Perjalanan Wanhay Menuju Dewan Berkelok Tempuh Kehidupan

BOGOR, Redaksi Satu | Perjalanan kisah hidup seseorang menuju ruang kepemimpinan, tidak selalu dimulai dari kemudahan.

Ada kalanya, jalan panjang justru dibentuk oleh keterbatasan, kerja keras, keberanian mengambil keputusan, serta pengalaman bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Kisah tersebut tergambar dalam perjalanan Wawan Hikal Kurdi, atau yang akrab disapa Wanhay. Pria kelahiran Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, 18 Mei 1974, itu tumbuh dari keluarga sederhana sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi penting di lembaga legislatif Kabupaten Bogor.

Jumat, 18 September 2026, perjalanan Wanhay menjadi sebuah kisah yang menarik untuk dilihat bukan semata dari jabatan yang kini diembannya, melainkan dari proses panjang yang membawanya sampai pada titik tersebut.

Saat ini, Wanhay menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bogor. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor melalui Partai Golkar dan menjalani periode legislatif 2019–2024 serta 2024–2029. Ia juga dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.

Namun, jauh sebelum berada di gedung parlemen daerah, kehidupan Wanhay tidak lepas dari perjuangan mencari penghidupan.

Ia pernah menjalani berbagai pekerjaan dan merasakan secara langsung bagaimana sulitnya mendapatkan penghasilan. Salah satu fase dalam kehidupannya adalah ketika ia berjualan nasi goreng di kawasan Pasar Anyar Bogor.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Bagi Wanhay, pekerjaan bukanlah sesuatu yang harus dipandang dari tinggi atau rendahnya sebuah profesi, melainkan dari kemauan seseorang untuk berusaha dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya.

BACA JUGA  Gegara Undangan Resmi, Saat Pelantikan Dewan Ketua Parpol Dilarang Masuk

Perjalanan pendidikannya pun tidak berlangsung mudah. Wanhay pernah mengungkapkan bahwa dirinya bukan termasuk siswa yang menonjol dalam prestasi akademik. Bahkan, pendidikan sekolah dasar yang ditempuhnya berlangsung lebih lama dari kebanyakan anak seusianya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, orang tuanya sempat mendaftarkan Wanhay di AMIK Bina Niaga Bogor. Namun kondisi ekonomi membuat pendidikan tersebut tidak dapat diselesaikan hingga akhir.

Memasuki tahun kedua, Wanhay memilih berhenti dari bangku kuliah dan mencari jalan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia kemudian menjalani pekerjaan sebagai pedagang nasi goreng di Pasar Anyar Bogor. Dari lingkungan sederhana itulah pengalaman hidupnya semakin terbentuk.

Setelah sekitar satu tahun menjalani usaha tersebut, Wanhay mencoba mengambil langkah baru. Ia memberanikan diri melamar pekerjaan di Hotel Cisarua Indah. Kesempatan itu kemudian menjadi salah satu titik perubahan dalam perjalanan hidupnya.

Wanhay memulai pekerjaan dari posisi operator. Ketekunan dan pengalaman yang terus dibangun membawanya menapaki jenjang pekerjaan hingga dipercaya menjadi Executive Marketing dan kemudian Marketing Manager.

Karier profesional tersebut mempertemukannya dengan berbagai kalangan. Dalam perjalanan bekerja di Hotel Cisarua Indah, Wanhay kemudian mengenal lingkungan keluarga Bashir Bartos, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Universitas Borobudur.

BACA JUGA  Pengetahuan Nusantara Diuji dengan Akal dan Data

Pertemuan dan relasi tersebut kemudian membuka ruang bagi Wanhay untuk memasuki dunia politik.

Pada 2008, Wanhay mulai menapaki perjalanan politik. Setahun kemudian, ia berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk periode 2009–2014.

Dari seorang anggota legislatif, perjalanan politiknya terus berkembang. Pada periode berikutnya, ia dipercaya memimpin Komisi III DPRD Kabupaten Bogor yang memiliki bidang kerja antara lain berkaitan dengan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan.

Pengalaman di lembaga legislatif kemudian menjadi bagian dari proses panjang Wanhay dalam memahami berbagai persoalan daerah dan aspirasi masyarakat.

Memasuki periode 2019–2024, kepercayaan kembali diberikan kepadanya untuk menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Kepercayaan tersebut berlanjut pada periode 2024–2029. Wanhay kembali dipercaya menjadi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bogor.

Di sisi lain, perjalanan politiknya juga berkembang hingga dirinya dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.

BACA JUGA  Danlantamal XII Laksanakan Memorandum Jelang Akhir Jabatan 

Bagi Wanhay, perjalanan tersebut bukan sesuatu yang sejak awal ia bayangkan. Bahkan, cita-cita masa mudanya disebut berbeda dari jalan kehidupan yang kemudian dijalaninya.

Ia pernah memiliki keinginan untuk menjadi anggota ABRI atau TNI. Namun perjalanan hidup membawanya ke ruang pengabdian yang berbeda, yakni menjadi bagian dari dunia politik dan lembaga perwakilan rakyat.

Perubahan arah kehidupan tersebut membuat Wanhay memandang jabatan bukan sekadar posisi, melainkan sebuah amanah.

Pengalaman hidup sejak berada dalam keluarga sederhana, menjalani pekerjaan sebagai pedagang nasi goreng, bekerja di hotel, hingga masuk ke dunia politik menjadi rangkaian pengalaman yang membentuk cara pandangnya terhadap masyarakat.

Ia pun dikenal memiliki perhatian terhadap berbagai keluhan dan persoalan yang disampaikan masyarakat.

Pengalaman pernah berada dalam kondisi sulit membuat persoalan ekonomi dan kehidupan masyarakat bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya.

Dalam perjalanan sebagai wakil rakyat, mendengarkan aspirasi menjadi salah satu bagian penting yang terus dijalani.

Bagi masyarakat, sosok pemimpin tidak hanya dilihat dari jabatan yang tercantum di belakang namanya, tetapi juga dari bagaimana ia berinteraksi dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

BACA JUGA  Musyawarah Nagari Susun Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023

Kisah Wanhay memperlihatkan bahwa perjalanan menuju ruang kepemimpinan dapat lahir dari berbagai latar kehidupan.

Dari lingkungan keluarga sederhana, pengalaman berdagang nasi goreng, bekerja sebagai operator hotel, meniti karier hingga menjadi manajer, kemudian memasuki dunia politik, seluruhnya menjadi rangkaian pengalaman yang tidak terpisahkan.

Wanhay juga menyebut peran sang ayah sebagai bagian penting dalam perjalanan kehidupannya hingga mencapai posisi saat ini.

Nilai kerja keras, keberanian, dan kemauan untuk menjalani pekerjaan apa pun secara halal menjadi pelajaran yang terus melekat dalam dirinya.

Ia tidak melihat pekerjaan sederhana sebagai sesuatu yang memalukan. Justru dari pengalaman itulah seseorang dapat memahami arti perjuangan mendapatkan penghasilan dan menghargai setiap rupiah yang diperoleh melalui kerja keras.

Di tengah perjalanan politiknya, kisah tersebut menjadi sisi lain dari sosok Wanhay yang menarik untuk disimak.

Jabatan yang kini berada di pundaknya merupakan hasil dari perjalanan panjang yang diwarnai berbagai pengalaman kehidupan.

Dari Pasar Anyar hingga gedung DPRD Kabupaten Bogor, perjalanan Wanhay menunjukkan bahwa setiap fase kehidupan dapat menjadi ruang pembelajaran.

Pengalaman menjadi pedagang, pekerja hotel, pengelola pemasaran, hingga politisi membentuk perjalanan yang panjang dan berlapis.

Pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya mengenai tempat seseorang berdiri, tetapi juga mengenai perjalanan apa yang telah dilaluinya sebelum sampai di sana.

Bagi Wanhay, pengalaman hidup menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cara melihat masyarakat, memahami perjuangan mereka, dan menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.

Kisah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa keberanian untuk bekerja, belajar dari pengalaman, serta tidak merasa malu menjalani pekerjaan yang halal dapat menjadi bekal penting dalam menapaki perjalanan kehidupan.

(Redaksi)

Html code here! Replace this with any non empty text and that's it.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img