Bogor, Redaksi Satu | Upaya mencegah kembali munculnya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, terus dilakukan meski penanganan kebakaran telah memasuki tahap pascakejadian.
Dukungan terhadap para petugas dan relawan di lapangan ditunjukkan Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, bersama Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi serta Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dengan menyerahkan bantuan logistik kepada para relawan, Kamis (17/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja para relawan yang selama berhari-hari tetap berada di kawasan TPAS Galuga untuk melakukan pemantauan dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Adityawarman mengatakan, para relawan telah menjalankan tugas siaga selama sekitar 10 hari. Untuk menjaga pengawasan tetap berlangsung sepanjang waktu, tugas mereka dibagi ke dalam empat shift.
Menurutnya, pola pembagian tugas tersebut penting karena kondisi tumpukan sampah memiliki potensi menyimpan bara atau panas di bagian dalam yang sewaktu-waktu dapat memicu munculnya api kembali.
“Kami mengapresiasi seluruh relawan yang sudah bersiap siaga selama 10 hari terakhir yang dibagi menjadi empat shift untuk mencegah kebakaran,” ujar Adityawarman.
Ia menilai penanganan kebakaran TPAS Galuga, yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor bersama unsur terkait dan para relawan telah berjalan secara maksimal.
Dalam proses tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin juga diketahui sempat bermalam di kawasan TPAS Galuga untuk memastikan penanganan dan pemantauan berlangsung sebagaimana mestinya.
Meski secara kasatmata kondisi kebakaran telah jauh membaik, Adityawarman mengingatkan bahwa persoalan belum sepenuhnya selesai. Sebab, masih terdapat kemungkinan adanya titik panas atau bara yang berada di bawah permukaan timbunan sampah.
Kondisi tersebut menjadi, salah satu tantangan dalam proses penanganan kebakaran di TPAS Galuga.
Api yang berada di bagian dalam timbunan tidak selalu terlihat dari permukaan, tetapi dapat kembali muncul apabila tidak terus dipantau.
Hal senada juga menjadi perhatian dalam penanganan pascakebakaran. Pemerintah Kota Bogor sebelumnya menyatakan, personel gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi panas tersembunyi di bawah timbunan sampah.
Karena itu, menurut Adityawarman, keberadaan relawan masih memiliki peran penting. Kesiapsiagaan mereka dibutuhkan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila kembali ditemukan tanda-tanda munculnya api.
Ia berharap, kondisi cuaca turut membantu proses pendinginan kawasan TPAS Galuga sehingga titik-titik panas yang masih tersisa dapat benar-benar padam.
“Saya melihat usaha yang sudah dilakukan, sudah optimal dan semoga Allah SWT menurunkan hujan sehingga titik api bisa padam sepenuhnya,” ungkapnya.
Adityawarman menambahkan, dukungan terhadap relawan tidak hanya sebatas bantuan logistik. Perhatian dari lembaga legislatif dan Pemerintah Kota Bogor juga dinilai penting sebagai bentuk penghargaan atas kerja mereka di lapangan.
Menurutnya, para relawan menghadapi kondisi yang tidak mudah karena harus melakukan pemantauan secara bergantian selama berhari-hari setelah kebakaran terjadi.
“Kami berharap perhatian dari DPRD Kota Bogor maupun Pemkot Bogor, dapat memberikan semangat kepada para relawan yang selalu siap siaga untuk memastikan kebakaran tidak terjadi kembali,” tutur Adityawarman.
Sementara itu, berdasarkan informasi Pemerintah Kota Bogor, setelah api berhasil dikendalikan, proses penanganan dilanjutkan dengan pemantauan dan pendinginan. Personel gabungan serta kendaraan pemadam juga tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa, penanganan TPAS Galuga tidak berhenti ketika kobaran api terlihat padam.
Pemantauan terhadap bagian dalam timbunan menjadi langkah penting, untuk memastikan tidak ada bara yang kembali berkembang menjadi kebakaran.
Dengan dukungan berbagai pihak dan kesiapsiagaan relawan, kawasan TPAS Galuga diharapkan dapat benar-benar aman dari ancaman kebakaran kembali. (Saidi Hartono)




