Beranda DAERAH Wabup Risnawanto Terima Kunker Anggota DPD RI Hj. Emma Yohanna

Wabup Risnawanto Terima Kunker Anggota DPD RI Hj. Emma Yohanna

Risnawanto
Pasaman Barat | Redaksi Satu – Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto, terima kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Hj. Emma Yohanna beserta rombongan, Rabu (30/3) di ruang kerja Wakil Bupati Pasbar.

Hj. Emma Yohanna menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia sejak 2009 hingga sekarang.
Selain sebagai anggota DPD RI atau Senator Wanita asal Ranah Minang, Emma Yohana juga adalah seorang pengusaha dan pada tahun 2013 ia juga pernah maju sebagai calon Wali Kota Padang yang diusung oleh Partai Golkar.
Kunjungan anggota DPD RI Hj. Emma Yohanna ke Pasbar kali ini adalah untuk yang kesekian kalinya dalam rangka melihat dan bersilaturahmi serta membantu langsung para Korban bencana gempa yang melanda Pasaman dan Pasaman Barat sebulan yang lalu, dan hingga kini ia bersama timnya masih intens melakukan aksi kemanusiaan pascagempa di daerah itu.

Dikatakan Emma Yohana, pada kunjungannya kali ini Rabu (30/03), selain bersilaturrahmi dan memberikan bantuan untuk para korban di pasca bencana, ia bersama rombongan juga meminta dan mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Pasbar untuk mempercepat serta mengunci segera data pasti pasca gempa yang menimpa Bumi Tuah Basami ini.Risnawanto

Menurutnya, hal ini agar pihaknya memiliki data akurat, hingga dengan data pasti tersebut, pihaknya dapat membantu dan mengusulkan permintaan bantuan seperti bantuan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk para korban yang membutuhkan.

“Untuk membantu kita butuh data pasti, data yang sudah dikunci. Baik itu jumlah kerusakan ringan, kerusakan sedang dan kerusakan berat. Hal ini bertujuan, agar dalam menghadapi bulan suci Ramadhan yang tinggal hitungan hari saja lagi, bagaimana agar saudara-saudara kita dalam menjalani bulan suci ramadhan dapat melaksanakannya dengan tenang, tentu hingga kini mungkin masih ada masyarakat kita yang belum memiliki hunian sementara, itu makanya data tersebut kita butuhkan, agar kita secara bersama dapat membantu mereka,”.terang Hj. Emma Yohanna.

BACA JUGA  Pengadilan Tinggi Padang Peduli Gempa Pasbar

Sementara itu, Wakil Bupati H. Risnawanto dalam menanggapi hal tersebut, ia menegaskan data dari Pemda sudah ada dan dapat dikunci.
Namun, pihaknya masih meenunggu, sebab masih ada proses persinkronisasi data antara Pemda dan Universitas Andalas (UNAND).

“Data yang diminta berdasarkan masa transisi melihat kondisi masyarakat kita. Kita sinkronkan Pemda melalui Perkim dan 4 universitas menggunakan aplikasi. Namanya data, sudah biasa data ini ada selisihnya. Intinya koordinasi dengan Gubernur dan Menteri sesuai data, karena yang diakui adalah data dari UNAND”, jelas Risnawanto.Risnawanto

Risnawanto menambahkan, pasca gempa saat ini ada lebih kurang 1110 Huntara lagi yang harus dibangun untuk masyarakat yang terdampak.

“Kita menginginkan, Huntara Pemda harus sesuai standar, makanya kita usahakan segera dibangun agar menjadi acuan untuk penyetaraan,” terangnya.

Risnawanto juga berharap, adanya partisipasi masyarakat dalam membangun huntara. “Partisipasi tersebut dapat berupa tenaga, maupun membantu mengumpulkan bahan bangunan, seng dan kayu-kayu yang lama agar dapat digunakan untuk bahan membangun dapur dan sebagainya,” terang Risnawanto.

Selanjutnya, menurut Emma Yohana, sebulan pasca gempa 6,1 magnitudo yang telah mengguncang bumi Pasaman Barat, Sumatera Barat, kondisi masyarakat masih banyak yang perlu diperhatikan, apa lagi menurutnya, status tanggap darurat telah berganti menjadi masa transisi. Namun masih banyak masyarakat di daerah terdekat ke Patahan Talamau itu masih butuh perhatian dan uluran tangan dari kita semua.

“Masyarakat masih hidup di tenda. Rumah mereka banyak yang tidak bisa ditempati. Apalagi sebentar lagi kita memasuki bulan suci ramadhan,” terang Emma.Risnawanto

Emma berharap aksi pembangunan hunian sementara (huntara) ataupun hunian tetap (huntap) harus segera dilakukan.

“Jangan biarkan warga terlalu lama hidup di tenda. Mana yang kabupaten dapat kerjakan segera, mana kewenangan Pemprov dan Pusat segera pihak kabupaten menyuratinya,” himbau Emma Yohanna.

BACA JUGA  Nagari Sinuruik Dalam Upaya Menekan Angka Stunting

Emma juga mendesak pemerintah di Pasaman Barat dan Pasaman untuk segera membereskan administrasi dan anggaran serta cepat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana.

(Zoelnasti)

Artikel sebelumyaKonstitusi Menyatakan Jabatan Presiden 2 Periode
Artikel berikutnyaMasyarakat dan Pihak Perusahaan Dapat Menahan Diri Sehingga Tidak Terjadi Bentrok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.