Beranda Uncategorized KKB Klaim Sebagai Korban Pelanggaran HAM

KKB Klaim Sebagai Korban Pelanggaran HAM

KKB
KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua makin gencar melakukan teror. Di awal tahun 2022, sejumlah korban jiwa telah berjatuhan jadi korban kebrutalan KKB Papua.

KKB Papua terus menerus mengkampanyekan diri sebagai korban dari militer, maupun Pemerintahan Indonesia. Padahal, mereka tak henti-hentinya menebar teror di Bumi Cenderawasih yang mengakibatkan tak sedikit korban jiwa berguguran.

Bahkan, KKB Papua juga mengklaim sebagai korban dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). KKB Papua kini makin gencar menebar ancaman, termasuk ke kepada daerah.

BACA JUGA  Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur di Bartim Masih Didalami Polisi

Kali ini sasarannya adalah Bupati Paniai, Meky Nawipa. Mereka memberi ancaman kepada Meky Nawipa dan jajarannya supaya menghentikan pembangunan di wilayahnya. Ancaman itu disampaikan langsung juru bicara KKB Papua dari sayap OPM, Sebby Sambom.

Dikutip dari Tribbunpalu.com, Sebby Sambom menolak pembangunan di wilayah Kabupaten Paniai. Ia menyebut, tak akan segan-segan mengerahkan anggotanya untuk menyerang wilayah tersebut jika peringatan diabaikan.

“Kami peringatkan Bupati Paniai untuk tolak pembangunan di Indonesia,” kata Sebby Sambom.

BACA JUGA  2 Maling Tabung Gas, Berhasil Dibekuk Polisi

“Orang Papua tidak perlu pembangunan dari Indonesia, mereka hanya minta hak untuk menentukan nasib sendiri secara mandiri,” tambahnya.

Tak hanya mengancam Bupati Paniai, mereka juga memperingatkan soal kontak tembak yang mungkin kembali terjadi.Mereka lagi-lagi meminta pemerintah Indonesia untuk menarik pasukan militer dari Papua. Sebby menyebut, pihak tak akan segan-segan ancam senjata untuk melawan TNI-Polri.

“Kami siap melawan TNI-Polri yang datang di wilayah Kabupaten Paniai,” kata Sebby Sambom.

BACA JUGA  Sindikat Pinjaman Online Ilegal Harus Dibongkar

Sebelumnya, sempat beredar juga ancaman perang KKB Papua di Distrik Kebo, Kabupaten Paniai. Video dari KSP itu menyasar aparat keamanan TNI-Polri. Tak hanya itu, pesawat sipil dan Bupati Paniai, Meki Frits Nawipa, juga turut disebut dalam video ancaman yang beredar.

“Pada 14 Maret 2021, di Kab. Paniai, telah didapatkan video berdurasi 15 menit 29 detik yang berisi tentang komunikasi menggunakan HT antara terindikasi pimpinan KSP Intan Jaya di Distrik Kebo, Kab. Paniai dengan 1 orang KSP (terindikasi anggota KSP Intan Jaya).

Di dalam video tersebut, terdapat 3 orang KSP, dengan rincian: 1 orang berbicara menggunakan HT dan memegang 1 HT (Total terdapat 2 HT), 1 orang membawa senjata api laras pendek jenis revolver, dan 1 orang yang merekam.

BACA JUGA  2 Pelaku Sabu Berhasil Ditangkap Polisi di Areal Perkebunan

Selain itu, didalam video terindikasi juga total 2 HT dan terdapat 1 tas berisi amunisi Senpi laras panjang. Selanjutnya, adapun inti percakapan di dalam video tersebut, sebagai berikut :

1. Meminta agar semua pucuk yang berada di Kampung Magataga (Perbatasan Kab. Paniai dengan Kab. Intan Jaya) untuk dibawa ke Kab. Paniai karena pihaknya akan membuat tembakan di Distrik Kebo, Kab. Paniai.

2. Berencana akan melakukan gangguan terhadap kampung asal Meki Fritz Nawipa (Bupati Paniai) dan Frans Nawipa (Jaringan Penyelundup Senjata Api dan Munisi Ilegal Nabire – Paniai) beserta keluarganya.

Baik itu yang berada di Kebo, Pasir Putih, Komopa, maupun di Enarotali, yang telah bekerja sama dengan TNI-Polri.

3. Sudah melaporkan ke Markas Ugimba (Kab. Intan Jaya) dan menyampaikan kepada Komandan Operasi a.n. Guspi Waker untuk segera mengirimkan anak-anak (Pasukan) karena pihaknya akan membunuh orang di Enarotali, Kab. Paniai.

Hal ini dikarenakan Bupati Paniai dan keluarganya tidak bertanggung jawab terhadap uang miliknya sebesar Rp 2,35 Miliar..

4. Pihaknya akan membuat perang di Enarotali, Kab. Paniai.

Salah satunya dengan melakukan tembakan terhadap pesawat, baik pesawat sipil maupun helikopter TNI-Polri. Tembakan akan dilakukan dari Daruto (salah satu kampung di Distrik Paniai Timur, Kab. Paniai).

5. Meminta agar senjata di Kab. Intan Jaya, seperti sniper 2 pucuk, AK-47 3 pucuk, dan M16 6 pucuk, agar dibawa ke Distrik Kebo, Kab. Paniai, dan selanjutnya akan memancing keributan dengan membuang-buang tembakan.

6. Telah meminta semua komando operasi Kodap VIII Intan Jaya untuk berhenti berperang dan menggeser peperangan di Kab. Paniai. Kemudian, semua pasukan dari Damianus Yogi (Damianus Magai Yogi @ Rimba Ribut – Pangkodap IV/Paniai) dan Pasukan Otto Jemmy (Otto Jemmy Magai Yogi @ Tiup – Pangopslap dan Kepala Staf KSP Kodap IV/Paniai) harus turut serta bergabung.

7. Sudah sekitar 2 bulan berada di Kab. Paniai dan sampai saat ini Bupati Paniai tidak memberikan jawaban apa-apa, padahal janjinya sejak 10 Februari 2021.

[Red]

BACA JUGA  Pelatihan Sadar Wisata di Nagari Koto Baru 2021
Artikel sebelumyaFasKes Jadi Prioritas Dalam Musrenbang 2022 Kecamatan Serpong Utara
Artikel berikutnyaKereta Kelinci Terjun ke Selokan di Madiun, 7 Orang Jadi Korban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.