Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis Harus Disertai Perlindungan Maksimal bagi Penerima manfaat

Komitmen Mulia Negara untuk Generasi Sehat

Redaksisatu.id – Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah strategis negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, membutuhkan dukungan semua pihak. 

Tujuan utamanya jelas dan mulia: memastikan anak-anak bangsa mendapatkan dukungan asupan gizi yang cukup agar dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Dalam jangka panjang, program ini bukan sekadar soal makanan, tetapi soal masa depan bangsa.

Kami Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi Independen (LSM GAKI) Jawa Tengah, memandang program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat.

BACA JUGA  Presiden: Dewan Pers Hanyalah Fasilitator bagi Pers Indonesia

Selama ini, masih banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, sehingga pemenuhan gizi anak sering kali bukan menjadi prioritas, bukan karena tidak peduli, tetapi karena keterbatasan kemampuan.

Negara hadir untuk menutup kesenjangan tersebut. Ini adalah langkah yang patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Kita semua tentu ingin melihat generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan memiliki kesempatan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Namun, dukungan tidak berarti menutup mata terhadap kekurangan. Justru dukungan yang sejati adalah dukungan yang disertai dengan kepedulian dan keberanian untuk mengkritik dan mengingatkan ketika ada potensi bahaya bagi penerima manfaat.

Ketika Nyawa Rakyat Menjadi Taruhan

Belakangan ini, muncul fakta adanya kasus keracunan yang diduga terkait dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Walaupun mungkin dipandang secara statistik prosentasenya sangat kecil, bahkan mungkin disebut nol koma sekian persen, hal ini tidak boleh dianggap sepele, karena urusannya dengan nyawa.

Nyawa Manusia Bukan Sekadar Angka Statistik

Setiap korban adalah manusia. Setiap manusia memiliki keluarga. Setiap keluarga memiliki harapan. Ketika seseorang mengalami keracunan akibat dari program yang seharusnya melindungi dan menyehatkan, maka ini bukan sekadar kesalahan teknis.

BACA JUGA  10 Hari Pasca Bencana Gempa Pasaman Barat

Ini adalah persoalan yang sangat serius dan hak hidup manusia yang menyangkut tanggung jawab negara dalam melindungi warganya.

Negara tidak boleh bersembunyi di balik angka prosentase. Karena dalam prinsip kemanusiaan, satu nyawa saja sangat berharga. Bahkan satu korban pun harus menjadi alasan kuat untuk melakukan evaluasi total.

Kepercayaan Rakyat Adalah Fondasi Utama

Program sebesar ini hanya akan berhasil jika rakyat percaya. Kepercayaan rakyat bukan dibangun melalui slogan, tetapi melalui jaminan keamanan, transparansi, dan tanggung jawab.

Jika rakyat mulai merasa khawatir, maka tujuan mulia program ini bisa terancam. Orang tua akan ragu. Masyarakat akan bertanya-tanya. Dan pada akhirnya, program yang baik bisa kehilangan makna karena lemahnya pengawasan.

Kepercayaan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus dijaga, ia harus mendapat perhatian khusus, dan ia harus di prioritaskan dengan tindakan nyata.

Tanggung Jawab Negara Tidak Bisa Ditawar

Negara, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia. Perlindungan ini bukan hanya dari ancaman luar, tetapi juga dari risiko yang muncul dalam pelaksanaan program negara itu sendiri.

Evaluasi Menyeluruh Adalah Keharusan

Kasus keracunan harus menjadi alarm keras bagi seluruh pihak terkait. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar formalitas.

BACA JUGA  Polri Tegaskan Informasi Ketidaknetralan Kapolri di Pemilu 2024 Hoax

Mulai dari proses pengadaan bahan makanan, standar kebersihan, proses memasak, distribusi, hingga sistem pengawasan di lapangan.

Tidak boleh ada kompromi dalam hal keselamatan rakyat

Setiap rantai proses harus dipastikan memenuhi standar kesehatan yang ketat. Setiap kelalaian harus diperbaiki. Dan jika ditemukan unsur kelalaian serius, maka harus ada pertanggungjawaban yang jelas.

Transparansi Adalah Bentuk Penghormatan kepada Rakyat

Rakyat berhak tahu. Rakyat berhak mendapatkan penjelasan yang jujur. Transparansi bukan untuk mempermalukan pihak tertentu, tetapi untuk menjaga kepercayaan publik.

Negara harus terbuka dalam menjelaskan apa yang terjadi, apa penyebabnya, dan apa langkah perbaikan yang dilakukan.

Sikap terbuka justru akan memperkuat kepercayaan rakyat, bukan melemahkannya. Sebaliknya, jika masalah dianggap kecil dan diabaikan, maka kepercayaan rakyat bisa terkikis.

Mendukung dan Mengawal demi Kepentingan Bersama

LSM GAKI Jawa Tengah, Sebagai bagian dari masyarakat, kami menyatakan tetap mendukung program ini. Karena kami memahami tujuan besarnya adalah untuk kepentingan rakyat.

Namun dukungan kami bukan dukungan yang buta dan Tuli, Dukungan kami adalah dukungan yang bertanggung jawab. Kami mendukung programnya. Kami juga mengawal pelaksanaannya, dan jangan alergi dengan kritik.

Kami percaya negara memiliki niat baik. Namun niat baik harus diiringi dengan pelaksanaan yang aman, profesional, dan bertanggung jawab.

Terutama dalam merealisasikan anggaran yang sudah di canangkan dimana sudah jelas Rp 10.000,- untuk penerima manfaat program, dan Rp 5.000,- untuk yang mengelola program.

Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama, bukan prioritas kedua, bukan prioritas ketiga. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah program negara bukan hanya pada seberapa luas jangkauannya, tetapi pada seberapa aman program itu bagi rakyat.

Nyawa rakyat bukan angka statistik. Nyawa rakyat adalah amanah. Dan amanah itu harus dijaga dengan kesungguhan, tanggung jawab, dan keberpihakan yang nyata.

[Kontributor: Jiyono]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img