spot_img

IMIK Desak Bupati Konawe Copot Camat Besulutu

Jakarta I redaksisatu.id– Ketua Ikatan Mahasiswa Indonesia Konawe (IMIK) Jakarta, Irsan Aprianto Ridham pemuda asal Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, menilai kepemimpinan Nurlela Saranani sebagai Camat Besulutu saat ini sudah tidak layak dan menimbulkan banyak tanda tanya.

Menurut ketua IMIK itu, persoalan yang hari ini muncul bukan sekedar persoalan tidak adanya penyelenggaraan kegiatan semarak HUT RI, dalam berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, sepak takraw, dan bola volly. Hal itu dikatanya Selasa 26 Agustus 2025

Imik

“Efisiensi anggaran pun yang dikatakan oleh Camat Besulutu terkesan manipulatif atau seperti akal-akalan saja untuk dapat menghindari akar dari permasalahan. Perlu diketahui masalah utama dari persoalan ini bukan tentang Semarak HUT RI, tapi tentang rasa tanggung jawab seorang pemimpin dalam mengambil keputusan demi keberlangsungan uforia ditengah masyarakat,” tegas Irsan.

IMIK juga mengatakan, klaim Camat yang menyebutkan bahwa sebelum masa jabatannya sebagai camat Besulutu, sebelumnya besulutu memang sudah redup dan terbengkalai, bahkan dirinyalah yang telah melakukan berbagai perbaikan, termasuk pembangunan jalan masuk kantor camat. Menurut Irsan, pernyataan itu terkesan keliru dan berlebih-lebihan.

“Jangan terlalu melebih-lebihkan sesuatu. Jalan tersebut sejak dulu baik-baik saja dan memang sudah lama diperbaiki oleh Pemda Konawe, jadi jangan mengklaim seolah itu murni kerja anda,” ungkapnya.

Imik
Camat Besulutu,,,Nurlela Sarani

Lebih jauh, Irsan menilai penjabatan Camat yang sampai hari ini belum menunjukkan komitmen apapun perlu dipertanyakan terlebih lagi dibidang kepemudaan, Camat hari ini telah mempertontonkan betapa buruknya keselarasan pemimpin kepada kaum muda, bagaimana tidak sebelumnya ia menyebut bahwa dirinya mendukung penuh kegiatan perayaan HUT RI, namun mendapat penolakan dari sejumlah kepala desa, hal ini terkesan rancu dan seperti akal-akalan saja agar agenda kegiatan 17an dikecamatan besulutu tidak ada.

BACA JUGA  Ponton Pembawa Dragline Excavator Tabrak Jembatan Sungai Kapuas

Hal Itu merupakan alasan ”konyol” yang memang sengaja untuk meniadakan giat HUT RI dibesulutu. Faktanya, sejak menjabat pun beliau tidak pernah menunjukkan komitmen yang nyata untuk masyarakat di Kecamatan Besulutu,” tambahnya.

 

Irsan juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Besulutu dari dulu hingga saat ini tidak pernah redup. Justru, sejak dipimpin camat sekarang lah, masyarakat seolah kehilangan semangat, karena pemimpinnya tidak mampu membangkitkan rasa kebersamaan,” ujarnya.

Lanjut irsan, menanggapi, ucapan yang dikatakan Camat Besulutu yang mengatakan bahwa besulutu adalah kampung redup, kumuh, dan berlumpur. Irsan, apa yang dikatakan Camat Besulutu Nurlela Saranani adalah ucapan pencitraan dan menyesatkan karena apa besulutu dari dulu sampai hari ini memang sudah Bersahaja, bukan setelah dipimpin olehnya baru Bersahaja, bahkan Besulutu sudah sejak dari dulu Bersahaja ditangan pemimpin-pemimpin sebelumnya,”.

”Sekali lagi, inti daripada permasalahan di  Besulutu adalah potret kepemimpinan yang gagal. Kami IMIK Konawe – jakarta menilai Camat Besulutu Nurlela Saranani tidak pernah berpihak pada rakyat, tidak mampu menghadirkan solusi, tidak mampu bertanggung jawab, dan menghadirkan rasa kegembiraan ditengah masyarakat.,” Tutupnya. ( Irsan )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

spot_img