REDAKSI SATU – Salah satu Tokoh Muda sekaligus Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah meminta Polisi tegas terhadap oknum anggota DPRD Kabupaten Mempawah yang diduga kuat melakukan pembakaran lahan dan upaya provokasi secara terbuka dengan memposting di akun TikTok pribadinya (Bang Choy) beberapa waktu lalu.
Ketua DAD Kabupaten Mempawah menilai bahwa apa pun dalilnya bagi siapapun yang dengan sengaja melakukan, menyaksikan, mempertontonkan, mengajak pembakaran lahan saat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diiringi musim kemarau Panjang, agar segera diproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi yang bersangkutan adalah seorang anggota DPRD.
“Preseden Buruk bagi Aparat Penegah Hukum (APH) jika Oknum anggota DPRD Mempawah yang diduga membakar lahan TIDAK ditindak,” ungkap Adrianus melalui Keterangan tertulisnya yang diterima media online Redaksi Satu, Selasa 22 September 2026.

Ketua DAD Kabupaten Mempawah menerangkan, bahwa anggota DPRD yang merupakan wakil Rakyat, harusnya yang bersangkutan ikut merasa iba terhadap permasalahan Bencana Karhutla.
“Ini malah dia yang memulai seolah-oleh tidak merasakan sama sekali dampaknya. Mentang-mentang berjalan menggunakan mobil, rumah ber AC dan lain sebagainya. Bagaimana dengan kondisi Masyarakat dari sisi ekonomi susah, bekerja susah, makan susah apalagi mau bernafas saja susah, sesak,” sindirnya.
Tidak hanya itu, Adrianus selaku Ketua DAD Kabupaten Mempawah juga menilai bahwa aktifitas anggota DPRD Mempawah yang diduga membakar lahan tersebut sangat menciderai penderitaan Masyarakat yang hampir puluhan ribu orang mengalami gangguan Kesehatan khususnya terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Yang dipermasalahkan ini bukan hanya aktifitas ybs yang membakar atau tidaknya. Ybs mungkin bisa berdalih bukan/tidak membakar lahan tapi ini kan di lahan sendiri, tidak mungkin ada yang berani membakar kalau bukan disuruh. Dan paling menyakitkan ketika ybs dengan kata “ISENG” membuat video dan dishare di media sosial pribadi, seolah-olah kebal hukum dan menantang APH dengan kalimat “Kita bakar sekalian” padahal sudah tahu dampak bencana KARHUTLA ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan telah dipertegas oleh Presiden RI bahwa Pelaku Karhutla digolongkan Terorisme Ekologi,” tandasnya.
Ketua DAD Kabupaten Mempawah juga mengkhawatirkan jika permasalahan ini tidak diproses lebih lanjut maka akan berdampak pada masyarakat lain yang akan melakukan hal serupa.
“Jangan sampai ke depan, ada masyarakat khususnya Peladang yang ditangkap oleh pihak APH, jika hal itu terjadi maka Saya yang akan memimpin demo agar peladang tersebut dibebaskan,” ujar Ketua DAD Kabupaten Mempawah dengan nada kesal.
Dalam postingan beberapa akun yang viral, termasuk akun TikTok pribadinya Bang Choy, Choirussaib yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Mempawah dari partai Hanura itu memperlihatkan lahan perkebunan sawit dan api yang masih menyala. Bukannya memadamkan api, Ia diduga kuat malah menambah titik api untuk membersihkan sisa lahan perkebunan sawit yang belum terbakar sebelumnya.
“Sudah tujuh belas hari lahan sawit kebakaran, ini teman aku lagi motong kayu untuk membersihkan lahan yang kebakaran kemarin. Kita bakar sekalian, nanti kita tanam sawit baru di sini kawan-kawan. Ini lahan ini, mungkin berisi nanti bibit sawit sekitar dua ratus pokok kawan-kawan ya,” ungkap Choirussaib sambil memperlihatkan kondisi di lahan perkebunan kelapa sawit miliknya.




