SMP Negeri 18 Mukomuko Rusak Berat, Siswa Minta Perhatian Pemerintah

redaksisatu.id  – SMP Negeri 18 Mukomuko di Desa Talang Rio, Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko  Bengkulu, meminta perhatian dari pemerintah, para siswanya mengeluhkan kondisi bangunan sekolah yang mengalami banyak kerusakan. 

SMP Negeri 18 Mukomuko menghadapi persoalan kerusakan pada sejumlah fasilitas utama. Berdasarkan keterangan para siswa, beberapa pintu ruang kelas sudah tidak ada lagi, plafon mengalami kerusakan, kaca jendela pecah di sejumlah titik, serta meja dan kursi belajar banyak yang sudah tidak layak digunakan.

“Gedung sekolah kami dalam keadaan rusak. Kelas kami pintunya sudah tidak ada lagi, plafon sudah bolong, meja kursi sudah tidak layak pakai, kaca jendela juga sudah banyak pecah,” ujar seorang siswa saat ditemui awak media, Selasa (28/7/2026).

Kerusakan bangunan semakin terasa ketika hujan turun. Atap yang bocor menyebabkan air masuk ke dalam ruang kelas hingga menggenangi lantai. Situasi tersebut membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu.

“Kalau hujan, kelas kami bocor dan kebanjiran,” ungkap para siswa.

Kondisi tersebut turut dibenarkan oleh guru SMP Negeri 18 Mukomuko, Yulita Henrawati, S.Pd. Ia mengatakan kerusakan tidak hanya terjadi di ruang belajar siswa, tetapi juga pada ruang guru yang digunakan setiap hari untuk menjalankan aktivitas administrasi dan persiapan pembelajaran.

Menurut Yulita, jendela dan plafon di beberapa ruangan sudah mengalami kerusakan hampir 80 persen, sehingga kenyamanan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah semakin berkurang.

“Kondisi sekolah kami sudah sangat memprihatinkan. Ruang belajar dan ruang guru sudah tidak nyaman. Jendela dan plafon sudah banyak yang rusak. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki sekolah kami,” katanya.

Selain kondisi bangunan, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas penunjang pendidikan. Lemari arsip yang tersedia belum mencukupi kebutuhan penyimpanan dokumen sekolah.

BACA JUGA  Jokowi: Sektor Pertanian Akan Meningkat Perkenomian IKN di Kalimantan

Di sisi lain, hingga kini sekolah juga belum memiliki ruang laboratorium atau ruang praktik yang dapat dimanfaatkan siswa untuk kegiatan pembelajaran.

“Kami mengalami kendala dalam pengarsipan dokumen karena lemari belum mencukupi. Ruang praktik siswa juga belum ada,” jelas Yulita.

Harapan besar kini disampaikan seluruh paras siswa  agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah mereka

Perbaikan gedung dan pemenuhan fasilitas dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan mendukung kualitas pendidikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img