Pemerintah Salurkan Bantuan Sosial Rp10 Triliun Tahun Ini

Jakarta, redaksisatu.id – Pemerintah saat ini mulai menyalurkan bantuan sosial se-Indonesia.

Bantuan bansos pada kwartal ke II 2025, untuk 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Indonesia baru-baru ini

Bantuan itu nilainya mencapai Triliunan rupiah atau tepatnya Rp10 triliun, dan itu mencakup Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan juga Program Keluarga Harapan (PKH).

BACA JUGA  Sumpah Jabatan Anggota DPRD Kota Bogor Menggantikan Atang Trisnanto

Keterangan itu telah disampaikan Gus Ipul sebelumnya, pada pekan terakhir di Kantor Kementerian Sosial, “kata Mensos di Jakarta.

Meskipun penyaluran itu mulai dilakukan hari ini secara bertahap, ”ungkap Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/5/2025).

Dan penyaluran kali inipun.juga berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, meskipun kini telah menggunakan patokan DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

BACA JUGA  Purworejo Penghasil Ketahanan Pangan Terbaik di Jawa Tengah

Meski dalam penggunaan DTSEN itu juga akan  memungkinkan dan menyasar pada bantuan yang lebih tepat, “ungkapnya

Meskipun telah dijelaskan oleh Mensos, dalam proses pemutakhiran DTSEN dilakukan melalui dua jalur, satu diantaranya adalah jalur formal yakni:

Jalur integrasi data antar lembaga, juga melalui jalur partisipatif yaitu aplikasi Cek Bansos, yakni jalur yang menyediakan fitur Usul dan Sanggah.

BACA JUGA  Pembentukan Sekolah Rakyat Pemkab Bogor Jadi Tuan Rumah

Selain itu kami minta masyarakat melengkapi syarat yang tersedia di aplikasi cek bansos jika ingin mengusulkan atau menyanggah data yang ada, ”terangnya

Tak hanya itu Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Amalia Adininggar Widyasanti juga  menyampaikan dan BPS telah menyelesaikan pemutakhiran DTSEN untuk bansos triwulan II.

Proses kerjasama inipun juga telah melibatkan sejumlah komponen yang ada, seperti melalui para pendamping PKH serta BPS provinsi dan kabupaten/kota.

BACA JUGA  Banjir Bandang di Sumatera Barat Lumpuh Total

Dan kami juga lakukan ground check terhadap sekitar 12 juta keluarga. Dan disitulah sekitar 6,9 juta keluarga berhasil diverifikasi dan masuk dalam pemutakhiran DTSEN, “ujarnya.

Disisi lain, Amalia juga menambahkan, bahwa proses kali ini telah melakukan pemutakhiran dan juga memadukan hasil survei BPS, data administrasi, serta rekonsiliasi dengan Dukcapil.

Dan untuk itu, kini seluruh data yang telah dimutakhirkan ini telah kami serahkan kepada BPKP untuk validasi akhir.

BACA JUGA  Perusahaan Tekstil Terkemuka Tutup, Kejagung Usut Bank Plat Merah

Meski tujuannya jelas, untuk meminimalkan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bansos, ”pungkasnya.(Windy Mayuda).

BACA JUGA  Pembunuhan Sadis Gegara Hutang Rp3.5 Juta di Sumatera Barat

 

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img