Beranda DAERAH Program Bantuan Untuk Mualaf

Program Bantuan Untuk Mualaf

Program Bantuan Untuk Mualaf
Pasaman Barat | Redaksi Satu – Program bantuan untuk Mualaf ternyata juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan Kolaborasi KKPB dan MRPB P.

Demikian terungkap saat media ini melanjutkan bincang-bincang dengan dua sosok tangguh Kolabor Aksi Kemanuaiaan, Decky H. Sahputra dan Mon Eferi di Markas KKPB/MRPB P di Jalur 32 Simpang Empat Pasaman Barat, Sabtu (05/02/2022) malam.

Dikatakan oleh Decky, saat relawan KKPB dan MRPB P menyerahkan proposal bantuan insentif untuk Guru TPA Nurul Islam Jorong Kampung Alang ke Kantor Baznas Pasaman Barat, Relawan Srikandi Kajai yang mengelola RA Kasih Ibu dan TPA Nurul Islam gratis, tidak sengaja bertemu dengan seorang mualaf yang kebetulan juga mau menanyakan bantuan yang dijanjikan Baznas Pasbar.

Menurut Decky yang didampingi oleh Mon, Mualaf tersebut adalah Novita Sari Waruwu, gadis berumur 21 tahun, asal Medan.

Seperti yang diceritakan oleh Relawan Srikandi Kajai kepada KKPB dan MRPB P bahwa Novita Sari sebelumnya telah mengucapkan Syahadat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasaman pada bulan November 2021 yang lalu.

Menurut mereka, Novita sebelumnya tinggal bersama keluarganya di perumahan karyawan PT Gresindo dimana ayahnya yang berasal dari Nias adalah seorang pendeta, sedangkan ibunya dari etnis Batak.

Seperti yang diceritakan oleh Srikandi kepada Kolaboraksi yang diteruskan ke media bini oleh Decky dan Mon, bahwa sejak menjadi mualaf, Novita diusir dari rumah dan sepeda motor yang dipakainya pun ditarik oleh ayahnya, namun Novita dengan ibunya masih sering berkomunikasi via telepon ataupun video call.

Diterangkannya lagi, saat ini Novita tinggal di Padang Tujuh Nagari Aua Kuniang bersama seorang warga yang baik hati dan bersedia menerima Novita. Sehari-hari, Novita membantu ibu angkatnya ini berjualan gorengan.

BACA JUGA  Bertransformasinya STIE Pasaman dan STIH Lubuk Sikaping

” Alhamdulillah, ada pemuda Padang Tujuh yang berniat menyunting Novita menjadi istrinya, namun belum terlaksana karena terkendala dana. Sementara bantuan yang dijanjikan Baznas masih belum turun juga,”sebut Mon seperti yang disampaikan oleh Srikandi kepada mereka.

Lanjutnya, karena itulah Srikandi Kajai Yusnidar membawa Novita Sari menemui Ketua MRPB Peduli, Mon Eferi ke Smansa Pasaman.

Menurut Mon, setelah ia mendengar kisah perjalanan hijrah Novita Sari secara ringkas, akhirnya pihaknya menyerahkan bantuan dari MRPB Peduli/KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat – KKPB sebanyak Rp 500.000 kepada Halimatus Sa’diah, “nama baru Novita Sari yang diberikan Kepala KUA Kec. Pasaman. Semoga Novita (Halimah) menjadi muslimah yang istiqamah,” terang Mon.

Selanjutnya Mon berpesan kepada Halimatus Sa’diah, agar tetap semangat dalam belajar membaca Al-Qur’an dan mendalami seluk beluk ajaran Islam, serta jangan lupa melaksanakan sholat lima waktu, juga tetap jalin atau jaga hubungan baik dengan keluarganya.

Mon Eferi juga menghimbau kepada seluruh relawan agar teruslah lakukan kebaikan apa yang bisa kita lakukan. Karena jika hanya berdebat dan berpolemik, tidak akan menyelesaikan masalah.

“Bayangkan berapa banyak warga kurang mampu yang terbantu jika setiap kita peduli dan ikut mendukung aksi sosial kemanusiaan ini. Jangan tunggu kaya untuk bersedekah, sebab Rp 5000/ bulan pun akan sangat berarti jika semua warga grup peduli maupun relawan bersedia menyisihkan rezekinya,”ungkap Mon.Program Bantuan Untuk Mualaf

Selanjutnya Mon Eferi yang juga didampingi oleh Decky H. Sahputra dan beberapa relawan tangguh lainnya menyampaikan, Asril Pragia duafa warga Kampung Juar Jorong Ranah Salido Nagari Ujung Gading sudah menjalani Operasi

Seperti informasi yang diterima tadi siang, pihaknya menerima laporan dari Koordinator KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat – KKPB Lembah Melintang, Wafriman Zani II bahwa Asril Pragia (5 th) sudah menjalani operasi di RSUP M. Jamil Padang.

BACA JUGA  Kader posyandu Nagari Sinuruik, Sisri Okna Saputri Masuk Nominasi Berprestasi

Dikatakan Mon, Koordinator Lembah Melintang tersebut menerima berita langsung dari orangtua Asril Pragia yang saat ini sedang mendampingi putrinya di rumah sakit Mata. Jamil Padang.

Menurut Mon, orangtua Asril Pragia juga mengucapkan terimakasih atas bantuan para dermawan dan relawan yang telah membantu sehingga putri mereka dapat dirawat dan telah dioperasi di RSUP M. Jamil Padang.

“Alhamdulillah. Semoga kaki Asril Pragia bisa kembali normal sehingga bisa bermain kembali dengan ceria bersama teman-temannya,” Doa Mon.

Decky H. Sahputra yang didampingi Mon Eferi melanjutkan, penyaluran bantuan biaya berobat bagi warga kurang mampu juga terus berlanjut.

Menurut mereka, selain bantuan untuk mualaf, beberapa hari yang lalu pihaknya juga menyalurkan bantuan untuk 3 orang yang tengah didampingi perawatannya.

Ketiga penerima bantuan itu adalah, Sier, pasien kanker payudara warga Rimbo Jandung yang tinggal di Batang Tian. Saat ini Sier sudah dua minggu berada di Rumah Singgah M Ihpan, menunggu jadwal kemoterapi di RSUP M. Jamil Padang.

Dikatakannya, untuk biaya hidup Sier selama di Padang, pihaknya secara rutin terus mentransfer bantuan Rp 300.000 melalui rekening Ikhwan Hadi, Kepala Rumah Singgah M Ihpan.

Selanjutnya, Nofisya Adiva Wulandari (3 tahun), balita yang juga dampingi sejak berumur satu bulan akibat pendarahan otak yang dideritanya.

Saat ini Nofisya sudah bisa memanggil ibunya, merespon panggilan, dan menunjukkan emosinya.
“Untuk biaya obat tetes Wave dan transportasi terapi Nofisya, kita serahkan bantuan kepada Alma, ibunya Nofisya, sebesar Rp 500.000,” ujar Mon.

Demikian juga Junaidi, pasien kanker kulit asal Pasar Pokan Air Bangis, yang sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter RSUP M. Jamil Padang.Program Bantuan Untuk Mualaf

Menurutnya, Junaidi dan pihak keluarga sudah sekian kali bolak balik, untuk menjalani pemeriksaan biopsi, scan, dan ronsen, namun masih saja disuruh menunggu hasil rapat tim dokter.

BACA JUGA  16 Tahun Menunggu Hasil Kebun dari PT. ABSM, Masyarakat Surati Bupati Pasbar

Saat ini Junaidi berada di RSP M Ihpan didampingi istrinya. “Karena biaya hidup yang kita kirimkan kemarin sudah habis, maka malam ini kita kirimkan lagi sebesar Rp 300.000,” terang Mon.

Sebagai penutup bincang-bincang media ini dengan dua sosok tangguh KKPB dan MRPB P ini, Decky dan Mon mega berpesan kepada relawan dan para dermawan Pasaman Barat untuk terus aktif peduli dengan menyalurkan infak, sedekah, zakat pertanian atau panen sawitnya melalui MRPB Peduli/KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat – KKPB.

“karena masih banyak warga kurang mampu yang butuh bantuan kita bersama. Silakan salurkan infak/sedekah/zakat Bapak/Ibu/Saudara melalui Rekening MRPB P di BRI 0615-01-008410-53-1,” tutupnya.

(Zoelnasti)

Artikel sebelumyaSosok Mayat Ditemukan di Sungai Teupin Kuyun
Artikel berikutnyaKasubdit Pengamanan Aset dan Obvit Ditpam BP Batam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.