Pertambangan Ilegal Gunakan Puluhan Excavator di Desa Landau Mentail, Kapolri dan Panglima TNI Diminta Turun Tangan

REDAKSI SATU – Hingga saat ini aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau Pertambangan Ilegal menggunakan puluhan alat-alat berat Excavator semakin masif di wilayah Dusun Benit, Desa Landau Mentail, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Senin 5 Oktober 2026.

Dalam aktifitas Pertambangan Ilegal tersebut, nama Untung pun disebut-sebut bukan hanya memiliki alat berat Excavator, dia juga disebut-sebut sebagai penampung atau pembeli Emas dari para pengusaha tambang ilegal lainnya yang juga menggunakan alat-alat berat Excavator.

“”Alat-alat berat Excavator di lokasi Pertambangan Ilegal saat ini banyak di lokasi Untung di Dusun Benit, luas lahan yang mereka garap kurang lebih 20 Hektar, lokasi itu dulunya bekas Sawmill kayu, dia juga yang beli Emasnya, satu Minggu dalam satu set mesin ada yang dapat kurang lebih 1 (satu) Kilogram,” terang Narasumber kepada media online Redaksi Satu, Kepala Koordinator Perwakilan Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

BACA JUGA  Satreskrim Polres Bengkulu Amankan 5 Orang di Arena Judi Sabung Ayam
Pertambangan Ilegal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Eks Kapolri) dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu menyebut beberapa nama pengusaha tambang-tambang ilegal yang menggunakan alat berat Excavator di wilayah Dusun Benit, Desa Landau Mentail, Kecamatan Boyan Tanjung. Beberapa nama itu bukan hanya menggunakan alat-alat berat Excavator, tetapi juga sebagai pembeli Emas dari hasil yang diperoleh di lokasi tersebut.

“Dari dulu sampai sekarang pakai alat berat terus disitu. Kalau di Dusun Benit itu wilayah Untung semua disitu. Dari Benit sampai ke daerah Pemasar, semua pakai alat berat disitu terutama di area Sungai Empadik, perbatasan dengan Benit, masuk Desa Mental. Pokok kalau di situ wilayah Untung semua itu, Tokey besarnya Untung, pokok untung terus dia disitu,” ungkapnya.

Salah satu tokoh masyarakat itu juga menyebut, bahwa selama ini mereka bermain dengan Polres Kapuas Hulu sehingga tambang ilegal yang menggunakan alat-alat berat Excavator tetap aman.

BACA JUGA  Polisi Sampaikan Kronologi Penemuan Mayat di Kapuas Hulu, Penyebabnya?

“Mereka main dengan Polres, soalnya aku tahu, Hambali di situ pakai alat berat, kemudian Tadung pakai alat berat, Hamidi 2 alat berat Excavator baru, dan masih banyak orang-orang yang pakai alat berat disitu,” ungkap salah satu tokoh masyarakat itu.

Sementara itu, pihak Untung beberapa hari lalu diduga kuat melakukan intervensi kepada media online Redaksi Satu, Kepala Koordinator Perwakilan Kalimantan Barat dengan meminta penghentian pemberitaan dan penghapusan berita.

Sedangkan terkait Pertambangan Ilegal, Presiden Prabowo Subianto meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas ribuan tambang ilegal dan oknum aparat yang menjadi pembacking Pertambangan Ilegal.

“Kapolri dan Panglima TNI, usut, untuk apa negara kasih pangkat kasih jabatan mereka-mereka kalau tidak bisa tertibkan ini. Pemimpin yang baik, Komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri,” tegas Presiden Prabowo beberapa waktu lalu sebelum pergantian Kapolri yang baru.

BACA JUGA  2 Target Operasi Curanmor Asal Bangkalan Berhasil Ditangkap Polisi
BACA JUGA  Polisi Berhasil Amankan Pelaku TPPO, Begini Modus Pelaku
BACA JUGA  SPBU 64.787.03 di Desa Tekudak Butuh Penambahan Kouta BBM Biosolar dan Pertalite

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img