Menyalakan Harapan Nagari Bomas: Kiprah Mahasiswa KKN UNP Membangun Desa dari Hal-Hal Sederhana

Solok Selatan – Di tengah hamparan perbukitan dan suasana tenang Nagari Bomas, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP) hadir membawa semangat pengabdian. Mereka bukan datang sebagai tamu yang sekadar singgah, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sebanyak 19 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memilih meninggalkan kenyamanan kampus untuk hidup dan berbaur bersama masyarakat nagari Bomas. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Geografi, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Keperawatan, Informatika, Manajemen Bisnis, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Tari, Sejarah, Bisnis Digital, Fisika, Hukum, Psikologi, hingga Desain Komunikasi Visual, Geagrafi, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Sosiologi.

nagari Bomas
Anak-anak SD Negeri No 23 Mato Aia – Bomas tengah memperaktekan menggososk gigi benar seperti arahan Mahasiswa KKN

Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut menjadi kekuatan dalam merancang berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 23 Mato Aia. Di sekolah yang berada di kawasan pedesaan itu, para mahasiswa mengajak siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak usia dini.

nagari bomas
salah seoramg mahasiswi KKN tengah mengajarkan pada salah seorang siswi bagaimana mencuci tangan yang benar

Dengan metode yang interaktif, mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memperagakan langsung tata cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Mereka juga mengajarkan teknik menggosok gigi yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Suasana belajar berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap arahan. Tawa dan semangat mereka menjadi gambaran bahwa pendidikan kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Bagi masyarakat perkotaan, kebiasaan mencuci tangan atau menggosok gigi mungkin terdengar sederhana. Namun bagi sebagian wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan, kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut dapat menjadi fondasi penting dalam mencegah berbagai penyakit.

BACA JUGA  Kapolres Tanggamus Beri Penghargaan Personil Berprestasi

Di sinilah peran mahasiswa menjadi sangat berarti. Mereka hadir sebagai jembatan pengetahuan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Pengabdian para mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas sekolah dasar. Selama menjalankan KKN di Nagari Bomas, mereka juga aktif mengajar mengaji di Musala Taqwa, melaksanakan kultum Jumat, menggelar senam sehat, melakukan pemetaan potensi ekonomi nagari, hingga merencanakan sosialisasi bahaya narkoba bagi pelajar tingkat SMP.

nagari bomas
Mahasiswa KKN UNP di Nagari Bomas Solok Selatan saat foto bersama di depan SD Negeri 23 Mato Aia

Selain itu, mereka turut bergotong royong memperbaiki lapangan bola voli nagari. Kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki sarana olahraga, tetapi juga membangun semangat kebersamaan antara mahasiswa dan warga.

Di banyak pelosok Indonesia, pembangunan sering kali dipahami sebagai pembangunan fisik semata. Padahal, pembangunan sumber daya manusia memiliki peran yang tidak kalah penting. Kehadiran mahasiswa melalui program KKN menjadi salah satu instrumen yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa membantu menghadirkan edukasi, meningkatkan kesadaran kesehatan, memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan, serta menggali potensi ekonomi yang dimiliki nagari. Sebaliknya, mahasiswa juga memperoleh pelajaran berharga tentang kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, jauh dari ruang kuliah dan teori akademik.

Nagari Bomas mungkin hanya satu dari sekian banyak wilayah yang menjadi lokasi KKN mahasiswa setiap tahunnya. Namun dari nagari kecil inilah terlihat bagaimana perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana: mengajarkan anak mencuci tangan, menghidupkan kembali semangat gotong royong, hingga membuka wawasan masyarakat tentang potensi yang mereka miliki.

Program KKN membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya calon sarjana yang mengejar gelar akademik. Mereka juga agen perubahan yang mampu menyalakan harapan, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Melalui pengabdian yang dilakukan di Nagari Bomas, mahasiswa KKN UNP menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak selalu harus dimulai dengan program besar dan biaya mahal. Kadang-kadang, perubahan justru lahir dari kepedulian, kedekatan, dan kemauan untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, lalu bekerja bersama untuk membangun desa  (+++ )

BACA JUGA  Sarpras Satpol PP Kotim Harus Segera Dipikirkan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img