dan mampu membakar semangat para pengunjuk rasa dengan orasi-orasinya. Pria tegap ini muncul pada saat aksi unjuk rasa yang berakhir kontroversial pada 11 September lalu di Bundaran BP Batam.

Dengan gagah berani, Abang Long memaparkan alasan mereka berunjuk rasa adalah untuk mempertahankan 16 Kampung Tua di Rempang dan Galang yang terancam hilang oleh pembangunan.

Namun, aksi ini berakhir ricuh. Sebanyak 43 orang, termasuk Iswandi atau Abang Long, ditangkap oleh aparat kepolisian.

Saat ditangkap ia menjadi satu-satunya yang menolak membuka bajunya di hadapan Kapolresta Barelang Kombes Pol. Nugroho hingga bikin terdiam.

Bahkan Kapolresta melarang orang yang mendesak meminta Abang Long untuk tidak melanjutkan.

Aksi berani Abang Long ini membuat banyak orang penasaran soal latar belakangnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Iswandi ternyata adalah alumni Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), angkatan 2000.

Penangkapan ini menarik perhatian dari Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY).

Dengan berbagai peristiwa yang terjadi, sosok Abang Long menjadi simbol dari dinamika kompleks aksi demonstrasi ini.

Kuasa Hukum Iswandi hingga kini masih belum bisa menjelaskan status hukum yang menjerat kliennya.

Pengacara Sandri Suwrdy, S,H mengungkapkan nasib Iswandi. “Kami belum mendapatkan validasi mengenai status Bang Awie, apakah sudah menjadi tersangka atau belum,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa ia belum bisa menemui Iswandi secara langsung.

“Kami telah memegang kuasa dari keluarga sejak kemarin, tetapi kami masih menunggu untuk bisa bertemu langsung dengan Bang Iswandi,” ujar Sandri yang hadir bersama tim kuasa hukum lainnya, Dr. Emy Hajar Abra.

BACA JUGA  Jabatan Politisi Ditinggalkan "Nof Erika" Konsentrasi di Organisasi

Sejauh ini tim kuasa hukum belum bisa memberitahukan mengenai kondisi dan keamanan Iswandi.

“Sebenarnya harus dipahami hal-hal terkait kondisi keadaan klien kami, diksi yang diberikan kepolisian sebagai atensi khusus”, ujar Dr. Emy

“Harusnya kuasa hukum dan penyidik bisa bersinergi keinginan kepolisian dan kuasa hukum terwadahi dengan baik dengan cara komunikasi yang cukup baik”, ungkapnya

“Kita juga pengen tahu kenapa dia dilabeli sebagai atensi khusus, sehingga tak mendapatkan haknya,” ujar Dr. Emy.

Dikutip dari indeksnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.