Beranda ASUSILA Kasus Pemerkosaan Santri Ponpes Segera Didalami Polisi

Kasus Pemerkosaan Santri Ponpes Segera Didalami Polisi

Kasus Pemerkosaan
Keterangan Gambar: Tersangka MS (50), oknum guru pondok pesantren pelaku pemerkosaan terhadap seorang santri diamankan di Mapolres OKU Selatan,
Muaradua | redaksisatu.id – Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Benar-benar mendalami kasus pemerkosaan terhadap seorang santri berinisial S yang baru berusia 9 tahun.

Informasinya kasus pemerkosaan ini diduga dilakukan oleh tersangka MS (50), oknum guru di sebuah pondok pesantren tersebut guna memastikan tidak ada korban pencabulan lainnya.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha di Muaradua, Sabtu mengatakan, MS ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatan pemerkosaan terhadap korban yang terjadi pada 21 April 2021 silam.

BACA JUGA  Perkenalan Kompol Binsar Sianturi Serap Aspirasi Informasi Masyarakat Kembangan

“Setelah mencukupi alat bukti, pada Kamis (30/12) pemilik yayasan sekaligus guru pondok pesantren di Kabupaten OKU Selatan ini resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerkosaan terhadap korban yang merupakan muridnya sendiri,” jelasnya, dikutif dari media borneonews.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari alat bukti tambahan karena dikhawatirkan masih ada santri lainnya di pondok pesantren itu yang menjadi korban asusila oleh perbuatan pelaku.

Sebab diketahui tersangka warga Sidodadi, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Timur, Sumsel ini merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2006 dan pernah menjalani hukuman kurungan penjara selama satu tahun delapan bulan.

“Sejauh ini korbannya baru satu orang. Namun, kasus ini masih dalam pengembangan karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya di asrama tersebut,” kata dia.

Kapolres menambahkan, kasus pemerkosaan terhadap santri tersebut terungkap setelah penghuni pondok pesantren dikejutkan mendapati korban melahirkan bayi prematur di kamar mandi ponpes setempat pada Selasa (21/12).

“Penghuni pesantren terkejut karena tidak ada yang mengetahui S sedang mengandung selama ini mengingat korban diketahui belum menikah sehingga melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Dalam penyelidikan akhirnya S mengakui dirinya telah diperkosa oleh tersangka MS di asrama pondok pesantren setempat saat libur menyambut bulan suci Ramadhan pada 21 April 2021.

Kondisi asrama yang saat itu sepi karena hampir semua santri yang mondok sudah pulang ke rumah masing-masing dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksi bejatnya memperkosa korban ketika sedang sendirian berada di dalam kamarnya.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa satu helai kain sarung sudah kami amankan guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka sendiri akan dijerat dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman lima tahun kurungan penjara,” tegasnya.

[*to-65].

BACA JUGA  Mencuri AC, Maling Nyaris Tewas Dihakimi Warga
Artikel sebelumyaPengelola PAUD TK Diduga Buat Pernyataan Tidak Setor BOP
Artikel berikutnyaUpacara HAB ke 76 di Kab.Solok, Sekda Jadi Inspektur Upacara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.