DHARMASRAYA — Peringatan satu tahun Partai Rakyat Indonesia (PRI) di Sumatera Barat tidak hanya menjadi ajang seremoni organisasi. Momentum tersebut sekaligus dijadikan ruang untuk memperkuat komitmen partai agar lebih dekat dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Perayaan HUT pertama PRI di Sumatera Barat dipusatkan di Hotel Sakato, Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan dipimpin Ketua dan Sekretaris DPD PRI Sumbar, Marlon Martua dan Edi Anwar, dan dihadiri jajaran pengurus DPD, serta para ketua DPC PRI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Sejumlah organisasi sayap PRI juga hadir, di antaranyaKetua Angkatan Muda Rakyat Indonesia (AMRI), Muslimah Rakyat Indonesia (MURI), dan Perempuan Rakyat Indonesia (PERI).
Peringatan HUT pertama ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Untuk agenda nasional, seluruh DPD dan DPC PRI mengikuti pertemuan virtual bersama DPP PRI yang dipusatkan dari Lampung.

Ribuan kader dari 38 provinsi mengikuti arahan DPP sekaligus menyaksikan pemotongan tumpeng secara serentak. Di Dharmasraya, ratusan kader PRI Sumbar mengikuti kegiatan tersebut melalui nonton bersama, yang dilanjutkan dengan diskusi internal dan konsolidasi organisasi.
Pesan utama yang disampaikan dalam konsolidasi tersebut adalah pentingnya PRI turun langsung ke tengah masyarakat. Partai tidak cukup hanya membangun struktur organisasi, tetapi harus mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari.

Ada tiga agenda yang menjadi perhatian, yakni penguatan struktur organisasi, kerja politik kerakyatan, serta menjaga soliditas dan militansi kader.
Dalam kerja kerakyatan, PRI diarahkan untuk memberi perhatian terhadap persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Mulai dari harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, pengembangan UMKM, hingga akses pendidikan dan kesehatan.
Bagi PRI Sumbar, pendekatan tersebut dinilai penting karena politik pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pengurus di tingkat daerah didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan internal partai, tetapi juga membangun program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Semangat tersebut juga disambut Kader -kader DPC PRI Kabupaten dan Kota yang hadir . Pengurus daerah menyatakan kesiapan menjalankan agenda kerja kerakyatan yang diarahkan DPP.
Selain memperkuat struktur hingga tingkat nagari, DPC PRI Kabupaten/ kota akan mendorong rekrutmen kader baru sekaligus menyusun program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertanian, peternakan dan UMKM menjadi sejumlah bidang yang akan mendapat perhatian. Pilihan tersebut disesuaikan dengan karakter ekonomi masyarakat segtempat.
Pendekatan ini diharapkan membuat kehadiran PRI tidak berhenti pada aktivitas politik, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua DPD PRI Sumatera Barat, Marlon Martua DT.Rangkayo Mulie, mengatakan usia satu tahun merupakan masa penting untuk membangun fondasi organisasi.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat pusat, tetapi juga oleh kekompakan dan kerja nyata pengurus di daerah.
“PRI Sumbar siap menjadi partainya seluruh rakyat, bukan partai sekelompok orang saja. Perjalanan organisasi tidak hanya dibangun dari pusat, tetapi dari soliditas kita di daerah,” ujar Marlon.
Ia juga menegaskan dukungan PRI terhadap Prabowo Subianto beserta program-program pemerintahannya sebagai bagian dari cita-cita mewujudkan Indonesia Emas.
Di sisi organisasi, Marlon menilai kekompakan seluruh DPC menjadi modal penting bagi PRI untuk menghadapi tahapan verifikasi partai politik dan menargetkan keterwakilan di DPRD kabupaten dan kota pada Pemilu 2029.
Namun, target politik tersebut menurutnya harus berjalan beriringan dengan kerja sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
HUT PRI Diisi Cek Kesehatan dan Donor Darah
Nuansa kerakyatan juga terlihat dari rangkaian kegiatan HUT PRI di Dharmasraya. Selain konsolidasi organisasi, kegiatan diisi dengan pemeriksaan kesehatan dan donor darah.
Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk upaya PRI menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat dan kader. Acara juga dihadiri Ketua beserta sejumlah pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Dharmasraya.
Jika peringatan di tingkat DPP ditandai dengan pemotongan tumpeng, perayaan HUT PRI di Sumatera Barat memiliki tradisi tersendiri. Acara ditutup dengan pemotongan singgang ayam dan nasi kunyit, yang menjadi bagian dari tradisi syukuran masyarakat Minangkabau.
Bagi PRI Sumbar, satu tahun perjalanan organisasi bukan sekadar hitungan usia. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan partai harus dibangun dari bawah—dari masyarakat, untuk masyarakat, dan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Dengan fondasi tersebut, PRI Sumbar menargetkan konsolidasi organisasi terus bergerak hingga tingkat nagari, sembari memperluas kerja-kerja sosial dan kerakyatan di tengah masyarakat. (** )




