Iklan
BerandaDAERAHKegiatan PETI di Pasbar Sumatera Barat Gunakan Alat Berat

Kegiatan PETI di Pasbar Sumatera Barat Gunakan Alat Berat

Kegiatan  Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pasaman Sumatera Barat, saat ini merupakan rekor tertinggi yang beroperasi menggunakan Alat berat.

Direktur WALHI Sumbar, Wengki Purwanto menyampaikan dan hal itu, menurutnya, berdasarkan laporan yang masuk. Di Kabupaten Pasaman Barat Pasbar, saat ini PETI liar tersebar di beberapa kecamatan, beroperasi menggunakan puluhan alat berat.

Penambangan emas tanpa izin (PETI) tersebut, terdapat di Kecamatan Gunung Tuleh,  Pasaman,  Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau, sedangkan keberadaan tambang di beberapa titik lainnya, saat ini pihaknya sedang melakukan pemantauan.

BACA JUGA  Dokter Spesialis Harus Mendapatkan Insentif

Dikatakannya dari beberapa titik tersebut, kegiatan penambangan dilakukan di sepanjang aliran Sungai Batang Pasaman Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Sedangkan untuk Sumbar, diperkirakan yang lagi marak PETI melakukan penambangan di  Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman,  Sijunjung dan  Solok Selatan.

Berdasarkan informasi dan data yang ada,  muncul keresahan yang timbul di masyarakat akibat kegiatan PETI tersebut.

Akhirnya DPRD Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu, (12/10/2022), melakukan rapat gabungan komisi atau hearing dengar pendapat dengan sejumlah stakeholder dan masyarakat.

BACA JUGA  Pembentukan Panitia RAT Tahun 2022 Dan Sekaligus Evaluasi Program Kerja

Hearing yang berlangsung di ruangan komisi DPRD,  membahas tuntas terkait maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Pasaman Barat saat ini.

Salah seorang anggota DPRD Pasaman Barat, Baharuddin R dari Fraksi PAN. saat acara hearing Rabu, menyebutkan, Bupati Pasaman Barat dan Kapolres Pasaman Barat sangat lamban, dan lemah melakukan pengawasan, alias tak ada nyali atau keberanian untuk bertindak.

“Penambangan emas ilegal ini dilakukan oleh orang luar, apa mau dihabiskan Pasaman Barat ini, kenapa Bupati diam, Kapolres diam?,” ujar Baharuddin R dengan lantang.

Peti

Menurut Bahar, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang emas ilegal, mungkin karena pengerjaannya relatif mudah, dan cepat menghasilkan uang dengan menggunakan alat berat (Ekskavator), itulah yang membuat para pelaku tergiur akan hasil instan.

BACA JUGA  GMKI Pontianak Minta Polri Proses Hukum Edy Mulyadi

“Memang benar, izin tambang ini dikeluarkan oleh pemerintah pusat dengan proses tidak mudah, namun bukan berarti pemerintah daerah lepas tangan begitu saja, atau hanya menunggu pemerintah pusat yang melakukan tindakan terhadap aktivitas tambang ilegal,” terangnya.

Dijelaskan Bahar lagi, pemerintah daerah dan kepolisian setempat, harus bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan, demikian juga dalam mengambil tindakan terhadap aktivitas tambang ilegal yang ada di daerahnya.

“Aktivitas ilegal ini bukan delik aduan, tetapi pidana murni, Siapa pun yang melihat aktivitas ilegal itu boleh menangkap,” jelasnya

“Bupati wajib turun tangan, apa lagi Kapolres yang memang sudah menjadi tugas dan kewajibannya,” tegas Baharuddin yang mantan Bupati dua periode tersebut,” imbuhnya lagi.

BACA JUGA  Gudang Penyimpanan Data Rekam Medis Pasien RSI Ibnu Sina Pasbar Terbakar

Inyiak, sapaan akrab Baharuddin yang saat ini juga sebagai Anggota DPRD Pasbar dari Fraksi PAN lebih jauh menyebutkan, Jangan kita bicara ini, itu, lagi.

“Kegiatan PETI itu adalah pidana murni, jangan lagi pemerintah daerah berdalih soal izin, kalau berizin gak masalah, itu pun harus diperiksa sejauh mana izin nya, sedangkan ini, tak berizin, jadi wajib ditindak,” tegasnya.

“Bagaimana, agar tidak terus diam tanpa adanya penindakan, sebelum bencana besar datang di Bumi Mekar Tuah Basamo yang kita cintai ini,segeralah bertindak,” tegasnya lagi.

Dikatakannya, kalau kita di daerah ini yang bertindak, jangan bicara wewenang lagi. Bupati itu kepala daerah, yang berkewajiban menjaga warganya atas dampak negatif dari aktivitas ilegal itu. bila itu terjadi, maka Bupati dan Kapolres lah yang bertanggung jawab.

BACA JUGA  Hari Jadi Pasbar Ke 19 Dimeriahkan Dengan Bazar

Bahkan, Baharuddin mantan Bupati Pasbar dan mantan Bupati Pasaman itu, karena ia menilai lemahnya pengawasan dari Bupati dan Kapolres selama ini, sempat mengamuk dengan memukul meja saat rapat.

peti

“Saya mantan Polisi dan mantan Bupati, Saya dinas 36 tahun jadi polisi, dan dua periode jadi bupati, mustahil Bupati dan Kapolres tidak mengetahui aktivitas tambang emas ilegal (PETI) dan ilegal loging yang marak saat ini,” papar Baharuddin.

Baharuddin berharap, dalam agenda pertemuan berikutnya Bupati dan Kapolres Pasbar harus dihadirkan tanpa diwakili, sehingga bisa menjadi terang benderang titik permasalahan PETI ini, terutama tentang dugaan ada apa, dibalik diamnya Bupati dan Kapolres Pasbar selama ini.

BACA JUGA  Guru MTsN 3 Pasbar Raih Juara II ISOE

“Sekarang saya tantang, berani tidak mengundang Bupati dan Kapolres?. Kita sebagai wakil rakyat harus berani memanggil Bupati dan Kapolres mempertanyakan ini semua. Kita harus tanyakan kenapa mereka diam dan seolah melakukan pembiaran,”tantang Sepuh dan orang tua Pasbar itu,” pungkas Baharuddin

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua KNPI Pasaman Barat, Tegar Marinduri. Ia meminta Ketua DPRD menjadwalkan agar memanggil Bupati dan Kapolres untuk segera memberantas ilegal mining tersebut.

“Kami tidak saja melaporkan air keruh, karena tambang emas ilegal dan ilegal logging yang sudah sangat mengkhawatirkan di Pasaman Barat, tetapi yang kami takutkan, bila terjadinya banjir bandang yang akan menimpa Pasaman Barat,” ucap Tegar.

BACA JUGA  Kajati Sumut Berharap Tak Ada Lagi Masyarakat Toba Terpapar Covid-19

Sementara itu Kabid Minerba Dinas ESDM Pemprov Sumbar, Inzuddin, dalam rapat gabungan komisi tersebut menegaskan, belum ada satu pun pihak nya mengeluarkan izin tambang emas di Pasaman Barat.

“Sejak tahun 2020 hanya satu izin tambang galian C yang kami keluarkan, yakni di Kecamatan Ranah Batahan, sejak itu tidak ada lagi kami keluarkan perizinan galian C,  dan izin penambangan emas di Pasaman Barat,” tegas Inzuddin.

BACA JUGA  Mata Rakyat Pasaman Barat Peduli

Sedangkan untuk tindakan terhadap aktivitas tambang emas ilegal yang sedang marak di Pasaman Barat ungkapnya, tidak ada solusi lain yakni penegakan hukum oleh aparat penegak hukum.

“Kalau soal ilegal mining, solusinya adalah satu kata yakni penegakkan hukum oleh aparat hukum, tidak ada kata yang lain,” tegasnya.

Dalam hearing yang cukup panas dan alot itu selain masyarakat yang hadir, juga terlihat jajaran dari pihak BPN Pasbar, Dinas ESDM Sumbar, Kehutanan Pasaman Raya, BP DAS Kuantan Agam, Dinas LH Pemkab Pasbar, Camat Ranah Batahan, Camat Koto Balingka, artinya minus Bupati dan Kapolres Pasbar.

( Zoelnasti )

BACA JUGA  Jaksa PU Jabar; di Pertanyakan Ada Apa?

Trending

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.