Beranda PERISTIWA 1 Unit Mobil Rampasan Berhasil Dihentikan Personel Polres Terluka

1 Unit Mobil Rampasan Berhasil Dihentikan Personel Polres Terluka

1 Unit mobil
Ilustrasi
Kabar baru terjadi ada 1 unit mobil rampasan berhasil dihentikan oleh seorang personel Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan yang terekam oleh CCTV, namun aksinya itu menciderai dirinya.

Dalam video terlihat, 1 unit mobil Honda Jazz warna merah sedang dihentikan oleh anggota Polres Jeneponto, Sulsel itu. Tetapi mobil tersebut tidak berhenti. Kemudian, polisi menahannya, ia nekat naik di atas kendaraan itu.

Dengan harapan mobil tersebut dihentikan oleh pengendara. Atas kejadian ini, polisi itu terjatuh ke aspal dan terluka.

BACA JUGA  1,8 Kg Ganja dan Pelaku Berhasil Ditangkap dan Diamankan

Peristiwa kejadian ini disaksikan sejumlah warga yang ada di depan Polres Jeneponto. Salah seorang warga Jeneponto, Mansur mengatakan dalam peristiwa tersebut polisi mengalami luka.

“Iye saya ada dilokasi, pak Uji sekarang ada di rumah sakit,” ujarnya via telpon, Kamis (27/1/2022) sore.

Lanjutnya, aksi heroik yang dilakukan seorang polisi yang merupakan Kanit Tipikor Polres Jeneponto, IPDA Uji Mughni. Adapun dugaan sementara, polisi yang menjadi korban, mencoba menggagalkan aksi perampasan itu namun, sulit untuk dihentikan sehingga mengakibatkan kecelakaan.

“Aksi Heroik salah satu anggota Polres Jeneponto IPDA Uji Mughni berusaha menggagalkan perampasan kendaraan di depan Polres Jeneponto pukul 15:54 tertangkap CCTV,” ungkapnya.

Sekedar diketabui kondisi terakhir bapak IPDA Uji sementara dalam perawatan di RSUD Lanto Daeng Pasewang. Sampai berita ini diterbitkan pihak Polres Jeneponto belum memberikan komentar.

[Red]

BACA JUGA  Aksi Polisi Nekat Hadang Mobil Rampasan, Akhirnya Jadi Korban
Artikel sebelumyaSepekan, 4 Penyalahguna Narkoba di Bengkulu Berhasil Diamankan
Artikel berikutnyaBupati Bengkulu Tengah Diperiksa, Ada Dugaan Korupsi Pertambangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.