Heboh!! Hotel Mewah di Jakarta Ajang Pesta Sex Sesama Jenis

Jakarta, redaksisatu.id – Sebuah kamar hotel mewah di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, (27/5/2025).

Hotel mewah suasana tenang kini mendadak berubah, menjadi lokasi penggerebekan aparat kepolisian.

Setelah terbongkarnya pesta seks sesama jenis bertema orgy pada akhir pekan lalu.

BACA JUGA  Pedagang Berdiri Diatas Lahan BMKG Kini Berubah Sepi

Di tengah deru musik dan suasana remang-remang, di kamar 824 hotel bintang empat itu.

Sembilan pria tertangkap tangan sedang terlibat dalam aktivitas seksual, memicu kehebohan sekaligus sorotan publik.

Kamar Dipesan untuk “Pesta Ulang Tahun

Pesta seksual dilakukan sesama jenis menjadi fenomena tersembunyi, di balik kemewahan hotel ibu kota.

BACA JUGA  Malam Yang Sunyi Berubah Wanita Ancam Bunuh Diri Lewat Medsos

Penggerebekan ini dilakukan oleh jajaran Polsek Metro Setiabudi, setelah menerima informasi dari warga sekitar.

Warga telah mencurigai adanya aktivitas, tidak wajar di hotel tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar Senin (26/5), Kapolsek Setiabudi Kompol Firman mengungkapkan.

BACA JUGA  Proyek Kereta Cepat Luhut Berikan Penjelasan Begini!!

Bahwa, laporan masyarakat itu masuk pada Jumat malam, 24 Mei 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Awalnya kami menerima laporan bahwa kegiatan, mencurigakan terjadi di kamar 826.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata aktivitas mencurigakan terjadi di kamar 824,” ujar Firman.

BACA JUGA  Kuasai Lahan BMKG Polisi Jerat Ormas GJ Temukan Bukti Baru

Menurut hasil penyelidikan, kamar tersebut telah menjadi titik lalu lalang mencurigakan sejak pukul 15.00 WIB.

Pria-pria tampak berdatangan sendiri hingga berkelompok, dan tercatat sekitar 17 orang.

Mereka masuk silih berganti ke kamar tersebut, dan menguatkan dugaan bahwa sedang berlangsung suatu acara tersembunyi.

BACA JUGA  Kemenko Polkam Bahas Angka Kriminalitas di Sulsel

Daftar Peserta dan Barang Bukti

Selain DRH, delapan pria lainnya turut diamankan, masing-masing berinisial WG (36), AS (33), A (33), DH (25), PSJ (39), DJ (29), ED (39), dan AS (41).

Mereka semua kini telah dikembalikan ke pihak keluarga, setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan dinyatakan negatif narkoba berdasarkan hasil tes urine.

“Kalau untuk narkoba, tidak ditemukan. Semua hasil tes urin menunjukkan negatif,” tegas Kapolsek.

BACA JUGA  Penyebaran Isu Ijazah "Jokowi" Siapakah Aktor Dalangnya..?

Namun demikian, barang bukti yang ditemukan di kamar tersebut cukup menggambarkan apa yang terjadi di balik pintu tertutup kamar hotel tersebut.

Di antaranya:

2 botol gel pelumas,

2 botol minyak pelumas,

4 alat kontrasepsi,

1 alat kontrasepsi bekas pakai,

2 obat-obatan,

1 botol kaca berisi cairan poppers (zat kimia yang biasa digunakan untuk meningkatkan sensasi seksual),

BACA JUGA  17 Anggota GRIB Jaya Tangsel dan Ahli Waris di Tangkap Polisi

2 potong celana dalam pria,

1 lembar sprei putih,

dan 1 bathrobe hotel warna putih.

Dijerat UU Pornografi dan Pasal Perdagangan Seksual

Atas perbuatannya, DRH alias K dijerat dengan dua pasal sekaligus.

Pertama, Pasal 33 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

BACA JUGA  Kasus Korupsi Nadiem Makarim Mengguncang Dunia Pendidikan

Yang mengatur tentang penyelenggaraan kegiatan pornografi, dengan ancaman penjara minimal dua tahun dan maksimal lima belas tahun, serta denda mulai dari Rp 1 miliar hingga Rp 7,5 miliar.

Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 296 KUHP terkait, praktik memfasilitasi perbuatan cabul.

Yang diancam dengan pidana penjara hingga satu tahun empat bulan, atau denda maksimal lima belas ribu rupiah.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya, Mengantongi Bukti Kasus Pimpinan KPK

Fenomena yang Perlu Diwaspadai Kasus ini kembali mengingatkan publik bahwa di tengah kemewahan fasilitas hotel berbintang, bisa saja terselubung aktivitas yang melanggar hukum dan norma sosial.

Aparat kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, dan segera melaporkan aktivitas yang dianggap mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami akan terus menindak tegas segala bentuk aktivitas yang melanggar hukum.

BACA JUGA  Pembunuhan Sadis Gegara Hutang Rp3.5 Juta di Sumatera Barat

Apalagi yang mengandung unsur pornografi dan, penyimpangan moral di ruang publik,” pungkas Kompol Firman.(MOND).

BACA JUGA  Beredar Jual Beli Hutan Terbongkar Percakapan WhatsApp Wali Nagari

iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img