Beranda DAERAH 14 Tahun PT RKA Diduga Tidak Pernah Berikan CSR

14 Tahun PT RKA Diduga Tidak Pernah Berikan CSR

PT
Melawi, Redaksisatu.id | Secara umum pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan atau Perseroan Terbatas (PT) sebagai rasa tanggungjawab terhadap sosial maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan tersebut berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun desa atau fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

CSR telah diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 74 ayat 1 sampai ayat 3 yaitu (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang dana atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (2) Kewajiban tersebut diperhitungan sebagai biaya pelaksanaannya dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran (3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud ayat (1) dikenakan sanksi sesuai peraturan dan perundang-undangan terkait.

Teknisnya, CSR juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Hal itu untuk menegaskan kembali tentang komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan dimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan usahanya.

Namun pada prakteknya, diduga PT Rafi Kamajaya Abadi (PT RKA) yang berdiri sejak tahun 2007 di Kabupaten Melawi yang bergerak pada sektor usaha perkebunan kelapa sawit tidak pernah menunaikan kewajiban CSR kepada Desa di sekitar tempatnya berusaha.

Jamaludin, mantan Kepala Desa Tanjung Tengang  mengatakan, sejak ia menjabat sebagai kepala desa, PT RKA tak pernah menunaikan kewajibannya terkait CSR. Semua kegiatan  pembangunan di desa bersumber dari APBDes (sumber dana APBD dan APBN).

BACA JUGA  Cakupan Vaksinasi Di Melawi Mencapai 24,49 Persen

“Awal pada saat penyerahan lahan oleh warga kepada PT RKA, mereka berjanji akan membantu pembangunan di desa seperti pendidikan, infrastruktur dan lainnya. Tapi sampai saat ini tidak satupun terealisasi”. Ungkap mantan Kades ini saat dihubungi via whatsapp, Senin (15/11).

Sebelumnya, hal senada juga diungkapkan oleh Sabni, SE., Kepala Desa Baru Periode 2014-2019 yang mengatakan belum pernah ada bantuan atau kegiatan CSR PT RKA di desanya selama ia menjabat sebagai kepala desa.

“Belum, belum pernah ada kegiatan CSR dari PT RKA sama sekali waktu itu”. Ujarnya. [] Ade Shalahudin.

Artikel sebelumyaDua Anggota Polda NTB Raih Penghargaan Polisi Baik
Artikel berikutnyaTim Gabungan Kejari Geledah 3 Instansi Pemko Payakumbuh

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.