Setiap Hari Kendaraan Truk Besar Beroperasi Dishub Kabupaten Bogor Kemana?

Redaksi Satu –  Kendaraan truk tronton 40 ton bermuatan melebihi batas, beroperasi di kawasan Bogor Timur.

Prosedur ketentuan batas standar aturan nya dengan maksimal 8 ton, kendaraan truk beroperasi melewati wilayah Kabupaten Bogor.

Kendaran truk tronton yang bermuatan melebihi tonase tetap beraktivitas, dan tidak adanya larangan seolah-olah diabaikan oleh Kabid Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih.

BACA JUGA  Sindikat Jaringan Perdagangan Bayi Dikuak Polda Jawa Barat

Terkhususnya oleh Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih.

Dugaan banyaknya pabrik dan gudang, masih belum mengantongi perizinan ANDALALIN (Analisis Dampak Lalu Lintas).

Peristiwa ini terjadi, dikawasan Kecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Gunung Putri belum tersentuh oleh Dishub Kabupaten Bogor.

BACA JUGA  Bersama TMMD 120 Bangun Jalan Desa Hari Ketujuh Capaian Limabelas Persen

Ada Apa Dengan Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih?

Aktivitas operasional armada berat milik perusahaan luar, di wilayah Kecamatan Gunung Putri, khususnya di Desa Bojong Nangka, semakin meresahkan warga.

Dewan Pengurus Daerah Serikat Praktisi Media Indonesia (DPD SPMI) Bogor Raya, dalam pantauannya menemukan sejumlah kendaraan berat dengan bobot mencapai 40 ton lebih berlalu-lalang.

Padahal, diketahui yang dimana jalan Kabupaten Bogor hanya berkapasitas maksimal 8 ton.

BACA JUGA  Masyarakat Kabupaten Bogor Butuh Sosok "Pemimpin" Siapakah Dia?

Saidi Hartono, selaku Ketua DPD SPMI mengatakan, sejumlah perusahaan logistik dan pabrik diduga belum mengantongi izin Andalalin, maupun PGB (Persetujuan Gedung Bangunan).

Padahal, aktivitas mereka menggunakan kendaraan bertonase tinggi, yang telah menyebabkan kerusakan jalan, kemacetan, dan potensi kecelakaan.

“Karena jalur yang dilalui berada dekat sekolah dasar dan permukiman padat penduduk,” jelas Saidi Hartono pada Kamis, (24/07/2025).

BACA JUGA  Masyarakat dan Pemdes Tanjung Harapan Ipuh Minta Anggota DPRD Dari Dapil III Kawal Usulan Prioritas Hasil MusrenbangDes

Ia menambahkan, tidak hanya mengganggu ketertiban lalu lintas saja, banyak kendaraan berat tersebut parkir di sembarang bahu jalan.

Hingga di depan pabrik, tanpa ada plang rambu lalu lintas atau pengaturan resmi dari pihak terkait.

“Hal ini tentu melanggar tata kelola transportasi yang diatur dalam regulasi daerah,” ujarnya.

BACA JUGA  Sekda Ajat Rochmat Ajak Masyarakat Memperingati Isra Mi'raj

Salah satu petugas Dishub Kabupaten Bogor, yang enggan disebutkan namanya, Ia mengakui.

Persoalan ini sudah diketahui, dan akan diteruskan ke instansi terkait, termasuk Satpol PP dan Dinas PUPR.

Sementara itu, dari pihak perusahaan mereka siap mengurus izin Andalalin dan mendukung penerbitan surat larangan operasional untuk kendaraan yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan Kabupaten.

BACA JUGA  Dugaan Penipuan Rekan Kerja di Mukomuko, CA Rugi Rp150 Juta

Saidi Hartono menyebut, warga dan pegiat pengawasan mendesak, penghentian sementara operasional hingga seluruh perizinan dipenuhi.

“Jangan sampai dibiarkan berlarut. Ini bukan hanya soal izin, tapi soal nyawa dan keselamatan warga,” tegasnya.

Ia juga menyinggung Peraturan Bupati Bogor Nomor 56 Tahun 2023 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang, yang dapat dijadikan dasar tindakan tegas kepada para pelanggar.

BACA JUGA  Haryanto Kasatgas Polisi Hutan TAPAN Meninggal Mendadak Ada Apa

“Perbup ini mengatur jam operasional kendaraan tambang, termasuk armada berat.

Jika melanggar, bisa kena sanksi administrasi hingga pembekuan usaha,” tuturnya.

Warga mendesak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk segera memberikan instruksi tegas kepada Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bogor, yakni :

BACA JUGA  Dugaan Pengelolaan Emas Ilegal di Bogor Barat Terulang Kembali

1. Melakukan inspeksi langsung ke perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bojong Nangka.

2. Melayangkan surat penghentian sementara operasional kendaraan berat yang melebihi kapasitas tonase jalan dan belum memiliki Andalalin.

3. Memasang rambu lalu lintas dan pengawasan ketat di sekitar jalur padat dan kawasan sekolah.

BACA JUGA  Peduli Alam Pegunungan, Rombongan Sutomo Lakukan Bakti Sosial

Kerusakan jalan Kabupaten akibat kendaraan, yang melebihi batas kapasitas sehingga jalan tersebut sering kali rusak.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) lalu lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, yang katanya akan memberikan surat teguran, sampai saat ini belum adanya tindakan sebagimana semestinya.

Padahal, yang seperti diketahui, menurut Dadang Kosasih, dirinya tiap hari ada di lapangan (bertugas diluar kantor).

BACA JUGA  Bella Akbar Terpilih Ketua PK KNPI Cibungbulang Melangkah Perubahan

Lebih lanjut, mobil tronton yang muatan melebih tonase standar jalan Kabupaten Bogor seolah diabaikan oleh Dinas Perhubungan.

Masyarakat juga meminta ketegasan pemerintah setempat agar suatu persoalan tersebut, bisa secepatnya diselesaikan.

“Apakah ada perhatian lebih lanjut tentang hal tersebut? Jika dibiarkan, kasihan juga dong warga atau masyarakat sekitar.

BACA JUGA  Jalan Penghubung Kabupaten Kerinci Rusak Parah, 12 Tahun di Biarkan

Lebih penting masyarakat banyak atau individu diri sendiri?,” pungkasnya. (M. Fazar Sutiono).

BACA JUGA  Pekerja Pembantu Rumah Tangga ke Luar Negeri, Kemenaker RI Sebaiknya Tinjau Kembali!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img