Beranda KALBAR Kejaksaan Kapuas Hulu Kembali Menangkap DI Koruptor Proyek

Kejaksaan Kapuas Hulu Kembali Menangkap DI Koruptor Proyek

Kejaksaan
Dendi Irawan tersangka Koruptor Proyek Terminal Bunut Hilir saat digelandang ke Kantor Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Sabtu 2 April 2022.
KALBAR | redaksisatu.id – Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu kembali menangkap koruptor terkait proyek Pembangunan atau Penimbunan terminal Bunut Hilir Tahun Anggaran 2018 yang bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu.

Pihak Kejaksaan tim Tabur (Tangkap Buron) Kejari Kapuas Hulu dibantu Tim Tabur Kejati Kalbar dengan back-up dari tim Polres Kapuas Hulu, melakukan penangkapan terhadap koruptor Dendi Irawan di Rumah Keluarganya, Jalan Sentosa, Kelurahan Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, sekitar Pukul 16.00 WIB.

“Penangkapan dilakukan tadi sore, Jam 16.00 WIB, di daerah Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan,” ungkap Kepala Kejaksaan, melalui Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto, SH, MH, melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan media www.redaksisatu.id Perwakilan Kalimantan Barat, Sabtu 2 April 2022, sekitar Pukul 18.14 WIB.

BACA JUGA  Kejari Kapuas Hulu Kembali Tetapkan Tersangka Tipikor Terminal Bunut Hilir
Kejaksaan
Tersangka Koruptor Dendi Irawan (DI) pasca penangkapan digelandang ke ruang Penyidik Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu untuk pengembangan lebih lanjut, Sabtu 2 April 2022.

Menurut Adi, sebelum dilakukan penangkapan, Dendi Irawan telah dilakukan pemanggilan secara patut sebagai tersangka namun tidak pernah diindahkan, bahkan pada saat keberadaannya telah diketahui oleh tim Tabur Kejari Kapuas Hulu, tersangka masih tidak kooperatif dan berupaya melarikan diri sehingga perlu dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Tersangka DI (Dendi Irawan_red) disangkakan oleh Jaksa Penyidik Kejari Kapuas Hulu melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi,” tuturnya.

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto, SH, MH menyampaikan bahwa DI bersama S (yang sudah terlebih dahulu dihadapkan ke persidangan) merupakan pelaksana lapangan kegiatan Pembangunan atau Penimbunan terminal Bunut Hilir Tahun anggaran 2018 sehingga dirinya yang turut serta akan dimintai pertanggungjawabannya di depan persidangan.

BACA JUGA  Kejagung Burhanuddin Kunker ke Kalimantan Barat

“Prakteknya di lapangan perbuatan yang telah dilakukan oleh DI (Dendi Irawan_red) menyebabkan Negara mengalami kerugian sebesar Rp. 316.742.294,68 (tiga ratus enam belas juta tujuh ratus empat puluh dua ribu dua ratus sembilan puluh empat koma enam puluh delapan sen),” jelas Adi Rahmanto.

Sebelum tersangka Dendi Irawan dipindahkan ke Rutan Pontianak untuk menyusul ke terdakwa yakni S, LS dan G yang saat ini telah menghadapi persidangan di PN Tipikor Pontianak, pihak Kejaksaan melakukan penahanan di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas IIB Putussibau.

“Saat ini penyidik Kejari Kapuas Hulu sedang mendalami keterangan saksi-saksi, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru,” sindirnya.

Perkara atas nama tersangka DI (Dendi Irawan_red), lanjut Adi Rahmanto menyampaikan, pihaknya akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pontianak.

“Untuk dilakukan penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu,” pungkasnya.

Adrian318

BACA JUGA  Tersangka Tipikor Terminal Bunut Hilir Ditahan Kejari Kapuas Hulu
Artikel sebelumyaKapolres Bukittinggi berikan Penghargaan Kepada 5 Kelurahan
Artikel berikutnyaAwasi Penyaluran Solar Bersubsidi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.