Iklan
Iklan
BerandaPOLITIKPOLITISINusron Wahid: Keturunan Soekarno Minim Prestasi

Nusron Wahid: Keturunan Soekarno Minim Prestasi

Nusron Wahid minimnya prestasi keturunan Bung Karno adalah faktor yang menyebabkan anak-anak Presiden RI pertama itu tidak bisa kembali meneruskan posisi ayah mereka.

Nusron menyebut juga dengan presiden kedua, ‘Pak Harto pun nggak bisa. Kenapa?’. Keturuannya ‘karena nggak punya prestasi waktu muda itu,’ ujar Nusron dalam diskusi yang digelar lembaga Total Politik di Jakarta, Rabu (1/11).

Pernyataan Nusron Wahid yang juga anggota tim pemenangan Prabowo-Gibran ini mengejutkan banyak orang.

Menurut Nusron, minimnya prestasi adalah faktor yang menyebabkan Bung Karno dan presiden-presiden Indonesia selanjutnya tidak pernah diteruskan oleh anak mereka.

presiden Soekarno pun, kata Politis  Golkar itu “nggak bisa menjadikan Bu Mega jadi calon wakil presiden, Pak Harto pun nggak bisa. Kenapa? Karena nggak punya prestasi waktu muda itu,” ujarnya dalam diskusi yang digelar lembaga Total Politik di Jakarta, Rabu (1/11).

Dia juga menyebut soal anak Presiden RI-2 Soeharto yang tidak memilik kesempatan menjadi cawapres.

Dia menyebut nama Tutut dan Titiek Soeharto sebagai putri-putri Soeharto yang juga tak pernah berpeluang jadi cawapres.

Namun, Ia memuji Gibran yang dianggap mampu maju menjadi cawapres karena berani dan punya prestasi.

Ia menyebut bahwa majunya Gibran demi menjawab keinginan publik luas yang menginginkan generasi muda untuk menjadi pemimpin-pemimpin nasional.

“Dia (Gibran) hebat berani mengambil keputusan untuk mengambil keinginan rakyat untuk tampil anak muda menjadi cawapres, nggak gampang itu, usia 36 tahun menjadi cawapres.Ndak mungkin lah kita menjadikan Gibran itu kalau kita nggak yakin bahwa dia punya prestasi,” pungkasnya.

BACA JUGA  KPU Pontianak Gelar Rakor Persiapan Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemilu 2024 Tingkat Kota 

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.