Beranda DAERAH Nur Hafizah Ferdian 14 bulan Cucu Ibu Sariati Terminum Air Aki

Nur Hafizah Ferdian 14 bulan Cucu Ibu Sariati Terminum Air Aki

Nur Hafizah Ferdian
Pasaman Barat | Redaksi Satu – Nur Hafizah Ferdian 14 bulan cucu ibu Sariati terminum air Aki, hal tersebutlah yang membuat Ibu Sariati mohon bantuan.

Seperti yang diceritakan oleh Mon Eferi, Ketua MRPB Peduli kepada media ini di markas MRPB P Komplek Latifa Minggu (13/02/2022) tentang bagaimana Ibu Sariati yang telah berjuang keras untuk kesembuhan cucunya.

Dikatakan Mon, Kamis Sore (10/02/2022) ia dikunjungi oleh seorang ibu Sariati (57) yang beralamat di Kampung Pasir Simpang Empat, menurutnya Ibu tersebut datang ke rumahnya setelah disarankan oleh Nelma Yunita, atau yang akrab disapa Mak nel.

Setelah Ibu Sariati dipersilakan masuk dan duduk, sang ibupun langsung mengisahkan musibah yang menimpa cucunya di Koto Padang Kinali pada hari Rabu, (02/02/2022) Minggu lalu.

Ibu tersebut, bercerita bahwa cucunya, Nur Hafizah Ferdian yang baru berumur 14 bulan, terminum air aki, saat itu ibunya, Sarmadia (41 th) sedang berada di dapur.

Awal kejadian bermula dari sang kakak yang baru berumur 4 tahun, melihat adiknya menangis, dengan niat ingin mendiamkan adiknya, sang kakak lalu berinisiatif mengambil botol berisi cairan bening yang berada tak jauh darinya.Nur Hafizah Ferdian

Mengira adiknya menangis karena haus lalu seketika itu juga ia meminumkan air tersebut kepada adiknya.

Namanya juga baru anak-anak, si kakak tidak tahu dan belum mengerti bahwa air yang diminum kan kepada adiknya adalah air keras, yang ia tahu bagaimana agar adiknya diam dan tenang kembali.

Begitu air tersebut diminum oleh Nur Hafizah Ferdian, bukannya membuat sang adik diam, tapi malah si adik menjerit kesakitan setelah terminum air aki tersebut.

Si ibu yang sedang berada di dapur sangat terkejut mendengar bayinya menjerit, ia langsung menyongsong sang anak dan ia semakin terkejut melihat Nur Hafizah muntah-muntah.

BACA JUGA  Laka Lantas 1 Pelajar Meninggal

Ternyata ia melihat ada botol yang berisi air aki di dekat anaknya, akhirnya setelah sang ibu tahu penyebabnya, langsung saja ia melarikan Hafizah ke Puskesmas Kinali.

Tapi karena kondisinya tidak mungkin ditangani oleh Puskesmas, Hafizah pun dirujuk ke RSUD Jambak Pasaman Barat.

Ternyata pihak RSUD Pasbar juga tak sanggup menanganinya, malam itu juga Hafizah segera dirujuk dan dibawa ke RSUP M. Jamil Padang untuk penanganan lebih intensif.

“Alhamdulillah, Nur Hafizah sekarang sudah sehat dan sudah pulang. Ajaib, Allah masih melindungi Hafizah, tidak ada kerusakan pada lidah ataupun saluran pencernaannya meskipun terkena air aki,” Ucap sang nenek.

Menurutnya sang nenek, meskipun cucunya sudah sehat dan selamat, namun saat ini keluarga tersebut masih berutang sebesar Rp. 13,5 juta pada pihak RSUP M. Jamil untuk biaya perawatan Nur Hafizah.

Sebab biaya untuk penyembuhan cucunya selama dirawat sebesar Rp 15.5 juta.

Dikatakannya, saat itu keluarga cucunya memang tidak memiliki uang, makanya saat cucunya akan dibawa pulang, mereka telah berupaya bagaimana agar Nur Afizah bisa dibawa pulang.

Akhirnya sang ayah berusaha mendatangi pihak manajemen RSUP M. Jamil, memohon agar diberikan keringanan terhadap anaknya

Setelah pihak keluarga berhasil meyakinkan pihak RSUP M. Jamil, akhirnya Hafizah diperbolehkan pulang dengan menandatangani perjanjian.

Kesepakatan tersebut adalah setelah ayahnya membayar panjar Rp 2 juta dari total biaya perawatan Rp 15,5 juta.

Menurut Ibu Sariati, nenek Hafizah, yang Rp. 2 juta itupun adalah uang yang diperoleh dari meminjam ke tukang kredit keliling di Bukittinggi, yang sudah pasti berbunga tinggi.

Berdasarkan hal tersebutlah, kini ibu Sariati melalui MRPB Peduli memohon bantuan dari para dermawan, dan Baznas Pasaman Barat, serta Aksi Cepat Tanggap Pasaman Barat maupun para donatur lainnya untuk membantu meringankan beban biaya perawatan cucunya tersebut.

BACA JUGA  Satgas Pamtas RI Yonif 711/Rks Eratkan Perkuat TNI dan Rakyat

Bersama kita bisa, dengan ini kami dari MRPB Peduli dan KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat (KKPB) serta komunitas relawan lainnya mengajak kita semua untuk dapat menyalurkan infak/sedekahnya melalui Rekening MRPB Peduli di BRI 0615-01-008410-53-1.

(Zoelnasti)

Artikel sebelumyaKampung Dongeng Bikin Kreatifitas Anak Tersalurkan di Pekan Ceria
Artikel berikutnyaCagar Budaya, Karbol AAU Kunjungi Candi Prambanan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.