spot_img

Beijing Kritik Atas Pernyataan Wakil Presiden AS

Redaksi Satu – Beijing menyerang balik atas pernyataan, Wakil Presiden AS JD Vance tentang petani Tiongkok, dalam wawancaranya soal tarif perdagangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian, mengutip pernyataan dari Wakil Presiden AS JD Vance ‘Bodoh dan Tidak Sopan’ terhadap Tiongkok.

Beijing membalas pernyataan setelah wakil presiden AS, JD Vance, menyebut “petani Tiongkok” dalam sebuah wawancara yang membela tarif Donald Trump.

BACA JUGA  Sidang Paripurna DPR, di Tunda Tidak Mencukupi Jumlah Anggota

Berbicara kepada Fox News minggu lalu, Vance bertanya: “Apa yang didapat ekonomi globalis didasarkan pada dua prinsip .

Menyinggung persoalan hutang dalam jumlah besar, untuk membeli barang-barang yang dibuat negara lain untuk kita.

Untuk membuatnya lebih jelas, kami meminjam uang dari petani Tiongkok untuk membeli barang-barang yang diproduksi oleh petani Tiongkok tersebut.”

BACA JUGA  Joe Biden Keliling Udara, Investigasi Jembatan Baltimore Runtuh

Ia menambahkan: “Itu bukan resep untuk kemakmuran ekonomi, itu bukan resep untuk harga rendah, dan itu bukan resep untuk pekerjaan yang baik di Amerika Serikat.”

Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, ditanyai tentang komentar tersebut pada hari Selasa dan berkata:

Sangat mengherankan dan menyedihkan, mendengar pernyataan wakil presiden ini. Membuat pernyataan yang tidak tahu apa-apa dan tidak sopan.”

BACA JUGA  Heboh Suami Kepergok Selingkuh, Istrinya Malah Memeluk Kekasih Suami

Kementerian luar negeri mengatakan: “Tekanan, ancaman dan pemerasan bukanlah cara yang tepat untuk menghadapi China .”

Komentar Vance telah memicu reaksi keras, di kalangan pengguna internet China.

Kita mungkin petani, tetapi kita memiliki sistem kereta api berkecepatan tinggi terbaik di dunia.

BACA JUGA  Wapres AS Kamala Harris, Jadi Perhatian Publik Jelang Januari 2024

Kemampuan logistik terkuat, dan teknologi AI, kendaraan otonom, dan drone terdepan.

Bukankah petani seperti itu cukup mengesankan?” tulis seorang pengguna Weibo, menurut CNN.

Tiongkok mengatakan, akan “berjuang sampai akhir” jika AS terus meningkatkan perang dagangnya.

BACA JUGA  Akui Kekalahan Pemilu, Magdalena Andersson Mundur Dari Perdana Menteri

Setelah Donald Trump akan mengancam menambahkan tarif tambahan nya sebesar 50% pada impor Tiongkok.

Jika Tiongkok tidak menarik kenaikan tarif sebesar 34% di atas pelanggaran perdagangan jangka panjang yang telah mereka lakukan paling lambat besok, 8 April 2025.

Amerika Serikat akan mengenakan tarif tambahan, sebesar 50% kepada Tiongkok, yang akan berlaku mulai 9 April,” tulis Trump di Truth Social.

BACA JUGA  Australia di Landa Kemarau dan El Nino Mulai Bermunculan

Tarif Trump terhadap China merupakan tarif terbaru di antara sejumlah tarif yang ditujukan kepada mitra dagang AS di seluruh dunia.

Tarif tersebut telah menyebabkan kerugian serius pada pasar saham di seluruh dunia. (Dilansir The Guardian-Red).

BACA JUGA  Puan Maharani Ajak Warga Indonesia di Tiongkok Bersinergi Membangun Bangsa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img