Semarang, redaksisatu.id — SD Negeri Mluweh 01, kecamatan Ungaran Timur, Kab. Semarang, resmi terima Smart TV / Layar Digital Pintar dari pemerintah pusat melalui program digitalisasi pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kepala sekolah, Agus Wijayanto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diterima sekolah sebagai bagian dari distribusi nasional yang ditujukan untuk memodernisasi proses belajar-mengajar di seluruh Indonesia.
“Kami mendapat bantuan ini langsung dari Presiden Prabowo. Smart TV ini akan kami manfaatkan untuk pembelajaran digital agar anak-anak lebih mudah memahami materi,” ungkap Agus.
Dukung Transformasi Digital di Sekolah Negeri Daerah
Bantuan Smart TV yang kami Terima ini memungkinkan guru menampilkan materi visual, video pembelajaran, materi daring, hingga presentasi interaktif. Kehadiran perangkat ini sangat membantu sekolah yang sebelumnya hanya mengandalkan papan tulis konvensional.
Di SD Negeri Mluweh 01, Terima perangkat baru tersebut akan digunakan untuk: pemutaran video edukasi, pembelajaran tematik interaktif, peningkatan literasi digital guru dan siswa, serta kegiatan sekolah yang butuh media visual.
Agus menambahkan bahwa perangkat ini akan menjadi “jembatan” bagi sekolah di desa menuju standar pembelajaran modern.
Program Nasional: 330 Ribu Sekolah Ditargetkan
Program pembagian Smart TV merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk memeratakan pendidikan digital. Pemerintah menargetkan distribusi sekitar 330.000 unit ke TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di seluruh Indonesia hingga akhir 2025.
Pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah: pemerataan kualitas pembelajaran, mengatasi keterbatasan bahan ajar di daerah, mendukung metode mengajar berbasis audio-visual, serta persiapan menuju digitalisasi pendidikan nasional jangka panjang.
Dengan satu sekolah menerima minimal satu unit Smart TV, pemerintah berharap ke depan setiap kelas dapat memiliki perangkat digital yang sama.
Manfaat untuk Sekolah Pinggiran dan Desa
SD Negeri Mluweh 01 termasuk sekolah yang merasakan dampak positif program ini. Akses terhadap konten edukatif digital sebelumnya sulit diperoleh karena keterbatasan fasilitas.
Sejumlah guru mengaku terbantu, terutama untuk: mengajarkan materi sains yang membutuhkan visualisasi, memutar simulasi pendidikan, menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik bagi siswa kelas rendah.
Warga dan komite sekolah menyambut baik bantuan ini, menganggapnya sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah Kabupaten Semarang.
Harapan untuk Penggunaan Optimal
redaksisatu.id mencatat bahwa program Smart TV ini memang menuai respons beragam di berbagai daerah — mulai dari dipuji karena mempermudah belajar, hingga dikritik jika tidak dimanfaatkan dengan benar.
Karena itu, publik mengharapkan setiap sekolah penerima mampu mengelola perangkat tersebut secara tepat guna.
Di SD Negeri Mluweh 01, Kepala Sekolah Agus Wijayanto, memastikan bahwa pemanfaatan Smart TV akan dipantau bersama guru agar benar-benar berdampak pada pembelajaran siswa.
“Kami ingin fasilitas ini bukan sekadar ada, tetapi benar-benar menjadi alat belajar yang bermanfaat untuk masa depan anak-anak,” tegasnya.
Dengan adanya bantuan dari Presiden Prabowo ini, SD Negeri Mluweh 01 Kecamatan Ungaran Timur menjadi bagian salah satu sekolah di Kabupaten Semarang yang mulai melangkah menuju sistem pendidikan berbasis teknologi.
Redaksisatu.id akan terus memantau pelaksanaan program ini di daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya anak-anak di sekolah negeri desa.(MSar)



