Iklan
Iklan
BerandaUncategorizedKetua DPD RI Cerita Pada Tan Chuan-Jin Sistem PT 20 Persen di...

Ketua DPD RI Cerita Pada Tan Chuan-Jin Sistem PT 20 Persen di Indonesia 

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menceritakan kepada Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan-Jin, sistem tata negara yang menganut ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen di Indonesia, saat bertemu , di komplek Parlemen Singapura, Kamis (13/10/2022).

Ketua DPD RI LaNyalla, juga menceritakan upayanya untuk menggugat ambang batas tersebut melalui Mahkamah Konstitusi di Indonesia. Namun gugatannya ditolak. Sehingga sampai hari ini, Indonesia masih menganut sistem presidential threshold tersebut.

“Sistem ini merugikan. Karena membatasi partai politik dalam mencalonkan kader terbaik atau putra putri terbaik di Indonesia. Sehingga calon presiden menjadi terbatas. Dan peluang untuk terlibatnya oligarki ekonomi yang berkolaborasi dengan partai politik sangat mungkin terjadi,” tukas Ketua DPD RI LaNyalla.

BACA JUGA  Dendam Kesumat, Pria di Aceh Ini Bakar Rumah dan Mobil 2 Tetangganya

Senator asal Jawa Timur itu juga menceritakan sistem asli Indonesia, yaitu Demokrasi Pancasila, yang dirancang para pendiri bangsa, sejatinya bersifat sistem perwakilan. Karena Sila keempat dari Pancasila adalah wujud dari sistem perwakilan dan penjelmaan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari partai politik, wakil daerah dan wakil dari golongan-golongan.

“Mereka ini yang merupakan representasi dari kedaulatan rakyat, yang menentukan arah perjalanan bangsa dan memilih presiden sebagai mandataris yang menjalankan arah dan kebijakan negara yang telah mereka susun,” urai Ketua DPD RI LaNyalla.

ketua DPD RI

Hal itulah yang sekarang ia perjuangkan sebagai tawaran gagasan kepada seluruh rakyat Indonesia, agar Indonesia kembali berdaulat, mandiri dan berdikari. Karena, hakekat dari pemerintahan adalah pemerintahan yang menjalankan apa yang dikehendaki rakyat. Bukan apa yang dikehendaki presiden.

BACA JUGA  Diberhentikan Bupati THL Mengadu ke Ketua DPD RI

Dalam kunjungan yang berlangsung selama satu jam itu, LaNyalla dan Tan Chuan-Jin bertukar informasi mengenai sistem perwakilan legislatif serta tata cara pemilihan presiden di kedua negara.

Tan Chuan-Jin mengajukan pertanyaan terkait batas-batas kewenangan DPD RI dalam sistem parlemen Indonesia. LaNyalla menjelaskan, bahwa dua per tiga kewenangan parlemen Indonesia berada di tangan DPR, sehingga kewenangan DPD masih sangat terbatas.

LaNyalla menambahkan, perjuangannya bukan saja untuk memperkuat posisi dan kewenangan DPD RI. Tetapi juga untuk merombak sistem pemilihan presiden yang tak cocok diterapkan di Indonesia, sebagai negara kepulauan yang sangat luas.

BACA JUGA  Demo Tuntut Plasma di PT Mustika Sembuluh Benar-benar Sempat Memanas
Ketua DPD RI

LaNyalla juga menjelaskan tentang sistem pemilihan anggota legislatif di Indonesia, termasuk pemilihan para senator dari 34 provinsi.

Tokoh asal Bugis yang besar di Surabaya itu mengatakan bahwa ia dipilih oleh lebih dari 2,2 juta pemilih di Jawa Timur untuk menjadi wakil atau senator mereka. Karena itu, ia memikul tanggung jawab dan berkewajiban menyuarakan aspirasi mereka.

Sementara itu, Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan-Jin, menjelaskan tentang sejarah dan tata cara pemilihan presiden dan anggota legislatif di Singapura yang tidak sama dengan cara Indonesia memilih presiden dan anggota-anggota legislatif.

BACA JUGA  Bupati Rohil Kembali Lantik Puluhan Pejabat Eselon II

Menurutnya, Pemerintahan Singapura dibentuk sesuai sistem Westminster yang memiliki tiga cabang kekuasaan, yaitu Legislatur yang terdiri dari presiden dan parlemen; Eksekutif yang terdiri dari menteri-menteri kabinet serta pemangku jabatan lainnya dan dikepalai oleh perdana menteri; serta Judikatur yang membuat undang-undang.

Eksekutif menjalankan undang-undang, sementara Judikatur memberikan interpretasi terhadap undang-undang melalui pengadilan. Dalam sistem ini perdana menteri mengepalai pemerintahan dan presiden berfungsi sebagai kepala negara Singapura.

ketua dpd ri

Tan Chuan-Jin juga menjelaskan bahwa anggota parlemen Singapura dipilih melalui pemilihan umum reguler dan pemimpin partai politik yang menguasai jumlah mayoritas kursi di parlemen unikameral ini diminta oleh presiden untuk menjadi perdana menteri. Setelah itu, perdana menteri memilih anggota-anggota parlemen hasil pemilu (elected MPs) untuk duduk di kabinetnya.

BACA JUGA  GOW Peduli Selain Jalin Silaturahmi, Juga Bantu Korban Bencana

Parlemen Singapura yang sekarang adalah parlemen ke-14 yang terdiri dari 103 anggota yang mencakup 92 anggota terpilih hasil pemilu, dua anggota non-konstituen, dan 9 anggota hasil penunjukan.

Sebelum mengadakan pembicaraan, Tan Chuan-Jin membawa Ketua DPD RI LaNyalla, ke berbagai ruangan parlemen Singapura, termasuk ruang sidang paripurna. Ia bahkan meminta Ketua DPD RI duduk di kursi ketua parlemen.

Pertemuan kedua pemimpin tersebut berlangsung dalam suasana yang sangat bersahabat dan merupakan pertemuan kedua setelah Tan Chuan-Jin berkunjung ke DPD RI pada 5 Oktober 2022.(*)

BACA JUGA  LaNyalla Sesalkan Penanganan Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Dengan Gas Air Mata

SIARAN PERS
Ketua DPD RI
Kamis, 13 Oktober 2022
———–

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.