Iklan
Iklan
BerandaKEJAKSAANMarak GGA Anak, Hasan Basri Minta BPOM Tegas Pada Produsen

Marak GGA Anak, Hasan Basri Minta BPOM Tegas Pada Produsen

Marak Penyakit Gagal Ginjal Akut pada Anak-anak, Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI)  Hasan Basri Minta BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan, tegas kepada Produsen

Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri meminta, Pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait lemahnya deteksi dini terhadap gangguan ginjal akut pada anak.

Hal tersebut menurut Hasan Basri lantaran maraknya kasus gagal ginjal akut akibat obat sirup yang mengandung bahan kimia adalah Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang mendera lebih dari 200 anak Indonesia.

BACA JUGA  Pemda Tidak Berikan Kejelasan Status Tanah Yang Telah Dihuni Sejak 1834

“Dengan adanya kasus gagal ginjal akut pada anak, Indonesia harus melakukan transformasi sektor Kesehatan,” kata Hasan Basri

“Adanya kasus-kasus yang ditemukan di negara lain semestinya menjadi pemicu untuk dilakukannya deteksi dini di Indonesia. Bukan justru menunggu jatuhnya korban jiwa, baru bergerak melakukan penelitian,” lanjut Hasan Basri, Sabtu (22/10/2022).

Hasan Basri mengatakan penetapan kondisi KLB untuk kasus gangguan ginjal akut pada anak harus menunggu hasil kerja tim yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyelidiki kasus tersebut.

BACA JUGA  4 Orang Pekerja Proyek Jalan Dibunuh Oleh TPNPB-OPM

“Saya mendorong agar tim bekerja sigap dan ekstra agar hasilnya segera ada. Baik itu menyangkut penyebab, gejala, upaya penanganan dan lain sebagainya. Sampai saat ini kita masih belum dapat mengungkap banyak terkait kasus gangguan ginjal misterius ini,” ujarnya.

Hasan Basri menilai, adanya kasus baru ini, penyelidikan harus dipercepat untuk menghindari semakin banyak korban yang berjatuhan.

Pemerintah harus memberi dukungan maksimal agar tim dapat bekerja menunaikan tugasnya dengan cepat. Ini perkara prioritas yang harus diselesaikan,” katanya.

BACA JUGA  Anggaran Kemiskinan Disinyalir Tersedot Kegiatan Rapat Hingga Studi Banding

Hasan Basri meminta kepada pemerintah untuk memastikan kesiapan faskes dan ketersediaan alat dan obat yang dibutuhkan dalam menangani kasus ini.

“Cek apakah fasilitas keseahatn dan Rumah Sakit mana saja yang siap menangani jika ada anak bergejala yang datang berobat. Bagaimana dengan ketersediaan alat dan obat penunjang,” ungkapnya.

“Kita harus memperhatikan bagaimana fasilitas kesehatan daerah tidak sama di setiap wilayah. Bagi daerah yang fasilitas kesehatannya belum memadai, diperlukan penanganan lanjutan ke tempat lain yang dapat menangani penyakit gagal ginjal akut pada anak,” tukasnya.

BACA JUGA  Seorang Warga di Kalbar Meninggal Dunia saat Membakar Lahan

Senator asal Kalimantan Utara itu pun meminta pengawasan terhadap produksi obat semakin diperketat.

“Kita (DPD RI) minta kepada BPOM tegas terhadap produsen, apabila ada kelalaian dari pihak produsen obat, harus diusut tuntas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Hasan Basri

Hasan Basri yang akrab disapa HB juga mendorong kepada pemerintah daerah untuk bergerak cepat melakukan deteksi dini dan siaga dalam melayani pasien anak dengan gagal ginjal akut. Apalagi, sejumlah daerah belum memiliki layanan cuci darah untuk anak atau hemodialisa yang terbatas.

BACA JUGA  Masyarakat Papua Bisa Gugat Jika Pendidikan Gratis Tidak Sesuai Aturan

Sentor asal Kalimantan Utara itu pun, mendorong Pemerintah untuk membuat kebijakan, dan mengalokasikan anggaran khusus untuk menangani kasus ini, agar dapat membantu masyarakat ekonomi rendah yang anaknya menderita tanda-tanda gagal ginjal akut.

Penetapan kasus ini sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) dapat memudahkan koordinasi berbagai pihak terkait, baik di lintas daerah dan provinsi, maupun secara nasional.

“Tentunya juga akan menyempurnakan sistem penanganan kasus dan mengoptimalkan SDM (Sumber Daya Manusia) kesehatan, serta penanggulangan fenomena penyakit ini,” tuturnya mengakhiri.

BACA JUGA  Gelar Apel Gabungan, Polri-TNI di Sintang Tingkatkan Sinergitas

SIARAN PERS
KETUA KOMITE III DPD RI
Sabtu, 22 Oktober 2022

Editor: Khairul Ramadan

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.