Beranda INFO POLISI Modus Sembuhkan Penyakit, Adik Ipar Jadi Korban Perkosaan Pelaku

Modus Sembuhkan Penyakit, Adik Ipar Jadi Korban Perkosaan Pelaku

Modus
Ilustrasi
Dengan modus operandi membuka praktik pengobatan ritual untuk menyembuhkan penyakit, pelaku tega memperkosa adik iparnya sendiri yang masih kuliah, sampai akhirnya melahirkan anak tanpa bapak yang sah.

Peristiwa bejat pelaku dengan modus bisa sembuhkan penyakit ini terjadi pada akhir Januari 2021 lalu. Korbannya seorang perempuan berinisial MI (22) warga warga Waykanan, Lampung. menjadi korban pemerkosaan oleh kakak ipar, bernama Putra Suharyono alias PS.

Berdasarkan keterangan korban, berawal dari akhir Januari 2021, ia bertemu dengan kakak iparnya sepulang dari Pulau Jawa. Saat pertama bertemu pelaku yang berprofesi dengan modus sebagai paranormal penyembuhan non medis itu mengatakan bahwa ia memiliki penyakit serius.

BACA JUGA  7 Kg Lebih Sabu, BB Sitaan Berhasil Dimusnakan Polda Kalteng

“Dia bilang bahwa saya ada penyakit serius dan disuruh untuk menemuinya empat mata, yang kebetulan rumah kami bersebelahan,” terangnya korban saat berada di kediamannya di Bandar Lampung, Selasa (18/1/2022).

Akhirnya korban menemui pelaku PS. Disitu, pelaku dengan modus itu mulai mendoktrin bahwa korban memiliki penyakit kanker rahim hingga penyakit guna-guna.

Dengan modus seperti itu pelaku meyakinkan korban bahwa hanya dirinya yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.

BACA JUGA  Penyalahgunaan Narkotika 2 Kakak Beradik Ditangkap Polisi

“Di situ saya dibuat takut, tapi dia meyakinkan saya tidak perlu khawatir hanya dia yang bisa menyembuhkan. Dia bilang bakal menolong saya bahkan dia rela melakukan apa aja demi kesembuhan saya,” ucapnya.

Setelah itu, pelaku menyuruhnya untuk minum jamu rutin sehari tiga kali dan untuk menghilangkan kanker rahim. Pelaku menggunakan modus membeset perut korban menggunakan bambu sebanyak empat kali di waktu yang berbeda.

“Bekas luka seperti cakaran kucing. Dia bilang saya tidak boleh jauh-jauh darinya kalau gak ada kerjaan main ke rumahnya agar bisa di kontrol,” ujar MI.

BACA JUGA  Satgas Damai Cartenz-2022 Kerjasama Dinas Pertanian dan Pangan

Mulai dari ritual mandi kembang, hingga berzikir dan shalat sunah dilakukan untuk meyakinkan korban. Saat melancarkan aksinya, korban disuruh untuk sujud dengan waktu yang lama setelah selesai diperintah untuk minum air putih.

“Saya bangun disuruh lagi minum air putih. Terus sujud lagi. Di situ, saya mulai tidak sadarkan diri dan dia langsung melakukan tindak asusila di dalam kamarnya saat malam hari,” kata MI.

Kemudian pelaku PS menyetubuhinya sebanyak empat kali hingga akhirnya mengandung anak pelaku. Korban awalnya mulai curiga bahwa dirinya hamil. Namun, pelaku meyakinkan bahwa korban memiliki penyakit kanker rahim.

BACA JUGA  Kapolda Banten Sidak Pelabuhan Merak

“Dia yakinin saya kalau itu karena efek pengobatan kanker rahim diberi saya nenas muda diblender untuk di minum agar penyakit saya segera hilang,” katanya.

Kuasa hukum korban Dandhi Adiguna mengatakan ia melaporkan kejadian ini pada 2 Januari 2022, ke SPKT Way Kanan. Saat ini beberapa saksi sudah dimintai keterangan.

“Setelah kami konfirmasi masih dalam penyelidikan kami berharap agar cepat naik ke tahap sidik dan menjadi DPO untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Dandhi.

Selanjutnya keluarga tidak mencurigai bahwa korban dalam keadaan hamil. Kemudian kembali ke pulau Jawa melanjutkan perkuliahan. Di sana, dia melahirkan anak pelaku.

BACA JUGA  Vaksinasi Harian Polda Aceh Capai 32.239 Orang

“Dia membawa anak saya ke kampung. Dia bilang sama keluarga saya, saya dihamili oleh pacar saya padahal oleh dia,”katanya.

Atas kejadian tersebut, pelaku melaporkan kejadian ini ke Polres Waykanan didampingi oleh penasihat hukumnya Ahmad Ardinald dan Dandhi Adiguna. Adapun bukti laporan TBL/B-02/I/2022/Polda Lpg/Res WK/SPKT.

Kuasa hukum korban Dandhi Adiguna mengatakan ia melaporkan kejadian ini pada 2 Januari 2022, ke SPKT Way Kanan. Saat ini beberapa saksi sudah dimintai keterangan.

“Setelah kami konfirmasi masih dalam penyelidikan kami berharap agar cepat naik ke tahap sidik dan menjadi DPO untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Dandhi.

Kemudian Ahmad Ardinald mengatakan, pelaku sudah kabur saat ingin ditemui di rumah yang bersebelahan dengan korban.

“Pelaku kabur. Kabarnya ke pulau Jawa dia mengaku orang Solo ke warga situ,”katanya.

[*to-65]

BACA JUGA  Antisipasi PMK, Polisi di Kubu Raya Cek Kondisi Kesehatan Sapi
Artikel sebelumyaKabur Saat Mau Ditangkap, Polisi Harus Tembak Kaki Pencuri
Artikel berikutnyaKapolri dan Menkes Tinjau PLBN Entikong dan PLBN Aruk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.