Beranda NASIONAL Lahan Digusur PTPN XIV  Masyarakat  Mengadu ke Ketua DPD RI

Lahan Digusur PTPN XIV  Masyarakat  Mengadu ke Ketua DPD RI

LAHAN
"Tak hanya lahan pertanian tetapi juga pemukiman dan peternakan kami juga tergusur
Lahan Pertanian Tergusur PTPN XIV, Aliansi Masyarakat Massenrempulu Mengadu ke Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Kamis 7/04/2022. 

Aliansi Masyarakat Massenrempulu yang menemui LaNyala, Kusman perwakilan dari Desa Karrang, M Idris (Karrang), Kamaria Kadir (Batu Mila), Firdaus (Batu Mila), Zulfikar dan Rahmawati Karim (Enrekang).

Rahmawati Karim mengatakan areal pertaniannya tergusur oleh pembangunan PTPN XIV – Unit Usaha Kebun Keera Maroangin di Kecamatan Malwa dan Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

“Tak hanya lahan pertanian tetapi juga pemukiman dan peternakan kami juga tergusur,” kata dia.

BACA JUGA  Kapolri Minta Forkopimda Kawal Proses Distribusi Minyak Goreng Curah

Dijelaskannya, tahun 1973 PT Bina Mulia Ternak (BMT) mengontrak lahan warga selama 15 tahun dan diperpanjang untuk kedua kali, sehingga masa berlaku habis pada tahun 2003.

Pada tahun 1973 juga PT BMT mendapat konsesi HGU untuk peternakan sapi dengan HGU Nomor 01/ENREKANG/73 tanggal 27 April 1973 SK Mendagri Nomor 22/HGU/73 seluas 5.230 hektare. Tahun 1996, PT BMT dilebur jadi PTPN XIV.

“Kemudian bisnis dialihkan ke perkebunan ubi. Namun, tidak semua lahan yang diklaim PTPN ditanami ubi. HGU habis tahun 2003 dan Pemkab Enrekang menolak memperpanjang HGU PTPN XIV,” ujarnya.

LAHAN
Aliansi Masyarakat Massenrempulu Mengadu ke Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

 

Tahun 2014-2015, reorganisasi kapital holding PTPN XIV-PTPN III dan menjadikan Unit Usaha Kebun Keera-Maroangin untuk perkebunan sawit di Kabupaten Enrekang. Tahun 2016 dilakukan pembibitan sawit di Maroangin, Kecamatan Malwa untuk pembibitan di Luwu.

BACA JUGA  Penambang Sumur Minyak Tua Mengadu ke Ketua DPD RI

“Namun nyatanya ditanam di lahan garapan warga. Sejak 2017 penanaman dilakukan di empat desa/kelurahan di Kecamatan Malwa,” katanya.

Sejak tahun 2016 warga di Desa Patondon Salu, Lingkungan Pakkodi Kelurahan Bangkala, Desa Botto Malangga, Desa Batu Milla, Kecamatan Malwa, Desa Karrang Kecamatan Cendana lahannya dirampas.

“Sampai saat ini kami terus melakukan perlawanan. Kami sudah tergusur dari lahan pertanian kami, dari tempat kami bermukim dan tempat kami mengais rejeki,” kata dia.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengaku prihatin dengan peristiwa yang menimpa warga. Ia berharap hal tersebut dapat segera dituntaskan dengan tanpa merugikan masyarakat yang telah bermukim sejak lama.

lahan
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
BACA JUGA  Kapolri: Awasi Distribusi dan Harga Penjualan Minyak Goreng

“Saya berharap win-win solution. Masyarakat juga tak boleh dirugikan atas peristiwa ini,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu meminta pihak terkait untuk menghentikan aktivitas penggusuran hingga persoalan menemui titik terang.

“Saya minta hentikan dulu segala aktivitas penggusuran hingga persoalan ini selesai. Dalam waktu dekat, saya akan panggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegas LaNyalla.

Menurut LaNyalla, masyarakat tetap memiliki hak untuk tempat tinggal dan lahan pertanian mereka harus mendapatkan ganti untung jika ingin digunakan untuk kepentingan bisnis PTPN XIV.

“Hak-hak masyarakat tak boleh dirampas. Mereka harus mendapatkan apa yang dia tinggalkan atas nama kepentingan pembangunan bisnis PTPN,” papar LaNyalla.(*)

BACA JUGA  Komite I DPD RI Dorong Percepat Revisi UU ITE

Siaran Pers Ketua DPD RI
Kamis, 7 April 2022

lanyallacenter

Artikel sebelumyaFilep Harap Pemerintah Buka Komunikasi Dengan Pihak Kontra Pemekaran
Artikel berikutnyaBidpropam Polda Kalbar Gelar Rakernis Tahun Anggaran 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.