REDAKSI SATU – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) hingga saat ini marak terjadi di daerah aliran sungai Desa Tanjung Labai dan Desa Pandulangan, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
Untuk memastikan isu maraknya aktivitas PETI yang bukan lagi menjadi rahasia umum di daerah tersebut, Tim awak media pun melakukan investigasi langsung pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Dalam investigasi tersebut, Tim awak media melihat dan mendokumentasikan langsung aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di aliran sungai tersebut.

Menurut warga, aktivitas PETI di daerah tersebut selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian serius oleh institusi penegak hukum dan pemerintah daerah Kabupaten Ketapang.
“PETI di sini sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan maupun peringatan dari aparat. Tidak pernah ada teguran. Tambang ini jalan terus,” ungkap Narasumber.
Beberapa warga yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, aktivitas PETI di daerah tersebut diduga kuat sengaja dibiarkan oleh instansi dan institusi setempat.
Warga berharap, aktivitas PETI yang sudah berlangsung lama itu menjadi atensi Pemerintahan dan Institusi Penegak Hukum.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto secara tegas memberikan ultimatum kepada oknum Jenderal TNI dan Polri bilamana melakukan pembackingan terhadap aktivitas Pertambangan Ilegal. Ia mengintruksikan penertiban Pertambangan Ilegal.
Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Jumat 15 Agustus 2025.
Dalam pidatonya yang penuh semangat itu, Presiden Prabowo pun mengancam bakal menyikat seluruh jenderal hingga eks jenderal TNI/Polri yang membackingi aktivitas tambang ilegal di Indonesia.
Prabowo secara tegas mengaku tidak gentar untuk menindak tegas aktivitas tambang ilegal, tak peduli siapapun yang membackinginya. Dia mengaku mendapatkan laporan dari aparat bahwa terdapat sekitar 1.063 tambang ilegal.
Potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan, negara mengalami kerugian minimal Rp300 Triliun.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut meminta dukungan kepada seluruh MPR dan seluruh Partai Politik demi Rakyat Indonesia.
“Apakah ada orang-orang besar, Jenderal-jenderal dari manapun, apakah jenderal dari TNI atau jenderal Polisi atau mantan jenderal tidak ada alasan, kami akan bertindak atas nama rakyat,” kata Prabowo.
Ia juga mengingatkan para pimpinan dan anggota Partai, agar secepatnya menjadi justice Collaborator.
“Anda laporan aja. Karena walaupun kau Gerindra, tidak akan saya lindungi,” ujarnya.
Sebagai informasi, pidato kenegaraan presiden Prabowo Subianto ini disiarkan langsung melalui TV, channel YouTube dan media online, hingga diikuti oleh Jajaran pemerintah baik itu TNI/Polri hingga tingkat daerah.
Turut hadir dalam agenda Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, yakni diantaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta para anggota dewan yang hadir.
Mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno, hingga Wakil Presiden Ke-11 RI Boediono.
Tamu kehormatan internasional, sejumlah Ketua Parlemen ASEAN, serta para duta besar negara sahabat. Pimpinan lembaga negara dan pimpinan partai politik.



