REDAKSI SATU – Sejumlah pengantre di APMS Semitau nyaris baku hantam dan video berdurasi 57 detik terkait peristiwa tersebut viral di media sosial, Kamis 24 September 2026, pagi.
Yang menarik tidak hanya beberapa para pengantre yang ribut, tetapi juga terlihat deretan Jerigen yang digunakan untuk mengantre minyak di APMS Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Pihak APMS Semitau, Sasmito menjelaskan keributan tersebut sesama warga yang mengantre minyak.

“Itu keributan sesama warga yang tidak mau tertib saat antre, biarkan saja,” singkatnya saat dikonfirmasi Wartawan.
Peristiwa keributan para pengantre minyak yang terjadi di APMS Semitau itu pun dibenarkan oleh pihak Kepolisian, namun pihak Polres Kapuas Hulu mengaku belum mengetahui penyebab keributan tersebut.
“Yang jelas kejadian tersebut benar adanya di APMS Kecamatan Semitau, untuk penyebabnya belum diketahui,” ungkap Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali.
Menurut Jamali, Kapolsek Semitau belum bisa memberikan informasi terkait kejadian tersebut, dikarenakan masih berada di lapangan melakukan pengecekan titik api atau hotspot.
Meskipun demikian, Jamali mengimbau agar masyarakat saling menahan diri, tidak terprovokasi satu sama lainnya serta bijak dalam menyikapi situasi.
Jamali juga menekankan kepada pengelolaan APMS Semitau agar mengatur sebaik-baiknya penyaluran BBM kepada masyarakat agar tidak terjadi gangguan Kamtibmas atau hal yang tidak diinginkan.
Diketahui, Pemda Kapuas Hulu sebelumnya telah membentuk Satgas yang melibatkan semua pihak termasuk aparat penegak hukum untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi.
Bahkan Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan sudah menyampaikan himbauan melalui surat edaran yang berisi agar harga BBM subsidi jenis pertalite tidak dijual di atas Rp15 ribu perliter di tingkat pedagang kios pengecer.
Sedangkan harga BBM pertalite di tingkat pengecer di Kapuas Hulu saat ini berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter, bahkan disejumlah desa dan pelosok pertalite di atas Rp25 ribu per liter.




