spot_img

Ketum BPM Kalbar Ungkap Skandal Dugaan Korupsi Bank Kalbar

REDAKSI SATU – Ketua Umum Barisan Pemuda Melayu Kalimantan Barat (Ketum BPM Kalbar), Gusti Eddy mengungkapkan Bank Kalbar sebagai satu diantara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Barat tidak benar-benar bersih dari kasus dugaan korupsi.

Berdasarkan catatan Ketum BPM Kalbar, tercatat beberapa kasus masih menggantung dan belum ada penindakan hingga tuntas oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

“Tentu ini jadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk menciptakan Kalimantan Barat yang lebih baik dan tentunya bersih,” sindir Eddy saat dikonfirmasi Redaksi Satu di Pontianak, pada Minggu 13 Juli 2025.

BACA JUGA  Saat Penyuluhan Hukum dari Kejati Kalbar, Nelayan di Singkawang Ungkap Kelangkaan BBM
BPM
Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat.

Lanjut Ketum BPM Kalbar, Gusti Eddy menyebut berikut daftar kasus dugaan korupsi Bank Kalbar:
1. Kasus Pengadaan Tanah Kantor Pusat Bank Kalbar
Tiga mantan pejabat Bank Kalbar, Sudirman (Direktur Utama), Syamsir Ismail (Direktur Umum), dan M. Faridhan (Ketua Panitia Pengadaan), diduga terlibat dalam korupsi pengadaan lahan seluas 7.883 m² untuk pembangunan kantor pusat di Jalan Ahmad Yani, Pontianak.

“Nilai proyek tersebut mencapai Rp99,1 miliar, dengan indikasi kerugian negara sekitar Rp39 miliar akibat kelebihan pembayaran,” tandasnya.

Ketiga Tiga mantan pejabat Bank Kalbar sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena mangkir dari panggilan penyidik.

BACA JUGA  Pasca Penggeledahan, Terkuak Oknum DPR RI Diduga dalam Pusaran Kasus Korupsi Navigasi
BPM
Surat Pengunduran diri Rokidi selaku Dirut Bank Kalbar

“Namun, pada akhir April 2025, mereka menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan saat ini ditahan di Rutan Kelas II Pontianak untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Ketum BPM Kalbar, Gusti Eddy.

2. Kredit Fiktif dan Kredit Bermasalah
Bank Kalbar juga menghadapi sejumlah kasus kredit bermasalah yang masih dalam penyelidikan:
a. Kredit Bodong Proyek Waterfront Sambas (2022): Kerugian sebesar Rp4,7 miliar akibat pinjaman untuk proyek tanpa kontrak resmi.
b. Kredit Proyek Pelabuhan Pelindo Ketapang: Pinjaman senilai Rp34 miliar yang hingga kini masih diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar.
c. Kredit Bermasalah di Cabang Sintang dan Menjalin: Kerugian masing-masing sebesar Rp1,2 miliar dan Rp3,2 miliar, dengan dugaan penyalahgunaan dana, termasuk untuk judi online.

BACA JUGA  Kebakaran di Gang Kober Gara-Gara Pemilik Rumah Main Game, 2 Orang Tewas 152 Rumah Ludes Terbakar
BACA JUGA  Stunting di Kecamatan Nanga Pinoh Mencapai 29,64 Persen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img